Marwah Melayu di Ujung Tanduk: Gedung LAM Bukit Batu Rusak, Pengurus dan DPRD Disentil

Bukit Batu — Kondisi Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Bukit Batu yang berdiri di kawasan Tanah Datuk Laksamana Raja Dilaut kian memprihatinkan. Bangunan yang memiliki nilai sejarah tinggi dan menjadi simbol marwah adat Melayu itu kini tampak terbengkalai, tidak terawat, dan nyaris kehilangan fungsinya sebagai pusat kegiatan adat.

Dari hasil pantauan di lapangan, kerusakan terlihat di berbagai bagian gedung. Cat dinding mengelupas, sejumlah fasilitas pendukung mengalami kerusakan, serta lingkungan sekitar tampak kumuh dan tidak terurus. Kondisi ini sangat kontras dengan gedung LAM di tingkat kabupaten yang berdiri lebih megah dan representatif sebagai simbol budaya Melayu.

Tokoh Gerakan Anak Melayu Laskar RMRB Kabupaten Bengkalis mengaku prihatin atas kondisi tersebut. Ia menilai bangunan yang berdiri di kawasan bersejarah seharusnya mendapatkan perhatian serius dari semua pihak.

“Gedung ini berdiri di Tanah Datuk Laksamana Raja Dilaut dan memiliki nilai sejarah yang tinggi. Sangat disayangkan jika dibiarkan terbengkalai tanpa perhatian,” ujarnya.

Menurutnya, terdapat ketimpangan dalam perhatian terhadap pelestarian adat Melayu. Gedung bersejarah di tingkat kecamatan justru terabaikan, sementara pembangunan simbol adat di pusat pemerintahan terlihat lebih diprioritaskan.

“Ini ironi. Yang memiliki nilai sejarah justru terbengkalai, sementara yang di pusat tampak megah. Ini menunjukkan belum adanya keadilan dalam perhatian terhadap adat Melayu,” tegasnya.

Kritik juga diarahkan kepada anggota DPRD Kabupaten Bengkalis dari daerah pemilihan Bukit Batu yang dinilai belum menunjukkan kepedulian nyata terhadap kondisi tersebut.

“Sebagai wakil rakyat, mereka harus peka. Jangan hanya hadir saat seremonial, tetapi juga memperjuangkan keberlanjutan aset adat di daerah,” tambahnya.

Selain itu, sorotan juga tertuju pada internal kepengurusan LAM Bukit Batu. Laskar Melayu RMRB Kabupaten Bengkalis menilai sekretaris LAM Bukit Batu lebih fokus mengurusi kegiatan seni budaya, sementara kondisi gedung dan marwah LAMR Bukit Batu justru terabaikan.

“Sekretaris LAM Bukit Batu dinilai lebih fokus pada kegiatan seni budaya, sementara gedung dan marwah LAMR Bukit Batu terbengkalai. Hal ini sangat disayangkan oleh Laskar Melayu RMRB Kabupaten Bengkalis,” ungkapnya.

Kekecewaan juga disampaikan langsung oleh Ketua Laskar Melayu RMRB Kabupaten Bengkalis terhadap sikap Sekretaris LAM Bukit Batu. Ia menilai adanya kurangnya penghargaan terhadap peran organisasi Melayu yang selama ini turut menjaga marwah adat di daerah.

“Ketua Laskar Melayu RMRB Kabupaten Bengkalis sangat menyayangkan sikap Sekretaris LAM Bukit Batu yang dinilai tidak menghargai kami selaku organisasi Melayu di Kabupaten Bengkalis. Padahal, kami hadir sebagai bagian dari elemen masyarakat yang peduli terhadap pelestarian adat dan marwah Melayu,” tegasnya.

Ia menambahkan, seharusnya ada sinergi dan komunikasi yang baik antara pengurus LAM dengan organisasi Melayu lainnya, bukan justru terkesan mengabaikan.

“Seharusnya kita saling merangkul, bukan berjalan sendiri-sendiri. Jika komunikasi tidak dibangun dengan baik, maka upaya menjaga marwah adat Melayu akan semakin lemah,” lanjutnya.

Dalam pernyataan yang lebih tegas, Ketua Laskar Melayu RMRB juga menekankan bahwa makna Melayu tidak boleh dipersempit hanya pada kegiatan seremonial semata.

“Melayu itu bukan hanya menari dan bernyanyi. Bukit Batu ini dikenal dengan sejarah Datok Laksamana, pejuang dan laskar pendekar. Nilai perjuangan itu yang harus dihidupkan kembali,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa peran lembaga adat seharusnya hadir dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat, bukan sekadar aktivitas simbolik.

“Jangan hanya menari dan bernyanyi, tapi juga harus bernyali memperjuangkan nasib masyarakat, khususnya di Bukit Batu,” tambahnya dengan nada tegas.

Desakan masyarakat kini semakin kuat agar dilakukan pembenahan secara menyeluruh, baik dari sisi fisik bangunan maupun tata kelola organisasi LAM di tingkat kecamatan.

Menurutnya, tanpa pengurus yang aktif dan bertanggung jawab, perbaikan gedung hanya akan menjadi solusi sementara.

“Perbaikan harus total. Gedungnya diperbaiki, pengurusnya juga harus dievaluasi. Kalau tidak, kondisi seperti ini akan terus berulang,” katanya.

Selain mengandalkan anggaran pemerintah, masyarakat juga mendorong adanya kerja sama dengan pihak swasta dan dunia usaha melalui skema yang transparan.

Desakan juga ditujukan kepada LAM Kabupaten Bengkalis agar lebih responsif terhadap kondisi tersebut.

“LAM kabupaten harus turun tangan. Ini bukan sekadar bangunan, tetapi simbol marwah Melayu yang harus dijaga bersama,” tutupnya.

Masyarakat berharap langkah cepat segera diambil. Jika tidak, Gedung LAM Bukit Batu akan terus menjadi simbol keterabaian terhadap warisan sejarah dan identitas adat Melayu di Tanah Datuk Laksamana Raja Dilaut.

Dari Tanggap Darurat Ke Pemulihan, Kilang Sungai Pakning Salurkan Bantuan Pasca Kebakaran Di Pasar Lama

SUNGAI PAKNING, 28 Maret 2026 – Pasca peristiwa kebakaran yang terjadi di kawasan ruko Pasar Lama Sungai Pakning sepekan yang lalu, berbagai upaya penanganan terus dilakukan, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan bagi warga terdampak. Pada saat kejadian, tim pemadam dari PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit II Produksi Sungai Pakning turut dikerahkan dengan menurunkan 2 unit fire truck dan sekitar 20 personel HSSE untuk membantu proses pemadaman bersama unsur pemadam kebakaran dan masyarakat hingga kondisi berhasil dikendalikan.

Kebakaran tersebut diketahui bermula dari salah satu bangunan dan dengan cepat merambat ke bangunan lain akibat tiupan angin yang cukup kuat. Peristiwa ini mengakibatkan 11 unit ruko terdampak dan berdampak pada 12 Kepala Keluarga (KK).

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak, Kilang Sungai Pakning menyalurkan bantuan pasca kebakaran berupa uang tunai dan pakaian layak pakai kepada 12 KK terdampak. Bantuan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) perusahaan yang turut didukung oleh donasi sukarela dari Perwira Pertamina, Perwira Pertiwi, serta AOC RU II Sungai Pakning.

Penyerahan bantuan dilakukan di posko kebakaran Sungai Pakning dan turut dihadiri oleh pihak pemerintah kelurahan setempat yang menyambut baik serta menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat terdampak.

Manager Production Kilang Sungai Pakning, Ririanti Safrida, menyampaikan duka mendalam atas musibah yang dialami warga.

“Kami turut berduka mendalam atas musibah kebakaran yang dialami oleh keluarga terdampak. Kami berharap bantuan yang diberikan, baik dari program CSR perusahaan maupun donasi sukarela Perwira Pertiwi dan AOC, dapat menjadi penyemangat bagi warga untuk bangkit kembali dan memulai aktivitas seperti sediakala,” ujar Ririanti.

Kilang Sungai Pakning berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam situasi darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan pasca bencana melalui berbagai program pemberdayaan dan kepedulian sosial.

Selain itu, Kilang Sungai Pakning juga menyalurkan bantuan kepada salah satu rumah warga yang terdampak kebakaran di Desa Sejangat, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di wilayah sekitar operasional perusahaan.

Pernah Digunakan KLHK, Inovasi Nozzle Gambut PT. Pertamina Patra Niaga RU II Sungai Pakning Kini Bantu Pemadaman Kebakaran Lahan Di Dumai

DUMAI : 25 Maret 2026 — Inovasi Nozzle Gambut karya Perwira Kilang Sungai Pakning kembali menunjukkan perannya dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Setelah sebelumnya dimanfaatkan oleh berbagai pihak, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), inovasi ini kini kembali digunakan melalui penyerahan bantuan Nozzle Gambut kepada Polres Dumai.

Area Manager Communication, Relations & CSR RU II Dumai, Tengku Muhammad Rum, menyampaikan bahwa hibah ini merupakan bentuk sinergi antara perusahaan dan aparat dalam memperkuat kesiapsiagaan serta respons cepat, seiring meningkatnya kejadian kebakaran lahan di Dumai dalam dua pekan terakhir.

“Kami berharap dukungan berupa Nozzle Gambut ini dapat membantu mempercepat proses pemadaman, terutama di lahan gambut yang memiliki karakteristik kebakaran bawah permukaan. Ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus hadir dan berkontribusi dalam menjaga keselamatan lingkungan serta masyarakat,” ujar Tengku Muhammad Rum.

Momentum ini menjadi bukti bahwa inovasi lokal yang lahir dari kebutuhan lapangan mampu terus relevan dan adaptif dalam menjawab tantangan kebakaran lahan gambut yang kompleks.Lebih dari sekadar bantuan, Nozzle Gambut menyimpan cerita inovasi yang lahir dari Sungai Pakning.

Nozzle Gambut merupakan teknologi pemadaman yang dirancang untuk mengatasi kebakaran di lahan gambut, termasuk bara api di bawah permukaan tanah. Dengan cara kerja menginjeksikan air langsung ke dalam lapisan gambut, alat ini mampu mempercepat proses pemadaman hingga tiga kali lebih efektif dibandingkan metode konvensional serta mengurangi risiko kebakaran berulang. Dilengkapi dengan komponen seperti kepala semprot dan tongkat penancap, alat ini dapat menjangkau titik api di atas maupun di dalam tanah sehingga efektif digunakan dalam berbagai kondisi kebakaran lahan gambut.

Manager Production Kilang Sungai Pakning, Ririanti Safrida, menyampaikan bahwa pemanfaatan kembali Nozzle Gambut dalam penanganan karhutla di Dumai menjadi bukti keberlanjutan inovasi yang berdampak.

“Kami berharap Nozzle Gambut ini dapat terus efektif dalam mendukung proses pemadaman, khususnya di lahan gambut dengan karakteristik kebakaran bawah permukaan. Dengan cara kerja yang menginjeksikan air langsung ke dalam lapisan gambut, proses pemadaman menjadi lebih cepat, tepat sasaran, dan mampu meminimalkan potensi kebakaran berulang. Kami juga berharap inovasi ini dapat diterapkan secara luas oleh seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran lahan gambut,” ujar Ririanti Safrida.

Ia menambahkan, dalam upaya mitigasi karhutla, Perwira Sungai Pakning akan terus menghadirkan inovasi-inovasi adaptif berbasis kebutuhan di lapangan.

“Selain Nozzle Gambut, kami juga mengembangkan Expintable, yaitu alat portabel penyedia air yang mampu mengambil sumber air langsung dari dalam lahan gambut. Inovasi ini diharapkan dapat mendukung proses pemadaman secara lebih cepat, terutama di wilayah yang sulit dijangkau sumber air,” tambahnya.

Lebih dari sekadar teknologi, Nozzle Gambut merupakan bagian dari perjalanan panjang program Kampung Gambut Berdikari sejak 2017, yang menekankan pendekatan kolaboratif antara perusahaan dan masyarakat dalam mitigasi karhutla.

Pendekatan ini bahkan telah membawa Kilang Sungai Pakning ke panggung internasional, seperti Conference of the Parties di Madrid tahun 2019 dan forum United Nations Framework Convention on Climate Change di Glasgow tahun 2021, sebagai contoh praktik baik dalam pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.

Seiring waktu, Nozzle Gambut telah dimanfaatkan oleh berbagai pihak, mulai dari Manggala Agni Provinsi Riau, pemerintah daerah, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) di wilayah Bukit Batu. Bahkan, dalam kejadian kebakaran besar di Rokan Hilir tahun lalu, inovasi ini turut digunakan dalam proses pemadaman bersama tim dari Sungai Pakning.

Kini, melalui penyerahan kepada Polres Dumai, inovasi Nozzle Gambut kembali hadir sebagai solusi nyata dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla, sekaligus menegaskan bahwa inovasi dari daerah mampu memberikan kontribusi berkelanjutan bagi penanganan bencana lingkungan di Indonesia

10 Ruko di Pasar Lama Sei Pakning Ludes Dilalap Api Subuh Hari, Warga Sempat Padamkan dengan Ember

SEI PAKNING – Peristiwa kebakaran hebat menghanguskan sedikitnya 10 unit rumah toko (ruko) di kawasan Pasar Lama, Sei Pakning, pada Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Api yang muncul saat warga masih bersiap melaksanakan sahur dan salat subuh itu dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan lain.

Kebakaran terjadi di gang sempit yang padat penduduk, sehingga menyulitkan akses warga maupun kendaraan untuk melakukan pemadaman. Kobaran api semakin sulit dikendalikan karena angin bertiup cukup kencang, membuat api menjalar dari satu ruko ke ruko lainnya dalam waktu singkat.

Sejumlah warga yang terbangun karena teriakan minta tolong langsung berhamburan keluar rumah. Dalam kondisi darurat, warga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, seperti ember dan air dari rumah sekitar, sembari menyelamatkan barang-barang penting.

Ketua Laskar RMRB Bengkalis yang berada di lokasi sejak awal kejadian menyebutkan, api berkembang sangat cepat sehingga diperlukan respons cepat untuk mengamankan warga.

“Api muncul sangat cepat, apalagi angin saat itu cukup kencang. Kami langsung bergerak di garis depan untuk membantu mengevakuasi warga, terutama yang tinggal di ruko dan rumah yang berdempetan,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat kebakaran terjadi, belum ada petugas pemadam kebakaran (damkar) yang tiba di lokasi, sehingga warga bersama relawan harus berjibaku lebih dulu mengendalikan api agar tidak meluas ke permukiman lainnya.

Selama kurang lebih setengah jam, warga secara gotong royong berupaya menahan laju api dengan peralatan sederhana. Baru setelah itu, unit pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman secara intensif hingga api berhasil dikendalikan.

Meski tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, kebakaran menyebabkan kerugian materi yang diperkirakan cukup besar. Sepuluh ruko yang terbakar sebagian besar merupakan bangunan semi permanen yang mudah dilalap api, sehingga dalam waktu singkat bangunan tersebut habis terbakar.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko kebakaran di kawasan permukiman padat dengan akses jalan sempit, yang kerap menyulitkan penanganan saat keadaan darurat.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang, sementara warga yang terdampak mulai membersihkan puing-puing dan mengamankan sisa barang yang masih dapat diselamatkan.

Aksi Nyata Insan Pers! AWAM Bengkalis Bagikan Puluhan Paket Sembako Door to Door

BENGKALIS – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Aliansi Wartawan Mandiri (AWAM) Kabupaten Bengkalis kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat kurang mampu dengan menyalurkan puluhan paket bahan pangan kepada kaum dhuafa di Kecamatan Bukit Batu.

Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan pada Rabu, 18 Maret 2025, dengan metode pembagian secara door to door guna memastikan bantuan tepat sasaran. Seluruh anggota AWAM turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan penuh semangat kebersamaan.

Sebelum penyaluran dilakukan, kegiatan diawali dengan ramah tamah antar anggota AWAM dari Pulau Bengkalis dan Kecamatan Bukit Batu, dilanjutkan dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur dan harapan agar kegiatan berjalan lancar.

Ketua AWAM Kabupaten Bengkalis, Basir, dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan sosial ini. Ia mengapresiasi kekompakan dan kontribusi seluruh anggota yang telah berperan aktif hingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

“Alhamdulillah, hari ini kita kembali dapat menyalurkan puluhan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini semua berkat kerja sama dan kepedulian dari seluruh anggota AWAM,” ujar Basir.

Ia juga mengungkapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan, di antaranya PT Pertamina Patra Niaga RU II Production Sungai Pakning, KSOP Kelas II Tanjung Buton, PT Pelindo Cabang Sungai Pakning, Bank Riau Kepri Syariah, PT Bengkalis Dockindo Perkasa, Koperasi Madani Berkah Bersama (MBB), Koperasi BBDM, serta sejumlah pihak lainnya.

“Dukungan dari berbagai pihak ini sangat berarti bagi kami. Semoga sinergi ini terus terjalin sehingga program-program sosial AWAM dapat terus berjalan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Basir menjelaskan, program penyaluran sembako ini telah berjalan sejak tahun 2021 dan kini memasuki tahun ke-6 pelaksanaannya. Program ini menjadi agenda rutin tahunan sebagai bentuk nyata kepedulian sosial AWAM terhadap masyarakat, khususnya menjelang hari besar keagamaan.

“InsyaAllah, kegiatan ini akan terus kami laksanakan setiap tahun. Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat, terutama kaum dhuafa, agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan di hari raya,” ungkapnya.

Ia juga berharap ke depan jumlah bantuan dan jangkauan penerima manfaat dapat terus meningkat seiring dengan semakin solidnya organisasi dan dukungan dari berbagai pihak.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk aksi sosial, tetapi juga mencerminkan peran insan pers sebagai bagian dari solusi di tengah masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, AWAM Bengkalis berkomitmen untuk terus hadir, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penggerak kepedulian sosial.

Di akhir kegiatan, Basir turut menyampaikan ucapan selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

“Minal aidin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi berkah bagi kita semua,” tutupnya.

Aksi Humanis Danramil Bukit Batu: Kapten Inf Ucok Doni Samosir Bersama Insan Pers Bagi Takjil ke Pengendara

Sungai Pakning – Suasana sore menjelang waktu berbuka puasa di kawasan Sei Pakning, Kecamatan Bukit Batu, tampak penuh kehangatan. Komandan Koramil (Danramil) 05 Bukit Batu Kapten Inf Ucok Doni Samosir bersama sejumlah insan pers dan masyarakat turun langsung ke jalan untuk berbagi takjil kepada para pengendara yang melintas.

Kegiatan sosial tersebut berlangsung di jalan utama Sei Pakning. Para pengendara sepeda motor yang melintas tampak antusias menerima paket takjil yang dibagikan secara langsung oleh Danramil bersama rekan-rekan media.

Dengan penuh keakraban, Kapten Ucok Doni Samosir menyapa para pengendara dan masyarakat yang melintas. Suasana santai dan penuh kebersamaan terlihat ketika warga menerima takjil sambil berbincang sejenak dengan para pembagi takjil.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan, tetapi juga menjadi momen mempererat hubungan antara TNI, insan pers, dan masyarakat di wilayah Bukit Batu.

Kehadiran Danramil di tengah masyarakat menunjukkan sosok pemimpin yang dekat dengan warga. Beberapa pengendara bahkan terlihat tersenyum dan mengucapkan terima kasih setelah menerima takjil yang dibagikan menjelang waktu berbuka puasa.

Usai kegiatan berbagi takjil, Danramil 05 Bukit Batu bersama para insan pers kemudian melanjutkan kegiatan dengan berbuka puasa bersama di Cafe Teras Mini pada Senin, 16 Maret 2026.

Kegiatan buka puasa bersama tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Momen ini juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antara TNI dan insan pers yang selama ini turut berperan dalam menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat.

Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, diharapkan hubungan harmonis antara aparat TNI, media, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik, serta semakin memperkuat semangat kebersamaan di wilayah Kecamatan Bukit Batu, khususnya di Sei Pakning.

Kedekatan yang ditunjukkan Kapten Inf Ucok Doni Samosir kepada masyarakat pun menjadi contoh bahwa kehadiran aparat TNI di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjalankan tugas negara, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat sehari-hari.

