Viral! Video Warga Soroti Dugaan Pencemaran Limbah, “Ada Tai.. di Lapas Pekanbaru”

rmrbnews.com, PEKANBARU – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya sejumlah video yang memperlihatkan dugaan pencemaran lingkungan di sekitar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pekanbaru, video tersebut menjadi perbincangan hangat, khususnya di kalangan warga yang tinggal di kawasan Jalan Kapling.(31/3/2026)

Tiga video yang diunggah oleh akun TikTok @promopku26 pada 29 Maret 2026 menunjukkan aliran parit di sekitar Lapas yang diduga tercemar limbah kotoran manusia. Dalam rekaman tersebut, terlihat cairan keruh disertai benda mencurigakan mengalir mengikuti arus air di saluran pembuangan.

Dalam video pertama, seorang pemuda yang merekam kejadian tersebut meluapkan kekesalannya. Ia menilai kondisi tersebut sebagai bentuk pencemaran lingkungan yang diduga berasal dari aktivitas di dalam Lapas.

“Baunya menyengat sekali, sangat mengganggu. Ini jelas mencemari lingkungan sekitar,” ungkapnya dalam video tersebut.

Sementara itu, pada video kedua, terlihat bagian ujung parit di samping Lapas ditutup menggunakan terpal. Penutupan tersebut diduga dilakukan untuk menahan bau tidak sedap agar tidak menyebar lebih luas ke lingkungan sekitar.

Di video ketiga, pemuda tersebut kembali menyoroti pengelolaan limbah di Lapas. Ia mempertanyakan mengapa fasilitas sedot tinja yang banyak tersedia di Pekanbaru tidak dimanfaatkan secara optimal.

“Di Pekanbaru banyak jasa sedot WC, tapi kenapa limbah seperti ini masih dibuang ke parit,” ujarnya.

Unggahan tersebut sontak menuai beragam reaksi dari netizen. Banyak yang menyampaikan kritik tajam dan mendesak pihak terkait untuk segera mengambil tindakan.

Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, memberikan klarifikasi melalui video singkat. Ia menyebut pihaknya telah langsung menindaklanjuti laporan yang beredar di media sosial.

“Kami sudah melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Ini terjadi karena adanya penumpukan sampah pada saluran, sehingga aliran menjadi tidak lancar,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihak Lapas telah memanggil layanan sedot WC untuk menangani permasalahan tersebut serta melakukan pembersihan pada sistem penyaringan limbah.

“Ke depan, kami akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.

Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi sorotan publik. Warga berharap adanya perbaikan sistem pengelolaan limbah di lingkungan Lapas agar tidak lagi menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *