Ketua PAC LASKAR RMRB Dumai Timur Telah di Kukuhkan Kepengurusan Baru

DUMAI – Keberadaan LSM Laskar Rumpun Masyarakat Riau Bersatu kota Dumai (Laskar RMRB), Semakin hari mengembangkan sayap kepengurusannya di setiap kecamatan di kota Dumai,ketua Pengurus PAC Laskar RMRB Dumai Timur saat ini telah di Nakhodai Saudara HENGKI MARTA.Minggu,26/07/2026

Ketua PAC terpilh Berharap dengan hadirnyà Laskar RMRB di kota Dumai, Bisa bersama-sama membangun kota dumai serta dapat bersinergi dengan pemko Dumai,Laskar RMRB ini hadir di tengah masyarakat dan bisa di terima segala kalangan,harapnya. 

Mudah2an bisa menjalin kerja sama di segala bidang sesui AD/ART Laskar RMRB,di antaranya Advokasi Masyarakat di bidang Agraria/pertanahan dan advokasi ketenagakerjaan ,kebudayaan, pendidikan serta di bidang keagamaan.lanjutnya.

Pembentukan pegurus PAC dan Ranting di seluruh kota dumai akan menjadi tanggung jawab kita bersama seluruh anggota dan pengurus Laskar RMRB kota Dumai.

Senada juga di sampaikan ketua DPC Laskar RMRB Kota dumai Ahmad Rajali HS kemarin,Ia menyampaikan dalam arahannya kepada seluruh pengurus dan Anggota harus sama-sama membesarkan organisasi ini,ujarnya.

Lanjut Arahan ketua DPC tersebut, Laskar RMRB kota dumai berharap bisa di terima masyarakat luas khusus di kota Dumai,jangan ada oknum oknum Laskar yang melakukan tindakan pelanggaran hukum serta merugikan warga Masyarakat, harapnya.

Ia juga menyampaikan kita akan menjalin kerja sama dengan pemko Dumai dan seluruh ormas dan Lembaga – lembaga lain yang ada di kota dumai,tutupnya.

TIM

Pernah Digunakan KLHK, Inovasi Nozzle Gambut PT. Pertamina Patra Niaga RU II Sungai Pakning Kini Bantu Pemadaman Kebakaran Lahan Di Dumai

DUMAI : 25 Maret 2026 — Inovasi Nozzle Gambut karya Perwira Kilang Sungai Pakning kembali menunjukkan perannya dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Setelah sebelumnya dimanfaatkan oleh berbagai pihak, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), inovasi ini kini kembali digunakan melalui penyerahan bantuan Nozzle Gambut kepada Polres Dumai.

Area Manager Communication, Relations & CSR RU II Dumai, Tengku Muhammad Rum, menyampaikan bahwa hibah ini merupakan bentuk sinergi antara perusahaan dan aparat dalam memperkuat kesiapsiagaan serta respons cepat, seiring meningkatnya kejadian kebakaran lahan di Dumai dalam dua pekan terakhir.

“Kami berharap dukungan berupa Nozzle Gambut ini dapat membantu mempercepat proses pemadaman, terutama di lahan gambut yang memiliki karakteristik kebakaran bawah permukaan. Ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus hadir dan berkontribusi dalam menjaga keselamatan lingkungan serta masyarakat,” ujar Tengku Muhammad Rum.

Momentum ini menjadi bukti bahwa inovasi lokal yang lahir dari kebutuhan lapangan mampu terus relevan dan adaptif dalam menjawab tantangan kebakaran lahan gambut yang kompleks.Lebih dari sekadar bantuan, Nozzle Gambut menyimpan cerita inovasi yang lahir dari Sungai Pakning.

Nozzle Gambut merupakan teknologi pemadaman yang dirancang untuk mengatasi kebakaran di lahan gambut, termasuk bara api di bawah permukaan tanah. Dengan cara kerja menginjeksikan air langsung ke dalam lapisan gambut, alat ini mampu mempercepat proses pemadaman hingga tiga kali lebih efektif dibandingkan metode konvensional serta mengurangi risiko kebakaran berulang. Dilengkapi dengan komponen seperti kepala semprot dan tongkat penancap, alat ini dapat menjangkau titik api di atas maupun di dalam tanah sehingga efektif digunakan dalam berbagai kondisi kebakaran lahan gambut.

Manager Production Kilang Sungai Pakning, Ririanti Safrida, menyampaikan bahwa pemanfaatan kembali Nozzle Gambut dalam penanganan karhutla di Dumai menjadi bukti keberlanjutan inovasi yang berdampak.

“Kami berharap Nozzle Gambut ini dapat terus efektif dalam mendukung proses pemadaman, khususnya di lahan gambut dengan karakteristik kebakaran bawah permukaan. Dengan cara kerja yang menginjeksikan air langsung ke dalam lapisan gambut, proses pemadaman menjadi lebih cepat, tepat sasaran, dan mampu meminimalkan potensi kebakaran berulang. Kami juga berharap inovasi ini dapat diterapkan secara luas oleh seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran lahan gambut,” ujar Ririanti Safrida.

Ia menambahkan, dalam upaya mitigasi karhutla, Perwira Sungai Pakning akan terus menghadirkan inovasi-inovasi adaptif berbasis kebutuhan di lapangan.

“Selain Nozzle Gambut, kami juga mengembangkan Expintable, yaitu alat portabel penyedia air yang mampu mengambil sumber air langsung dari dalam lahan gambut. Inovasi ini diharapkan dapat mendukung proses pemadaman secara lebih cepat, terutama di wilayah yang sulit dijangkau sumber air,” tambahnya.

Lebih dari sekadar teknologi, Nozzle Gambut merupakan bagian dari perjalanan panjang program Kampung Gambut Berdikari sejak 2017, yang menekankan pendekatan kolaboratif antara perusahaan dan masyarakat dalam mitigasi karhutla.

Pendekatan ini bahkan telah membawa Kilang Sungai Pakning ke panggung internasional, seperti Conference of the Parties di Madrid tahun 2019 dan forum United Nations Framework Convention on Climate Change di Glasgow tahun 2021, sebagai contoh praktik baik dalam pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.

Seiring waktu, Nozzle Gambut telah dimanfaatkan oleh berbagai pihak, mulai dari Manggala Agni Provinsi Riau, pemerintah daerah, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) di wilayah Bukit Batu. Bahkan, dalam kejadian kebakaran besar di Rokan Hilir tahun lalu, inovasi ini turut digunakan dalam proses pemadaman bersama tim dari Sungai Pakning.

Kini, melalui penyerahan kepada Polres Dumai, inovasi Nozzle Gambut kembali hadir sebagai solusi nyata dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla, sekaligus menegaskan bahwa inovasi dari daerah mampu memberikan kontribusi berkelanjutan bagi penanganan bencana lingkungan di Indonesia