Semarak Ramadhan, Pemuda dan Pengurus Masjid Al-Huda Sungai Pakning Berbagi Takjil kepada Pengguna Jalan

BENGKALIS- SUNGAI PAKNING – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan ditunjukkan oleh Ikatan Pemuda Gawar-Gawar dan Sekitarnya (IKAPEGAS) bersama Pemuda dan pengurus Masjid Al-Huda dengan menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat di Sungai Pakning, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis.
Kegiatan sosial tersebut dilakukan dengan membagikan ratusan paket takjil kepada para pengguna jalan yang melintas di sekitar kawasan Masjid Al-Huda menjelang waktu berbuka puasa. Para pemuda terlihat antusias turun langsung ke jalan untuk menyerahkan takjil kepada pengendara sepeda motor maupun mobil yang melintas.
Ketua IKAPEGAS, Zulfadli, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemuda terhadap masyarakat sekaligus upaya mempererat silaturahmi di bulan yang penuh berkah.
“Ramadhan adalah momentum untuk berbagi dan memperkuat kebersamaan. Melalui kegiatan ini kami berharap dapat membantu masyarakat yang sedang dalam perjalanan agar dapat berbuka puasa tepat waktu,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua Pemuda Masjid Al-Huda, Aditya Marrizky, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil ini juga menjadi sarana menumbuhkan semangat kebersamaan di kalangan generasi muda serta meningkatkan peran pemuda dalam kegiatan sosial dan keagamaan.
“Alhamdulillah kegiatan ini mendapat dukungan dari para pemuda, pengurus masjid, serta masyarakat sekitar. Harapannya kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap bulan Ramadhan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Arma Wandi selaku Wakil Ketua IKAPEGAS yang juga merupakan anggota Laskar RMRB Bengkalis turut menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan berbagi takjil ini menjadi contoh nyata kepedulian pemuda terhadap masyarakat.


“Kami sangat bangga melihat semangat para pemuda dan pengurus masjid yang bersama-sama melaksanakan kegiatan sosial ini. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi pemuda lainnya untuk melakukan hal-hal positif di tengah masyarakat,” ujarnya.
Setelah kegiatan pembagian takjil, para pemuda dan pengurus masjid juga melaksanakan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut dengan lancar.
Kegiatan ini pun mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak pengendara yang mengapresiasi aksi para pemuda yang dinilai membawa pesan kebaikan dan kepedulian di tengah masyarakat selama bulan suci Ramadhan.
Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan semangat berbagi dan kebersamaan di Sungai Pakning, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, terus terjaga serta menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk melakukan kegiatan positif di bulan Ramadhan.

Polsek Bukit Batu Ringkus Dua Pria Diduga Terlibat Narkotika di Sei Pakning

BENGKALIS – Jajaran Polsek Bukit Batu, Polres Bengkalis kembali mengungkap dugaan tindak pidana penyalahgunaan narkotika di wilayah hukumnya. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua orang pria berinisial S (27) dan Z.A (41) bersama barang bukti yang diduga narkotika jenis sabu.

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Salah Siregar, S.I.K., M.Si melalui Kasi Humas AIPDA Juliandi Bazrah, S.Pd menyampaikan bahwa penangkapan dilakukan pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di wilayah Desa Sei Pakning, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis.

“Penangkapan dilakukan di tepi jalan samping Wisma Ratu, Jalan Jenderal Sudirman, setelah petugas menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan aktivitas penyalahgunaan narkotika di lokasi tersebut,” ujar Juliandi.

Menindaklanjuti informasi itu, tim opsnal Polsek Bukit Batu langsung melakukan penyelidikan di lapangan. Saat berada di lokasi yang dimaksud, petugas mendapati dua orang pria yang gerak-geriknya mencurigakan.

Petugas kemudian melakukan pengamanan dan penggeledahan terhadap keduanya.

“Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan satu paket plastik diduga berisi narkotika jenis sabu, satu unit handphone Samsung, satu unit handphone Oppo, serta satu lembar kertas yang dilakban warna hitam,” jelasnya.

Kedua pria tersebut bersama seluruh barang bukti kemudian diamankan dan dibawa ke Polsek Bukit Batu Polres Bengkalis untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Selain itu, petugas juga melakukan tes urine terhadap kedua tersangka dan hasilnya menunjukkan positif methamphetamine (+).

Saat ini, kedua tersangka masih menjalani proses penyidikan oleh penyidik Polsek Bukit Batu dan disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari komitmen Polres Bengkalis dalam mendukung Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar terus berperan aktif membantu aparat penegak hukum dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan sekitar.