Wali Kota Ambon Resmikan Jaringan Air Bersih di Ponegoro Atas, Targetkan 200 KK Terlayani

Ambon,LensoMerah.com – Pemerintah Kota Ambon kembali memperluas akses layanan dasar bagi masyarakat dengan meresmikan jaringan air bersih di kawasan Ponegoro Atas, Kamis (15/1/2026).

Peresmian tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, didampingi jajaran Pemerintah Kota dan PDAM Tirta Yapono Kota Ambon sebagai pelaksana teknis.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa penyediaan air bersih merupakan program prioritas utama Pemerintah Kota Ambon di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Ely Toisutta. Hal ini dilatarbelakangi oleh masih adanya warga yang belum menikmati akses air bersih secara layak.

“Kota Ambon sudah berusia 450 tahun, tetapi sampai hari ini masih ada warga yang belum terakses air bersih. Karena itu, dalam lima tahun kepemimpinan kami, fokus utama adalah mengurangi jumlah warga yang belum menikmati layanan air bersih,” tegas Wattimena.

Wattimena menyampaikan rasa syukur karena hingga menjelang satu tahun masa kepemimpinannya, sejumlah titik jaringan air bersih telah berhasil dibuka oleh PDAM Tirta Yapono. Menurutnya, kerja-kerja tersebut mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kalau ini kita lakukan secara konsisten selama lima tahun, saya yakin jumlah masyarakat yang belum terakses air bersih akan berkurang secara signifikan,” ujarnya.

Untuk wilayah Ponegoro Atas, jaringan air bersih yang diresmikan hari ini direncanakan akan melayani sekitar 200 kepala keluarga. Panjang jaringan mencapai kurang lebih 500 meter, dengan sumber air yang ditarik dari lokasi terdekat.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga mengingatkan bahwa setiap layanan publik yang disediakan pemerintah disertai dengan kewajiban masyarakat, termasuk dalam hal pembayaran biaya pemasangan dan retribusi air.

“Pemerintah bertugas menyiapkan jasa, masyarakat membantu dengan membayar pemasangan dan iuran air sesuai pemakaian. Pakai banyak bayar banyak, pakai sedikit bayar sedikit. Ini adil,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemasangan jaringan air bersih merupakan investasi jangka panjang, bahkan untuk kebutuhan seumur hidup. Karena itu, Pemerintah Kota bersama PDAM memberikan kemudahan pembayaran secara cicilan hingga tiga kali bagi masyarakat.

Wattimena juga mendorong keterlibatan anggota DPRD daerah pemilihan setempat untuk ikut membantu masyarakat, khususnya dalam meringankan biaya sambungan air ke rumah-rumah warga.

“Pemerintah sudah bangun jaringannya. DPRD diharapkan membantu masyarakat agar sambungan air bisa masuk ke rumah masing-masing. Ini kerja kolaborasi,” katanya.

Menurutnya, persoalan air bersih tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat.

Di akhir sambutan, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada PDAM Tirta Yapono Kota Ambon yang dinilai konsisten dan bekerja nyata dalam memastikan masyarakat memperoleh akses air bersih, termasuk di wilayah-wilayah dengan kondisi geografis sulit.

Ia mencontohkan proyek penarikan air di wilayah lain yang mencapai 4.100 meter akibat lokasi permukiman berada di daerah pegunungan, sehingga membutuhkan biaya operasional besar.

“Kita punya sumber air, tapi tantangannya adalah menarik air ke wilayah-wilayah yang berada di ketinggian. Karena itu, dukungan masyarakat sangat penting agar pelayanan ini bisa berkelanjutan,” ujarnya.

Wali Kota berharap, dalam waktu dekat akan kembali dibuka titik-titik jaringan air bersih baru di berbagai wilayah Kota Ambon, sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaat langsung dari program tersebut.

“Air bersih adalah hak dasar. Pemerintah Kota Ambon akan terus bekerja agar layanan ini semakin merata dan berkeadilan,” pungkasnya.(LM02)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *