PTPN IV Regional III Salurkan Bantuan CSR untuk Intervensi Stunting di Ujung Batu

rmrbnews.com, ROKANHULU – Dalam rangka mendukung program pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting, PTPN IV Regional III menyalurkan bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) / Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada masyarakat di wilayah kerjanya.

Kegiatan penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, dan dihadiri langsung oleh Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso, Business Support Head Achmedi Akbar, Camat Ujung Batu Sigit Pranjoro, SSTP, Ketua TP PKK Kecamatan Ujung Batu Ny. Rimba Shafitri, S.Pd., GR, Kepala Puskesmas Ujung Batu Hj. Desi Marlina, MKM, Kepala Puskesmas Pagaran Tapah Hj. Kholidah Hosni, SST., MKM, serta Kepala Puskesmas Kunto Darussalam Rika Fitri Yanti, S.Kep., MKM.

Penyaluran bantuan CSR ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen PTPN IV Regional III dalam mendukung upaya pemerintah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya dalam penanganan stunting melalui pemenuhan gizi bagi balita dan ibu hamil.

Camat Ujung Batu, Sigit Pranjoro, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kontribusi yang diberikan oleh PTPN IV Regional III kepada masyarakat di wilayahnya.

“Kami Pemerintah Kecamatan Ujung Batu bersama seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PTPN IV Regional III atas kepeduliannya melalui program CSR/TJSL untuk intervensi stunting di wilayah kami. Bantuan ini merupakan bentuk nyata dukungan perusahaan dalam membantu pemerintah mempercepat penurunan angka stunting, khususnya dalam pemenuhan nutrisi bagi balita dan ibu hamil,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan dari dunia usaha sangat penting dalam memperkuat program pemerintah, terutama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.

Pemerintah Kecamatan Ujung Batu juga berharap sinergi antara perusahaan dan pemerintah daerah dapat terus terjalin dengan baik, sehingga berbagai program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Melalui program CSR ini, PTPN IV Regional III diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah kerjanya.***

MBG Sungai Pakning Disorot: Dugaan Ketidaksesuaian Standar Gizi, Laskar RMRB Minta Audit Terbuka

BENGKALIS – Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sungai Pakning, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, menuai sorotan tajam. Sejumlah orang tua murid mempertanyakan kualitas menu yang diterima anak-anak mereka karena dinilai belum mencerminkan standar gizi seimbang sebagaimana pedoman nasional.

Program yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Prabowo Subianto itu sejatinya dirancang untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan nutrisi siswa, termasuk unsur karbohidrat, protein, vitamin, serta tambahan susu dan telur sesuai arahan Badan Gizi Nasional.

Namun berdasarkan temuan di lapangan, dalam satu paket makanan siswa dilaporkan hanya menerima kacang tojin, sambal bilis bercampur kacang, dan satu buah jambu kristal. Tidak terlihat adanya susu maupun sumber protein hewani yang konsisten setiap hari.

Kekecewaan semakin menguat ketika ditemukan buah jambu yang dalam kondisi busuk di bagian dalam. Meski dari luar tampak layak, kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran soal proses sortir dan pengawasan kualitas bahan pangan.

Selisih Antara Pedoman dan Realisasi

Perbedaan antara pedoman resmi dan menu aktual inilah yang menjadi titik kritik. Orang tua murid mempertanyakan:

Apakah komposisi menu sudah sesuai standar kalori dan protein harian anak sekolah?

Bagaimana mekanisme kontrol kualitas bahan pangan sebelum dibagikan?

Apakah distribusi susu yang tidak rutin berdampak pada kecukupan gizi siswa?

Kepala SPPG Sungai Pakning Ira Purnama Sari menyatakan bahwa buah yang rusak dapat diganti jika dilaporkan, serta menjelaskan distribusi susu tidak dilakukan setiap hari karena kendala pasokan.

Namun bagi sebagian orang tua, persoalan ini tidak berhenti pada penggantian buah semata, melainkan menyangkut konsistensi dan mutu program.

Laskar RMRB: Perlu Audit dan Transparansi

Menanggapi kondisi tersebut, Laskar RMRB Kabupaten Bengkalis menyampaikan sikap tegas.

“Kami miris melihat fakta di lapangan. Program nasional sebesar ini tidak boleh hanya berjalan secara administratif. Kualitas dan standar gizi harus terjamin secara nyata,” ujar perwakilan Laskar RMRB.

Organisasi tersebut mendesak dilakukan audit terbuka terhadap:

Standar menu dan nilai gizi harian

Proses pengadaan dan distribusi bahan pangan

Mekanisme pengawasan internal SPPG

Kesesuaian alokasi anggaran dengan kualitas yang diterima siswa

“Ini bukan soal menyerang individu atau pimpinan. Ini soal tanggung jawab publik. Jika ada kekurangan dalam perencanaan atau pengawasan, harus diakui dan diperbaiki. Program ini menyangkut kesehatan generasi muda,” tegasnya.

Ujian Implementasi di Daerah

Kasus di Sungai Pakning menjadi cerminan bahwa keberhasilan program nasional tidak hanya ditentukan oleh konsep pusat, tetapi oleh pelaksanaan di daerah. Ketika terdapat dugaan ketidaksesuaian standar, evaluasi terbuka menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Program Makan Bergizi Gratis membawa harapan besar. Namun harapan itu hanya akan terjaga jika kualitas, transparansi, dan akuntabilitas berjalan beriringan dengan semangat kebijakan.