Menteri Agama RI Beri Kuliah Umum di UIN A.M. Sangaji Ambon, Tegaskan Kurikulum Cinta dan Ekoteologi untuk Masa Depan Maluku

Ambon,LensoMerah.com–Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., memberikan kuliah umum di Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) A.M. Sangaji Ambon, Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Jumat (16/1/2026). Kuliah umum yang dimulai pukul 14.00 WIT tersebut mengangkat tema “Implementasi Kurikulum Cinta dan Ekoteologi dalam Membangun Masa Depan Maluku yang Damai, Adil, dan Berkeadaban (Refleksi 26 Tahun Bina Damai di Maluku)”.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan dan kehidupan keagamaan di Maluku, sekaligus menandai pengukuhan alih bentuk UIN A.M. Sangaji Ambon dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon.

Kuliah umum tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua DPD RI Letjen TNI (Purn.) Dr. Nono Sampono, Tenaga Ahli Menteri Agama RI Prof. Dr. H. Andi Salman Maggalatung, Sekretaris Menteri Agama RI Akmal Salim Ruhana, S.H.I., serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku.

Turut hadir Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, S.H., L.LM., Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.IK., M.Si., Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Maluku Dr. H. Yamin, S.Ag., M.Pd., Kepala Kanwil Haji dan Umrah Provinsi Maluku H. Djumadi Wali, S.Ag., M.H., Rektor UIN A.M. Sangaji Ambon Dr. Abidin Wakano, M.Ag., Rektor IAKN Ambon Prof. Dr. Yance Z. Rumahuru, M.A., Wali Kota Ambon Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si., tokoh agama lintas iman, serta sekitar 500 peserta dan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Rektor UIN A.M. Sangaji Ambon Dr. Abidin Wakano menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas kehadiran Menteri Agama RI yang sekaligus meresmikan universitas tersebut.

Ia menegaskan bahwa alih bentuk UIN A.M. Sangaji Ambon bukan hanya kebanggaan sivitas akademika, tetapi juga kebanggaan masyarakat Maluku. Saat ini, Maluku memiliki dua universitas negeri, yakni Universitas Pattimura dan UIN A.M. Sangaji Ambon.

“Sebagai gandong, kami berharap saudara kami IAKN Ambon dapat segera menyusul menjadi universitas. Nilai Maluku mengajarkan kepada kita: potong di kuku rasa di daging, sagu salempeng dibagi dua,” ujarnya.

Rektor juga melaporkan komitmen kampus dalam penguatan ekoteologi melalui penanaman seribu pohon endemik Maluku, seperti cengkeh hutan dan pala, serta rencana pembukaan Fakultas Kedokteran guna menjawab kebutuhan tenaga medis di wilayah timur Indonesia.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Menteri Agama RI terhadap pengembangan pendidikan tinggi keagamaan di Maluku.

Menurutnya, pengukuhan UIN A.M. Sangaji Ambon merupakan lompatan besar dalam sejarah pendidikan tinggi keagamaan di provinsi ini dan menjadi simbol kemajuan, toleransi, serta harmoni antarumat beragama.

“Maluku adalah rumah bersama. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling menguatkan. Karena itu, Kurikulum Cinta dan Ekoteologi sangat relevan dengan karakter masyarakat Maluku,” tegasnya.

Gubernur juga berharap agar ke depan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon dapat segera beralih bentuk menjadi universitas, sebagai wujud nyata harmoni dan keragaman di Maluku.

Dalam kuliah umumnya, Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Maluku merupakan laboratorium perdamaian Indonesia. Refleksi 26 tahun pascakonflik menunjukkan bahwa perdamaian lahir dari kesadaran kolektif, kerja keras, dan komitmen bersama untuk memuliakan martabat manusia di atas perbedaan.

Ia menjelaskan bahwa Kurikulum Cinta bukanlah mata pelajaran baru, melainkan pendekatan nilai dalam pendidikan yang menekankan kasih sayang, keadilan, kemanusiaan, dan hidup berdampingan secara damai.

“Agama harus hadir sebagai kekuatan moral yang mencerahkan dan membangun peradaban, bukan sumber konflik,” ujarnya.

Selain itu, konsep ekoteologi ditegaskan sebagai tanggung jawab keimanan dalam menjaga alam sebagai amanah Tuhan. Menurutnya, krisis ekologis merupakan refleksi krisis spiritual manusia, sehingga pendidikan harus menumbuhkan kesadaran ekologis berbasis iman.

“Masa depan Maluku yang damai, adil, dan berkeadaban hanya dapat dibangun melalui pendidikan yang memanusiakan manusia, kesadaran ekologis, serta dialog dan kerja sama lintas iman yang berkelanjutan,” tegas Menteri Agama.

Ia juga menekankan peran strategis mahasiswa dan perguruan tinggi, khususnya UIN A.M. Sangaji Ambon, sebagai pusat pengembangan Kurikulum Cinta dan ekoteologi di kawasan timur Indonesia.

Kuliah umum ini diharapkan menjadi tonggak penguatan perdamaian, keadilan sosial, dan keberlanjutan lingkungan di Maluku, sekaligus memperkokoh peran pendidikan tinggi keagamaan sebagai pilar pembangunan bangsa.(LM01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *