Dari Tanggap Darurat Ke Pemulihan, Kilang Sungai Pakning Salurkan Bantuan Pasca Kebakaran Di Pasar Lama

SUNGAI PAKNING, 28 Maret 2026 – Pasca peristiwa kebakaran yang terjadi di kawasan ruko Pasar Lama Sungai Pakning sepekan yang lalu, berbagai upaya penanganan terus dilakukan, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan bagi warga terdampak. Pada saat kejadian, tim pemadam dari PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit II Produksi Sungai Pakning turut dikerahkan dengan menurunkan 2 unit fire truck dan sekitar 20 personel HSSE untuk membantu proses pemadaman bersama unsur pemadam kebakaran dan masyarakat hingga kondisi berhasil dikendalikan.

Kebakaran tersebut diketahui bermula dari salah satu bangunan dan dengan cepat merambat ke bangunan lain akibat tiupan angin yang cukup kuat. Peristiwa ini mengakibatkan 11 unit ruko terdampak dan berdampak pada 12 Kepala Keluarga (KK).

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak, Kilang Sungai Pakning menyalurkan bantuan pasca kebakaran berupa uang tunai dan pakaian layak pakai kepada 12 KK terdampak. Bantuan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) perusahaan yang turut didukung oleh donasi sukarela dari Perwira Pertamina, Perwira Pertiwi, serta AOC RU II Sungai Pakning.

Penyerahan bantuan dilakukan di posko kebakaran Sungai Pakning dan turut dihadiri oleh pihak pemerintah kelurahan setempat yang menyambut baik serta menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat terdampak.

Manager Production Kilang Sungai Pakning, Ririanti Safrida, menyampaikan duka mendalam atas musibah yang dialami warga.

“Kami turut berduka mendalam atas musibah kebakaran yang dialami oleh keluarga terdampak. Kami berharap bantuan yang diberikan, baik dari program CSR perusahaan maupun donasi sukarela Perwira Pertiwi dan AOC, dapat menjadi penyemangat bagi warga untuk bangkit kembali dan memulai aktivitas seperti sediakala,” ujar Ririanti.

Kilang Sungai Pakning berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam situasi darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan pasca bencana melalui berbagai program pemberdayaan dan kepedulian sosial.

Selain itu, Kilang Sungai Pakning juga menyalurkan bantuan kepada salah satu rumah warga yang terdampak kebakaran di Desa Sejangat, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di wilayah sekitar operasional perusahaan.

Pernah Digunakan KLHK, Inovasi Nozzle Gambut PT. Pertamina Patra Niaga RU II Sungai Pakning Kini Bantu Pemadaman Kebakaran Lahan Di Dumai

DUMAI : 25 Maret 2026 — Inovasi Nozzle Gambut karya Perwira Kilang Sungai Pakning kembali menunjukkan perannya dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Setelah sebelumnya dimanfaatkan oleh berbagai pihak, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), inovasi ini kini kembali digunakan melalui penyerahan bantuan Nozzle Gambut kepada Polres Dumai.

Area Manager Communication, Relations & CSR RU II Dumai, Tengku Muhammad Rum, menyampaikan bahwa hibah ini merupakan bentuk sinergi antara perusahaan dan aparat dalam memperkuat kesiapsiagaan serta respons cepat, seiring meningkatnya kejadian kebakaran lahan di Dumai dalam dua pekan terakhir.

“Kami berharap dukungan berupa Nozzle Gambut ini dapat membantu mempercepat proses pemadaman, terutama di lahan gambut yang memiliki karakteristik kebakaran bawah permukaan. Ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus hadir dan berkontribusi dalam menjaga keselamatan lingkungan serta masyarakat,” ujar Tengku Muhammad Rum.

Momentum ini menjadi bukti bahwa inovasi lokal yang lahir dari kebutuhan lapangan mampu terus relevan dan adaptif dalam menjawab tantangan kebakaran lahan gambut yang kompleks.Lebih dari sekadar bantuan, Nozzle Gambut menyimpan cerita inovasi yang lahir dari Sungai Pakning.

Nozzle Gambut merupakan teknologi pemadaman yang dirancang untuk mengatasi kebakaran di lahan gambut, termasuk bara api di bawah permukaan tanah. Dengan cara kerja menginjeksikan air langsung ke dalam lapisan gambut, alat ini mampu mempercepat proses pemadaman hingga tiga kali lebih efektif dibandingkan metode konvensional serta mengurangi risiko kebakaran berulang. Dilengkapi dengan komponen seperti kepala semprot dan tongkat penancap, alat ini dapat menjangkau titik api di atas maupun di dalam tanah sehingga efektif digunakan dalam berbagai kondisi kebakaran lahan gambut.

Manager Production Kilang Sungai Pakning, Ririanti Safrida, menyampaikan bahwa pemanfaatan kembali Nozzle Gambut dalam penanganan karhutla di Dumai menjadi bukti keberlanjutan inovasi yang berdampak.

“Kami berharap Nozzle Gambut ini dapat terus efektif dalam mendukung proses pemadaman, khususnya di lahan gambut dengan karakteristik kebakaran bawah permukaan. Dengan cara kerja yang menginjeksikan air langsung ke dalam lapisan gambut, proses pemadaman menjadi lebih cepat, tepat sasaran, dan mampu meminimalkan potensi kebakaran berulang. Kami juga berharap inovasi ini dapat diterapkan secara luas oleh seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran lahan gambut,” ujar Ririanti Safrida.

Ia menambahkan, dalam upaya mitigasi karhutla, Perwira Sungai Pakning akan terus menghadirkan inovasi-inovasi adaptif berbasis kebutuhan di lapangan.

“Selain Nozzle Gambut, kami juga mengembangkan Expintable, yaitu alat portabel penyedia air yang mampu mengambil sumber air langsung dari dalam lahan gambut. Inovasi ini diharapkan dapat mendukung proses pemadaman secara lebih cepat, terutama di wilayah yang sulit dijangkau sumber air,” tambahnya.

Lebih dari sekadar teknologi, Nozzle Gambut merupakan bagian dari perjalanan panjang program Kampung Gambut Berdikari sejak 2017, yang menekankan pendekatan kolaboratif antara perusahaan dan masyarakat dalam mitigasi karhutla.

Pendekatan ini bahkan telah membawa Kilang Sungai Pakning ke panggung internasional, seperti Conference of the Parties di Madrid tahun 2019 dan forum United Nations Framework Convention on Climate Change di Glasgow tahun 2021, sebagai contoh praktik baik dalam pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.

Seiring waktu, Nozzle Gambut telah dimanfaatkan oleh berbagai pihak, mulai dari Manggala Agni Provinsi Riau, pemerintah daerah, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) di wilayah Bukit Batu. Bahkan, dalam kejadian kebakaran besar di Rokan Hilir tahun lalu, inovasi ini turut digunakan dalam proses pemadaman bersama tim dari Sungai Pakning.

Kini, melalui penyerahan kepada Polres Dumai, inovasi Nozzle Gambut kembali hadir sebagai solusi nyata dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla, sekaligus menegaskan bahwa inovasi dari daerah mampu memberikan kontribusi berkelanjutan bagi penanganan bencana lingkungan di Indonesia

DPW PEKAT-IB Riau Gelar Halal Bi Halal 2026, Pererat Silaturahmi dan Soliditas Organisasi ‎

rmrbnews.com, PEKANBARU –  Dewan Pengurus Wilayah Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (DPW PEKAT-IB) Provinsi Riau menggelar kegiatan Halal Bi Halal Tahun 2026 sebagai momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat soliditas antar pengurus. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Laksamana Muda Coffee & Live Space, Jl. Soekarno-Hatta No. 39, Labuh Baru Tim., Kec. Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Riau.

‎Acara ini dipimpin langsung oleh Ketua DPW PEKAT-IB Provinsi Riau, DR (C). Edwin Aditya Nugraha, SE., MM., MH, dan turut dihadiri oleh Sekretaris Wilayah DPW PEKAT-IB Sutan ATT IV, Ketua Srikandi DPW PEKAT-IB Queentania Hasibuan, Ketua DPD PEKAT-IB Kota Pekanbaru M. Arif, serta jajaran Ketua DPD PEKAT-IB kabupaten/kota se-Provinsi Riau.

‎Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, kegiatan Halal Bi Halal ini menjadi ajang saling memaafkan sekaligus memperkuat hubungan emosional antar pengurus organisasi setelah momentum Hari Raya Idul Fitri.

‎‎Dalam sambutannya, Ketua DPW PEKAT-IB Provinsi Riau, DR (C). Edwin Aditya Nugraha, menegaskan bahwa kegiatan Halal Bi Halal bukan sekadar tradisi, melainkan bagian penting dalam membangun kekompakan dan loyalitas kader.

