Ketua Komisi III DPRD Ambon Soroti Penumpukan Sampah di Waiheru, Desak Penanganan Terpadu
AMBON,LensoMerah.com – Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon, Hary Putra Far-Far, menyoroti serius kondisi lingkungan di Desa Waiheru yang dipenuhi tumpukan sampah, khususnya sampah plastik, yang menyumbat aliran sungai dan berpotensi mencemari laut.
Hal tersebut disampaikan Hary Putra Far-Far usai melakukan kunjungan lapangan ke Waiheru, Kecamatan Teluk Ambon, Minggu (18/1/2026). Kunjungan tersebut turut didampingi oleh ketua RW serta para pemuda setempat, dan direkam dalam sebuah video berdurasi 1 menit 10 detik yang kemudian beredar di media sosial.
Dalam keterangannya, Hary menyebut kondisi di lokasi sangat memprihatinkan. Sampah-sampah terlihat menumpuk di sepanjang aliran sungai hingga ke hilir, bahkan menutup jalur air yang bermuara langsung ke laut.
“Kondisi ini sangat memprihatinkan. Sampah plastik mendominasi dan sebagian besar berasal dari sampah yang dibuang masyarakat di wilayah hulu sungai. Akibatnya, semua menumpuk di hilir, menyumbat aliran air dan berdampak langsung ke laut,” ungkapnya.
Menurutnya, persoalan sampah di Waiheru tidak hanya menjadi masalah kebersihan semata, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat, lingkungan pesisir, serta berpotensi memicu banjir jika dibiarkan berlarut-larut.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon, Pemerintah Desa Waiheru, serta seluruh RT dan RW setempat untuk mencari solusi bersama.
“Masalah ini tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Harus ada kerja sama antara pemerintah kota, pemerintah desa, dan masyarakat. Secepatnya kami akan berkoordinasi agar penanganan bisa dilakukan secara menyeluruh,” tegasnya.
Hary juga menekankan bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Ia mengajak masyarakat, khususnya yang berada di wilayah hulu sungai, untuk lebih sadar dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita semua. Kalau hulu bersih, hilir tidak akan menanggung beban. Ini soal kesadaran bersama demi lingkungan yang sehat dan aman bagi generasi mendatang,” pungkasnya.
Komisi III DPRD Kota Ambon berharap, melalui langkah koordinatif dan partisipasi aktif masyarakat, persoalan sampah di Waiheru dapat segera ditangani secara berkelanjutan, sekaligus menjadi momentum memperkuat edukasi lingkungan di Kota Ambon.(LM01)