Ketua Panja DPRD Ambon Tegaskan Isu Kebocoran PAD Perlu Kejelasan, Jangan Bias Tafsir
AMBON,LensoMerah.com— Ketua Panitia Kerja (Panja) DPRD Kota Ambon, Zeth Pormes, menegaskan bahwa isu kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak dan retribusi, tidak bisa disimpulkan secara sepihak tanpa kejelasan indikator dan tafsiran yang objektif.
Hal tersebut disampaikan Pormes usai rapat Panja bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di ruang rapat Paripurna DPRD Kota Ambon, Selasa (13/1/2026).
Menurut Pormes, hingga saat ini Panja belum menemukan bukti kebocoran PAD dalam makna negatif sebagaimana yang sering dipersepsikan publik. Yang ditemukan, kata dia, adalah adanya perbedaan capaian target antar dinas.
“Saya belum mendengar informasi soal kebocoran. Yang ada itu, memang terdapat dinas yang belum mencapai target pendapatan, dan itu berbeda dengan kebocoran,” tegasnya.
Ia menjelaskan, capaian PAD setiap dinas sangat bervariasi. Ada dinas yang menargetkan pendapatan sebesar Rp1 miliar namun realisasinya hanya Rp800 juta, sementara dinas lain dengan target serupa justru mampu melampaui target hingga Rp1,2 miliar.
“Ada yang tidak capai target, ada yang sesuai target, bahkan ada yang melampaui. Jadi kalau kita bicara kebocoran pajak, harus jelas dulu kebocorannya seperti apa. Jangan sampai istilah ini jadi bias dan multi tafsir,” ujar Pormes.
Pormes menilai, ketidakcapaian target belum tentu disebabkan oleh praktik kebocoran, melainkan bisa terkait dengan faktor kemampuan pengelolaan, efektivitas pemungutan pajak, maupun kondisi objektif di lapangan.
“Apakah yang tidak mencapai target itu karena tidak maksimal dalam pengelolaan atau pemungutan pajak? Itu yang nanti akan kita perdalam,” jelasnya.
Ia menegaskan, Panja DPRD Kota Ambon tidak akan melakukan justifikasi sepihak terhadap OPD yang tidak mencapai target PAD. Setiap dinas, kata dia, telah diberikan ruang untuk menjelaskan kendala dan faktor penyebab tidak tercapainya target pendapatan.
“Kita tidak bisa menghakimi secara sepihak. Intinya, mereka yang tidak capai target pun sudah memberikan penjelasan,” tambahnya.
Pormes menegaskan, Panja akan melanjutkan pendalaman secara komprehensif dan terukur, guna memastikan optimalisasi PAD berjalan transparan, adil, dan akuntabel, tanpa menciptakan stigma negatif yang tidak berdasar.(LM01)