‎‎“Melalui momentum ini, kita mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta menyatukan kembali semangat perjuangan dalam membesarkan organisasi PEKAT-IB di Provinsi Riau,” ujarnya.

‎‎Ia juga mengajak seluruh jajaran pengurus, baik di tingkat wilayah maupun daerah, untuk terus menjaga kekompakan dan meningkatkan peran aktif organisasi dalam kehidupan masyarakat.

‎‎Sementara itu, Sekretaris Wilayah DPW PEKAT-IB Provinsi Riau, Sutan ATT IV, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi ruang konsolidasi informal yang efektif untuk memperkuat komunikasi antar pengurus.

‎‎“Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk menjaga keharmonisan organisasi, sekaligus menjadi momen untuk memperkuat koordinasi dalam menjalankan program-program ke depan,” ungkapnya.

‎‎Hal senada disampaikan oleh Ketua Srikandi DPW PEKAT-IB Provinsi Riau, Queentania Hasibuan, yang menekankan pentingnya peran perempuan dalam memperkuat organisasi, serta kontribusi aktif Srikandi dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

‎‎Kehadiran Ketua DPD PEKAT-IB Kota Pekanbaru, M. Arif, bersama jajaran Ketua DPD lainnya turut menambah semangat kebersamaan dalam kegiatan tersebut. Seluruh peserta menyatakan komitmennya untuk terus menjaga soliditas organisasi dan menjalankan program kerja secara maksimal di daerah masing-masing.

‎Melalui kegiatan Halal Bi Halal ini, DPW PEKAT-IB Provinsi Riau berharap kebersamaan yang terjalin dapat semakin memperkuat organisasi, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta mendukung pembangunan di Provinsi Riau.***

 

(Firdaus)

IPTU Erwan Maconda Resmi Jabat Kasat Lantas Polres Dumai, Komitmen Berikan Pelayanan Terbai

rmrbnews.com, DUMAI – IPTU Erwan Maconda, S.Trk., S.I.K., M.H resmi menjabat sebagai Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Dumai setelah dilaksanakannya serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin oleh Kapolres Dumai, Angga Febrian Herlambang, S.I.K., S.H., pada Kamis, 26 Maret 2026.

Dalam arahannya, Kapolres Dumai menegaskan pentingnya profesionalisme serta peningkatan kinerja, khususnya di bidang lalu lintas yang memiliki intensitas kendaraan cukup tinggi di wilayah Kota Dumai.

“IPTU Erwan merupakan sosok yang tepat untuk menakhodai Satlantas Polres Dumai. Polisi lalu lintas adalah etalase Polri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga dibutuhkan figur yang humanis, responsif, dan profesional,” ujar Kapolres.

Diketahui, IPTU Erwan Maconda sebelumnya menjabat sebagai Kanit di kawasan Tol Permai dan dikenal sebagai perwira yang rendah hati serta aktif berinteraksi langsung dengan masyarakat, khususnya dalam memberikan edukasi Kamseltibcarlantas kepada para pengendara.

Dalam kesempatan terpisah saat bersama rekan-rekan media, IPTU Erwan Maconda menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.

“Bismillahirrahmanirrahim, kami mohon doa dan dukungan. Mari bersama-sama kita memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan secara berkesinambungan,” ungkap IPTU Erwan.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak, termasuk media, dalam mendukung tugas kepolisian di bidang lalu lintas.

“Tentunya hal ini tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan dukungan semua pihak, terutama rekan-rekan media sebagai corong informasi yang menyampaikan pesan-pesan yang bijak dan edukatif kepada masyarakat,” tambahnya.

Dengan semangat kolaborasi tersebut, diharapkan kinerja Satuan Lalu Lintas Polres Dumai semakin optimal dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. (***)

“Evaluasi Kepemimpinan PJ Desa Mendesak, Siak Kecil Jadi Gambaran Situasi Kabupaten Bengkalis”

BENGKALIS – Persoalan minimnya kehadiran Penjabat (PJ) Kepala Desa tidak hanya terjadi di satu wilayah tertentu, melainkan disebut-sebut terjadi di berbagai kecamatan di Kabupaten Bengkalis. Kecamatan Siak Kecil menjadi salah satu contoh dari permasalahan yang lebih luas terkait efektivitas kepemimpinan PJ Kepala Desa di daerah tersebut.

Hingga saat ini, sekitar 96 desa di Kabupaten Bengkalis masih dipimpin oleh PJ Kepala Desa selama hampir tiga tahun berturut-turut, kondisi yang dinilai mulai menimbulkan berbagai persoalan dalam tata kelola pemerintahan desa.

Di sejumlah desa, minimnya kehadiran PJ Kepala Desa membuat Sekretaris Desa (Sekdes) harus mengambil peran dominan dalam menjalankan roda pemerintahan. Bahkan, dalam beberapa kasus, Sekdes terpaksa menandatangani surat-surat resmi desa yang seharusnya menjadi kewenangan PJ Kepala Desa.

Padahal, sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Penjabat Kepala Desa memiliki kewenangan, hak, kewajiban, dan tanggung jawab yang sama dengan Kepala Desa definitif sebagaimana diatur dalam Pasal 26.

Situasi ini menempatkan Sekdes pada posisi dilematis: pelayanan publik harus tetap berjalan, namun di sisi lain terdapat kekhawatiran melampaui batas kewenangan yang berpotensi menimbulkan maladministrasi.

Beberapa SEKDES mengaku berada dalam posisi sulit karena harus menjalankan tugas administratif tanpa kepastian kewenangan yang jelas. Surat-surat keluar desa yang seharusnya ditandatangani oleh PJ Kepala Desa, dalam praktiknya sering ditandatangani oleh Sekdes karena PJ tidak berada di tempat.

Kondisi ini berpotensi menimbulkan MALADMINISTRASI dan Pelanggaran Tata kelola Pemerintahan Desa, karena dokumen resmi seharusnya ditandatangani oleh pejabat yang memiliki kewenangan sah.

DESA-DESA JAUH MINIM PENGAWASAN

Permasalahan ini disebut paling sering terjadi di desa-desa yang lokasinya jauh dari pusat Kecamatan Siak Kecil. Kecamatan tersebut diketahui terdiri dari 17 desa dengan jarak geografis yang cukup berjauhan, sehingga pengawasan terhadap kinerja PJ Kepala Desa dinilai kurang maksimal.

Akibatnya, desa-desa yang berada di wilayah terpencil menjadi paling terdampak. Pelayanan kepada masyarakat tidak berjalan optimal, sementara roda pemerintahan tetap harus berjalan meski dengan keterbatasan kehadiran pimpinan desa.

ASN KELUHKAN PJ DESA JARANG HADIR

Kepada media, sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kecamatan mengeluhkan adanya PJ Kepala Desa yang jarang masuk kantor instansi asalnya dengan alasan bertugas di desa, namun pada kenyataannya tidak terlihat menjalankan tugas baik di desa maupun di kantor.

Seorang ASN yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa kondisi tersebut menimbulkan kecemburuan di kalangan pegawai lain, terlebih PJ Kepala Desa tetap menerima gaji sebagai PNS sekaligus mendapatkan tambahan penghasilan dari jabatan sebagai PJ.

“Kadang mereka izin ke kantor karena katanya ke desa, tapi di desa juga tidak terlihat. Sementara mereka tetap menerima dua penghasilan,” ujar salah satu ASN tersebut.

Hal ini berpotensi melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, yang mewajibkan setiap PNS menaati jam kerja serta melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh tanggung jawab.

Dalam aturan tersebut, pelanggaran disiplin dapat dikenakan sanksi:

  • – Hukuman ringan berupa teguran,
  • – Hukuman Sedang Seperti Pemotongan Tunjangan,
  • – Hingga Hukuman Berat Berupa Penurunan Jabatan Atau Pemberhentian Sebagai PNS.

DUA PENGHASILAN JADI SOROTAN DAN PICU KECEMBURUAN

Selain persoalan kehadiran, muncul pula kecemburuan di kalangan ASN lain karena PJ Kepala Desa yang berasal dari PNS tetap menerima gaji sebagai pegawai sekaligus mendapatkan penghasilan tambahan sebagai PJ Kepala Desa.Seorang ASN di kantor kecamatan yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa beberapa PJ bahkan lebih sering terlihat berada di warung kopi pada jam kerja, dibandingkan menjalankan tugas di desa maupun di kantor.

