Tim Pengabdian UNRI Kenalkan Teknologi Pakan Mandiri Berbasis Ikan Rucah Lokal Budidaya Nila di KUB Mundam Jaya Dumai

rmrbnews.com, DUMAI – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau (UNRI) melaksanakan kegiatan pengembangan teknologi pakan mandiri berbasis ikan rucah lokal bersama Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mundam Jaya di Kelurahan Mundam, Kota Dumai, Rabu (9/9/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keberlanjutan usaha budidaya ikan nila yang dijalankan kelompok.

Kegiatan bertajuk “Pengembangan Teknologi Pakan Mandiri Berbasis Ikan Rucah Lokal sebagai Upaya Peningkatan Keberlanjutan Usaha Budidaya Ikan Nila di KUB Mundam Jaya, Kota Dumai” ini diketuai oleh Heri Masjudi, S.Pi, M.Si. Anggota tim terdiri atas Prof. Dr. Ir. Usman M. Tang, M.S., Ir. Rusliadi, M.Si, Morion Saspriatnadi, S.T., M.Ars, Anisa Mutamima, B.Eng., M.Eng., dan Suhendri, S.T., M.T.

Menurut Heri Masjudi, pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan, sehingga pembudidaya perlu memiliki alternatif pakan yang murah dan mudah didapat. “Di wilayah pesisir seperti Dumai, ikan rucah tersedia cukup melimpah. Bahan ini kami manfaatkan sebagai sumber protein untuk pakan mandiri agar pembudidaya tidak terlalu bergantung pada pakan pabrikan yang harganya terus naik,” ujarnya

Kegiatan diikuti oleh 15 peserta dari anggota KUB Mundam Jaya. Mereka mendapat pelatihan yang mencakup pengolahan ikan rucah sebagai bahan baku, penyusunan formulasi pakan, dan pencetakan pakan menggunakan mesin
Selain pelatihan, tim pengabdian menyerahkan bantuan berupa kolam ikan dan mesin pakan mini sederhana kepada KUB Mundam Jaya.

Kolam digunakan untuk menambah kapasitas budidaya ikan nila, sedangkan mesin pakan mini membantu kelompok memproduksi pakan sendiri dari bahan baku lokal. Peralatan ini diharapkan dapat langsung dimanfaatkan anggota kelompok dalam kegiatan budidaya sehari-hari.

Ketua KUB Mundam Jaya, Sulaiman, menyambut baik kegiatan ini. Ia berharap bantuan dan teknologi yang diperkenalkan dapat menekan biaya produksi dan meningkatkan keuntungan anggota kelompok. “Kami berterima kasih kepada tim Universitas Riau. Dengan pakan buatan sendiri, kami berharap biaya pakan bisa ditekan dan usaha nila kami bisa terus berjalan,” katanya

Melalui program ini, tim pengabdian berharap KUB Mundam Jaya mampu memproduksi pakan secara mandiri dan berkelanjutan. Program ini juga diharapkan menjadi contoh pemanfaatan sumber daya lokal bagi kelompok pembudidaya ikan lainnya di Kota Dumai dan sekitarnya.**

Hujan Tak Surutkan Semangat, Lurah Cup II Pangkalan Kerinci Barat Resmi Bergulir

rmrbnews.com, PELALAWAN — Guyuran hujan mengiringi pembukaan Open Tournament Mini Soccer II Lurah Cup II Pangkalan Kerinci Barat Tahun 2026 di Lapangan Merdeka KM 5, Kelurahan Kerinci Barat, Kamis (1/10/2026).

Turnamen tersebut digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pelalawan ke-27 Tahun 2026. Meski hujan turun, antusiasme para pemain, panitia dan masyarakat tetap terlihat dalam pembukaan kegiatan.

Sebanyak 32 club ikut ambil bagian dalam kompetisi yang mengusung semangat “Junjung Tinggi Sportivitas — Fair Play yang Paling Utama.”

Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk menunjukkan kemampuan terbaik masing-masing club, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan serta mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk aktif dalam kegiatan olahraga.

Turut hadir dalam pembukaan Ketua PSSI Pelalawan Wazir Syah, S.H., Ketua KONI Pelalawan Marjohan, Camat Pangkalan Kerinci Junaidi, S.Pd., M.Si., Lurah Kerinci Barat Yogi Setiawan, S.STP., M.Si., RT/RW, serta sejumlah unsur terkait.

Erwan B., S.Pd. dalam sambutannya secara resmi membuka Open Tournament Mini Soccer II Lurah Cup II Pangkalan Kerinci Barat.

Erwan menyampaikan ucapan selamat bertanding kepada seluruh club yang mengikuti kompetisi tersebut. Ia mengingatkan agar seluruh peserta tetap menjunjung tinggi sportivitas dan fair play selama pertandingan.

“Selamat bertanding kepada seluruh peserta. Jaga sportivitas dan junjung tinggi fair play. Mari kita jadikan turnamen ini sebagai ajang silaturahmi dan kebersamaan,” ujar Erwan.

Menurutnya, pertandingan bukan semata-mata tentang kemenangan, tetapi juga bagaimana seluruh peserta mampu menjaga persaudaraan dan menciptakan kompetisi yang sehat.

Erwan juga berharap momentum turnamen tersebut dapat semakin menyemarakkan peringatan HUT Kabupaten Pelalawan ke-27.

“Kita berharap Kabupaten Pelalawan semakin Menawan. Mari kita isi momentum HUT Kabupaten Pelalawan ke-27 ini dengan kegiatan-kegiatan positif yang dapat membangun semangat kebersamaan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Lurah Kerinci Barat Yogi Setiawan, S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya turnamen.

Ia berharap Lurah Cup II dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat.

“Yang terpenting bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kita membangun kebersamaan melalui olahraga. Menang dan kalah adalah bagian dari pertandingan, tetapi fair play harus tetap kita kedepankan,” ujar Yogi.

Ia juga mengingatkan para pemain untuk menghormati lawan dan keputusan wasit serta menjaga suasana pertandingan agar tetap aman dan kondusif.

“Bertandinglah dengan semangat dan kemampuan terbaik. Tetapi jangan sampai karena pertandingan kita kehilangan rasa persaudaraan. Kita ingin Lurah Cup ini menjadi ajang olahraga sekaligus silaturahmi,” tambahnya.

32 Club, Satu Semangat

Sebanyak 32 club akan bersaing menunjukkan kemampuan terbaik dalam turnamen tersebut. Kehadiran puluhan tim menjadi gambaran antusiasme masyarakat terhadap olahraga, khususnya mini soccer.

Hujan yang turun saat pembukaan justru memberikan warna tersendiri bagi dimulainya Lurah Cup II. Semangat peserta dan masyarakat tidak surut. Lapangan Merdeka KM 5 menjadi titik awal bergulirnya kompetisi yang diharapkan berlangsung meriah, aman dan sportif.

Selain menjadi ajang olahraga, turnamen ini juga menjadi bagian dari semangat masyarakat Kelurahan Kerinci Barat dalam memeriahkan 27 tahun perjalanan Kabupaten Pelalawan.

Kini, setiap club memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di lapangan.

Bertanding boleh sengit, tetapi persaudaraan tetap dijaga. Mengejar kemenangan boleh, tetapi sportivitas harus menjadi yang utama.

“Junjung Tinggi Sportivitas — Fair Play yang Paling Utama.”**

Bapenda Pelalawan dan BPN Jalin Kerja Sama Pertukaran Data Digital untuk Percepatan Layanan BPHTB

rmrbnews.com, PELALAWAN – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pelalawan bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pelalawan resmi menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam bentuk pertukaran data digital. Kerja sama ini ditandatangani langsung oleh Kepala Bapenda Pelalawan Jahlelawati SE, dan Plt Kepala BPN Pelalawan Suratmin SH MH.

Kerja sama ini merupakan langkah strategis kedua instansi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya terkait administrasi pertanahan dan perpajakan daerah di Kabupaten Pelalawan. Perjanjian ini dilaksanakan (23/9 ) kemarin.

Ruang lingkup Perjanjian Kerja Sama ini cukup luas, meliputi sinkronisasi Nomor Induk Bidang dan Nomor Objek Pajak, integrasi data Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dengan data objek layanan pendaftaran tanah secara *host to host*, pemanfaatan dan pertukaran data bidang tanah yang telah terpetakan dan Zona Nilai Tanah, penyediaan data dan informasi Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), serta pemanfaatan data dan informasi perpajakan daerah.

Selain itu, dalam rangka penyediaan sistem *web service* berbasis REST JSON, apabila diperlukan, para pihak dapat berkoordinasi dengan Pusat Data dan Informasi Pertanahan, Tata Ruang dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pelalawan Jahlelawati SE didampingi Kabid PBB dan BPHTB Bapenda Kabupaten Pelalawan Khairul Sabar kepada Dumaiposnews.com, Kamis (1)/10). Dikatakannya, bahwa kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

” Ya, kita berharap dengan adanya kerja sama ini, pengurusan BPHTB bisa lebih cepat dan akurat,”terangnya.

Jahlelawati menambahkan,bahwa dengan integrasi data digital antara Bapenda dan BPN, proses verifikasi dan validasi data pertanahan serta perpajakan diharapkan menjadi lebih efisien, transparan, dan akuntabel. Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong transformasi digital pelayanan publik.

” Kerja sama ini juga mengatur aspek kerahasiaan data, di mana seluruh data dan informasi yang diperoleh dalam rangka pelaksanaan perjanjian dinyatakan bersifat rahasia dan hanya dapat digunakan untuk maksud dan tujuan perjanjian. Selain itu, biaya yang timbul akibat pelaksanaan kerja sama akan ditanggung oleh para pihak secara proporsional sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,”tutupnya.***