CAMAT SIAK KECIL  : WILAYAH KAMI HANYA CONTOH

Saat dikonfirmasi, Camat Siak Kecil menegaskan bahwa persoalan ini tidak hanya terjadi di wilayahnya, melainkan merupakan gambaran dari kondisi yang terjadi di sejumlah kecamatan lain di Bengkalis.

“Kecamatan Siak Kecil ini hanya contoh dari permasalahan yang ada. Kami sebenarnya sudah selalu mengingatkan hal ini pada setiap kesempatan, baik saat apel pagi hari Senin maupun apel kantor,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengakui bahwa tidak semua PJ Kepala Desa hadir dalam kegiatan tersebut, sehingga arahan yang disampaikan tidak selalu diterima secara langsung.

“Sering juga mereka tidak hadir apel dengan alasan tertentu, sehingga tidak mendengar langsung arahan yang kami sampaikan,” tambahnya.

POTENSI SANKSI ADMINISTRATIF HINGGA PEMBERHENTIAN

Dalam UU Desa disebutkan bahwa Kepala Desa yang tidak melaksanakan kewajiban dapat dikenai sanksi administratif mulai dari teguran hingga pemberhentian apabila pelanggaran tidak diperbaiki. Karena PJ Kepala Desa memiliki kewenangan yang sama, maka secara prinsip mereka juga dapat dievaluasi dan diberhentikan oleh Bupati sebagai pejabat yang mengangkat.

MASYARAKAT DESAK BUPATI DAN DINAS PMD TURUN LANGSUNG

Melihat berbagai persoalan tersebut, masyarakat di sejumlah desa di Kecamatan Siak Kecil mendesak:

Tiga Tahun Dipimpin PJ, 96 Desa Dinilai Kehilangan Stabilitas Kepemimpinan

Fakta bahwa puluhan desa di Bengkalis masih dipimpin oleh PJ selama hampir tiga tahun berturut-turut dinilai turut mempengaruhi stabilitas pemerintahan desa. Sebagian masyarakat menilai kepemimpinan PJ yang bersifat sementara membuat program pembangunan desa kurang memiliki arah jangka panjang.

MASYARAKAT DESAK EVALUASI MENYELURUH DI TINGKAT KABUPATEN

Melihat persoalan yang dinilai sudah bersifat menyeluruh, masyarakat mendesak:

  • Bupati Bengkalis
  • serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD)

untuk melakukan evaluasi terhadap seluruh PJ Kepala Desa di Kabupaten Bengkalis, bukan hanya di satu atau dua kecamatan.

Mereka berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, baik melalui penegakan disiplin terhadap PJ yang tidak aktif maupun percepatan proses menuju pemilihan kepala desa definitif.

DESA BUTUH PEMIMPIN YANG HADIR, BUKAN SEKADAR JABATAN

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Bengkalis tidak hanya melakukan pergantian sebagian PJ Kepala Desa, tetapi juga melakukan penyegaran menyeluruh terhadap PJ yang dinilai tidak aktif. Hal ini dinilai penting untuk:

  • – Meningkatkan Kinerja Pemerintahan Desa,
  • – Mencegah Maladministrasi,
  • – Serta Mengembalikan Kepercayaan Masyarakat Terhadap Pemerintah Desa.

Dengan jumlah desa yang mencapai 17 di Kecamatan Siak Kecil, pemerataan perhatian dan pengawasan menjadi kunci agar tidak ada desa yang tertinggal hanya karena jarak dan lemahnya kehadiran pemimpin di lapangan.

10 Ruko di Pasar Lama Sei Pakning Ludes Dilalap Api Subuh Hari, Warga Sempat Padamkan dengan Ember

SEI PAKNING – Peristiwa kebakaran hebat menghanguskan sedikitnya 10 unit rumah toko (ruko) di kawasan Pasar Lama, Sei Pakning, pada Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Api yang muncul saat warga masih bersiap melaksanakan sahur dan salat subuh itu dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan lain.

Kebakaran terjadi di gang sempit yang padat penduduk, sehingga menyulitkan akses warga maupun kendaraan untuk melakukan pemadaman. Kobaran api semakin sulit dikendalikan karena angin bertiup cukup kencang, membuat api menjalar dari satu ruko ke ruko lainnya dalam waktu singkat.

Sejumlah warga yang terbangun karena teriakan minta tolong langsung berhamburan keluar rumah. Dalam kondisi darurat, warga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, seperti ember dan air dari rumah sekitar, sembari menyelamatkan barang-barang penting.

Ketua Laskar RMRB Bengkalis yang berada di lokasi sejak awal kejadian menyebutkan, api berkembang sangat cepat sehingga diperlukan respons cepat untuk mengamankan warga.

“Api muncul sangat cepat, apalagi angin saat itu cukup kencang. Kami langsung bergerak di garis depan untuk membantu mengevakuasi warga, terutama yang tinggal di ruko dan rumah yang berdempetan,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat kebakaran terjadi, belum ada petugas pemadam kebakaran (damkar) yang tiba di lokasi, sehingga warga bersama relawan harus berjibaku lebih dulu mengendalikan api agar tidak meluas ke permukiman lainnya.

Selama kurang lebih setengah jam, warga secara gotong royong berupaya menahan laju api dengan peralatan sederhana. Baru setelah itu, unit pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman secara intensif hingga api berhasil dikendalikan.

Meski tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, kebakaran menyebabkan kerugian materi yang diperkirakan cukup besar. Sepuluh ruko yang terbakar sebagian besar merupakan bangunan semi permanen yang mudah dilalap api, sehingga dalam waktu singkat bangunan tersebut habis terbakar.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko kebakaran di kawasan permukiman padat dengan akses jalan sempit, yang kerap menyulitkan penanganan saat keadaan darurat.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang, sementara warga yang terdampak mulai membersihkan puing-puing dan mengamankan sisa barang yang masih dapat diselamatkan.

Sambut Idul Fitri, PHR Zona 1 Berbagi Energi Kebaikan di Wilayah Operasi

rmrbnews.com, Pelalawan, 19 Maret 2026 – Bersilaturahmi dan berbagi jelang Idul Fitri menjadi kegiatan yang selalu dilakukan Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 di seluruh wilayah kerjanya, mulai dari Aceh hingga Sumatera Selatan. Sepanjang Ramadan 2026, PHR Zona 1 telah berkunjung ke sejumlah instansi pemerintahan, bersilaturahmi ke lebih dari 100 desa sembari berbagi paket Ramadan . Dengan semangat “Berbagi Energi untuk Melangkah Penuh Harapan”, PHR Zona 1 menghadirkan berbagai kegiatan sosial sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

General Manager PHR Zona 1 Mefredi mengatakan bahwa operasi produksi lancar juga berkat doa dan dukungan dari masyarakat dan stakeholder. “Lewat berbagai kegiatan sosial selama ramadan, kami ingin memastikan kehadiran PHR Zona 1 tidak hanya untuk mendukung ketahanan energi nasional, tapi juga memberi makna untuk, khususnya stakeholder dan masyarakat sekitar wilayah operasi dan saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ungkapnya. Mefredi berharap apa yang disalurkan PHR Zona 1 dapat memberi manfaat dan kebahagiaan menyambut Idul Fitri.

Ada enam entitas yang berada dalam manajemen Pertamina Hulu Rokan Zona 1 yang tersebar di 5 Provinsi, 14 Kabupaten/Kota di Sumatera. Di antaranya, PHE NSO dan Pertamina EP Rantau Field (Aceh), Pertamina EP Pangkalan Susu Field (Sumatera Utara), Pertamina EP Lirik Field (Riau), Pertamina EP Jambi Field (Jambi) dan PHE Jambi Merang (Sumatera Selatan).

Sekitar 1.265 anak yatim dan kaum dhuafa disantuni dalam safari ramadan PHR Zona 1 melalui entitas perusahaan di atas. Tak hanya itu, sejumlah 2.000 paket ramadan juga dibagikan untuk perangkat desa dan masyarakat sekitar wilayah operasi.

Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang untuk mempererat hubungan harmonis antara perusahaan dengan pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong.

Di tengah rangkaian ramadan dan libur nasional idul fitri, PHR Zona 1 juga memastikan bahwa operasi hulu migas tetap berjalan dengan aman dan andal. Seluruh lapangan produksi dioperasikan dengan mengedepankan aspek keselamatan, keandalan fasilitas, serta kepatuhan terhadap prosedur yang berlaku guna menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.

Manajemen PHR Zona 1 menegaskan bahwa komitmen terhadap kinerja operasional tidak mengurangi perhatian perusahaan terhadap masyarakat. Keduanya berjalan beriringan sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam mendukung ketahanan energi sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Menutup rangkaian kegiatan Ramadan tahun ini, PHR Zona 1 menyampaikan ucapan selamat Idulfitri 1447 H kepada seluruh masyarakat. “Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin. Semoga semangat kebersamaan dan kepedulian yang terjalin selama Ramadan dapat terus membawa energi positif untuk melangkah penuh harapan ke depan,” tutup GM PHR Zona 1 Mefredi.**

 

===

*Narahubung:*

Renita Yulia Kuswindriati

Officer Media Relation

PT Pertamina Hulu Rokan Regional 1 Sumatera Zona 1

+62 821-2039-1987

Aksi Nyata Insan Pers! AWAM Bengkalis Bagikan Puluhan Paket Sembako Door to Door

BENGKALIS – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Aliansi Wartawan Mandiri (AWAM) Kabupaten Bengkalis kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat kurang mampu dengan menyalurkan puluhan paket bahan pangan kepada kaum dhuafa di Kecamatan Bukit Batu.

Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan pada Rabu, 18 Maret 2025, dengan metode pembagian secara door to door guna memastikan bantuan tepat sasaran. Seluruh anggota AWAM turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan penuh semangat kebersamaan.

Sebelum penyaluran dilakukan, kegiatan diawali dengan ramah tamah antar anggota AWAM dari Pulau Bengkalis dan Kecamatan Bukit Batu, dilanjutkan dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur dan harapan agar kegiatan berjalan lancar.

Ketua AWAM Kabupaten Bengkalis, Basir, dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan sosial ini. Ia mengapresiasi kekompakan dan kontribusi seluruh anggota yang telah berperan aktif hingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

“Alhamdulillah, hari ini kita kembali dapat menyalurkan puluhan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini semua berkat kerja sama dan kepedulian dari seluruh anggota AWAM,” ujar Basir.

Ia juga mengungkapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan, di antaranya PT Pertamina Patra Niaga RU II Production Sungai Pakning, KSOP Kelas II Tanjung Buton, PT Pelindo Cabang Sungai Pakning, Bank Riau Kepri Syariah, PT Bengkalis Dockindo Perkasa, Koperasi Madani Berkah Bersama (MBB), Koperasi BBDM, serta sejumlah pihak lainnya.

“Dukungan dari berbagai pihak ini sangat berarti bagi kami. Semoga sinergi ini terus terjalin sehingga program-program sosial AWAM dapat terus berjalan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Basir menjelaskan, program penyaluran sembako ini telah berjalan sejak tahun 2021 dan kini memasuki tahun ke-6 pelaksanaannya. Program ini menjadi agenda rutin tahunan sebagai bentuk nyata kepedulian sosial AWAM terhadap masyarakat, khususnya menjelang hari besar keagamaan.

“InsyaAllah, kegiatan ini akan terus kami laksanakan setiap tahun. Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat, terutama kaum dhuafa, agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan di hari raya,” ungkapnya.

Ia juga berharap ke depan jumlah bantuan dan jangkauan penerima manfaat dapat terus meningkat seiring dengan semakin solidnya organisasi dan dukungan dari berbagai pihak.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk aksi sosial, tetapi juga mencerminkan peran insan pers sebagai bagian dari solusi di tengah masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, AWAM Bengkalis berkomitmen untuk terus hadir, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penggerak kepedulian sosial.

Di akhir kegiatan, Basir turut menyampaikan ucapan selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

“Minal aidin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi berkah bagi kita semua,” tutupnya.

Pastikan Keandalan Listrik Jelang Perayaan Idulfitri, PLN Siagakan 1.890 Personel dan 49 Posko Kelistrikan di Riau dan Kepulauan Riau

rmrbnews.com, Pekanbaru, 14 Maret 2026 – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, ketika masyarakat bersiap menyambut malam takbiran, memperbanyak ibadah, hingga melakukan perjalanan mudik untuk berkumpul bersama keluarga, keandalan pasokan listrik menjadi salah satu kebutuhan penting. Menyadari hal tersebut, PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan di wilayah Riau dan Kepulauan Riau dalam kondisi siap melalui penyiagaan 1.890 personel serta 49 posko siaga kelistrikan yang tersebar di berbagai daerah.

Kesiapan tersebut diperkuat melalui Apel Siaga Kelistrikan Ramadan dan Idulfitri 1447 H / 2026 M yang melibatkan PLN Grup Regional Riau, terdiri dari PLN Unit Induk Distribusi (UID) Riau dan Kepulauan Riau, PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng), serta PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sumatera. Sinergi ini memastikan seluruh rantai sistem kelistrikan, mulai dari pembangkitan, penyaluran hingga distribusi listrik ke pelanggan, berada dalam kondisi andal selama periode Ramadan hingga Idulfitri.

General Manager PLN UID Riau dan Kepulauan Riau, Didik Wicaksono, menyampaikan bahwa seluruh personel telah disiagakan untuk menjaga keandalan pasokan listrik di berbagai wilayah layanan PLN di Riau dan Kepulauan Riau.

“Sebanyak 1.890 personel kami kerahkan untuk menjaga keandalan pasokan listrik selama periode Ramadan hingga Idulfitri. Personel tersebut terdiri dari pegawai PLN dan petugas pelayanan teknik yang disiagakan di seluruh wilayah Riau dan Kepulauan Riau. Selain itu, kami juga menyiapkan 49 posko siaga kelistrikan guna memastikan respon cepat apabila terjadi gangguan,” ujar Didik.

Menurut Didik, PLN juga memberikan perhatian khusus terhadap lokasi-lokasi prioritas yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri, seperti masjid, pusat kegiatan masyarakat, bandara, pelabuhan, pusat transportasi, serta fasilitas layanan publik lainnya.

“Melalui kolaborasi seluruh unit PLN Grup di wilayah Riau, mulai dari pembangkitan, penyaluran hingga distribusi, kami memastikan sistem kelistrikan dalam kondisi siap. Dengan pasokan listrik yang andal, masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan khusyuk, melakukan perjalanan mudik dengan nyaman, serta merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga dengan penuh kebahagiaan,” tambah Didik.

Selain menyiapkan personel dan posko siaga, PLN juga telah melakukan berbagai langkah preventif seperti inspeksi jaringan, pemeliharaan peralatan kelistrikan, serta pemangkasan vegetasi di sekitar jaringan listrik guna meminimalisir potensi gangguan selama periode siaga Ramadan dan Idulfitri.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan khusyuk hingga merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga dengan aman dan nyaman,” tutup Didik.

Aksi Humanis Danramil Bukit Batu: Kapten Inf Ucok Doni Samosir Bersama Insan Pers Bagi Takjil ke Pengendara

Sungai Pakning – Suasana sore menjelang waktu berbuka puasa di kawasan Sei Pakning, Kecamatan Bukit Batu, tampak penuh kehangatan. Komandan Koramil (Danramil) 05 Bukit Batu Kapten Inf Ucok Doni Samosir bersama sejumlah insan pers dan masyarakat turun langsung ke jalan untuk berbagi takjil kepada para pengendara yang melintas.

Kegiatan sosial tersebut berlangsung di jalan utama Sei Pakning. Para pengendara sepeda motor yang melintas tampak antusias menerima paket takjil yang dibagikan secara langsung oleh Danramil bersama rekan-rekan media.

Dengan penuh keakraban, Kapten Ucok Doni Samosir menyapa para pengendara dan masyarakat yang melintas. Suasana santai dan penuh kebersamaan terlihat ketika warga menerima takjil sambil berbincang sejenak dengan para pembagi takjil.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan, tetapi juga menjadi momen mempererat hubungan antara TNI, insan pers, dan masyarakat di wilayah Bukit Batu.

Kehadiran Danramil di tengah masyarakat menunjukkan sosok pemimpin yang dekat dengan warga. Beberapa pengendara bahkan terlihat tersenyum dan mengucapkan terima kasih setelah menerima takjil yang dibagikan menjelang waktu berbuka puasa.

Usai kegiatan berbagi takjil, Danramil 05 Bukit Batu bersama para insan pers kemudian melanjutkan kegiatan dengan berbuka puasa bersama di Cafe Teras Mini pada Senin, 16 Maret 2026.

Kegiatan buka puasa bersama tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Momen ini juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antara TNI dan insan pers yang selama ini turut berperan dalam menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat.

Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, diharapkan hubungan harmonis antara aparat TNI, media, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik, serta semakin memperkuat semangat kebersamaan di wilayah Kecamatan Bukit Batu, khususnya di Sei Pakning.

Kedekatan yang ditunjukkan Kapten Inf Ucok Doni Samosir kepada masyarakat pun menjadi contoh bahwa kehadiran aparat TNI di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjalankan tugas negara, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat sehari-hari.