Bentuk Tim Pencarian Warga Binaan yang Kabur, Lapas Pasir Koordinasi Dengan APH

rmrbnews.com, Pasir Pangaraian — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangaraian membenarkan adanya 1 (satu) orang warga binaan yang melarikan diri dari Lapas Pasir Pangaraian, Kabupaten Rokan Hulu, Senin (5/10/2026) sekitar pukul 16.15 WIB.

Warga binaan tersebut diketahui berinisial RI, merupakan Tahanan dengan Status Tahanan A III dengan perkara tindak pidana narkotika sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Peristiwa tersebut terjadi setelah waktu Ashar. Berdasarkan informasi awal, warga binaan tersebut melarikan diri dengan cara memanjat atap kamar hunian, kemudian melompat ke tembok pagar Lapas Pasir Pangaraian, lalu melompat keluar pagar.

Dan terlihat Petugas di Pos 6 dan langsung menghubungi Komandan Jaga, dan langsung melakukan pengejaran ke samping tembok luar Lapas, ke arah Perkebunan warga dan hutan rawa dibelakang Lapas.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, jajaran Lapas Pasir Pangaraian langsung melakukan langkah-langkah pengamanan dan pencarian.

Tim pencarian telah dibentuk dan personel telah disebar ke sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan warga binaan tersebut.
Kalapas Pasir Pangaraian, Efendi P Purba, menjelaskan bahwa pihaknya bersama jajaran terus melakukan upaya pencarian terhadap warga binaan tersebut.

“Saat ini jajaran Lapas Pasir Pangaraian terus melakukan pencarian terhadap warga binaan tersebut. Tim telah dibentuk dan disebar di beberapa titik untuk melakukan penyisiran dan pencarian,” jelas Efendi.

Efendi menegaskan bahwa pihak Lapas Pasir Pangarayan terus berkoordinasi dengan Polres Rokan Hulu dan Koramil 02 Rambah dalam rangka mempercepat proses pencarian dan memastikan warga binaan tersebut dapat segera ditemukan.

Kemudian, Lapas Pasir Pangarayan juga telah membentuk Tim Investigasi Internal, untuk mengisolasi area kejadian dan melakukan pemeriksaan internal terhadap petugas piket guna mengetahui kronologi pasti serta motif dan modus operandi nya serta apabila ada ditemui unsur keterlibatan dan kelalaian petugas, maka akan diberikan sanksi yang tegas dan terukur sesuai aturan yang berlaku.

Kejadian ini juga telah dilaporkan ke ditjen Pas dan kantor wilayah Ditjenpas Riau

Lapas Pasir Pangaraian juga mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui keberadaan atau mendapatkan informasi terkait warga binaan tersebut agar segera menyampaikan informasi kepada petugas atau aparat penegak hukum terdekat.

Proses pencarian dan penanganan kejadian masih terus dilakukan. Lapas Pasir Pangaraian akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut sesuai dengan hasil di lapangan.**

Tim Pengabdian UNRI Kenalkan Teknologi Pakan Mandiri Berbasis Ikan Rucah Lokal Budidaya Nila di KUB Mundam Jaya Dumai

rmrbnews.com, DUMAI – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau (UNRI) melaksanakan kegiatan pengembangan teknologi pakan mandiri berbasis ikan rucah lokal bersama Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mundam Jaya di Kelurahan Mundam, Kota Dumai, Rabu (9/9/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keberlanjutan usaha budidaya ikan nila yang dijalankan kelompok.

Kegiatan bertajuk “Pengembangan Teknologi Pakan Mandiri Berbasis Ikan Rucah Lokal sebagai Upaya Peningkatan Keberlanjutan Usaha Budidaya Ikan Nila di KUB Mundam Jaya, Kota Dumai” ini diketuai oleh Heri Masjudi, S.Pi, M.Si. Anggota tim terdiri atas Prof. Dr. Ir. Usman M. Tang, M.S., Ir. Rusliadi, M.Si, Morion Saspriatnadi, S.T., M.Ars, Anisa Mutamima, B.Eng., M.Eng., dan Suhendri, S.T., M.T.

Menurut Heri Masjudi, pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan, sehingga pembudidaya perlu memiliki alternatif pakan yang murah dan mudah didapat. “Di wilayah pesisir seperti Dumai, ikan rucah tersedia cukup melimpah. Bahan ini kami manfaatkan sebagai sumber protein untuk pakan mandiri agar pembudidaya tidak terlalu bergantung pada pakan pabrikan yang harganya terus naik,” ujarnya

Kegiatan diikuti oleh 15 peserta dari anggota KUB Mundam Jaya. Mereka mendapat pelatihan yang mencakup pengolahan ikan rucah sebagai bahan baku, penyusunan formulasi pakan, dan pencetakan pakan menggunakan mesin
Selain pelatihan, tim pengabdian menyerahkan bantuan berupa kolam ikan dan mesin pakan mini sederhana kepada KUB Mundam Jaya.

Kolam digunakan untuk menambah kapasitas budidaya ikan nila, sedangkan mesin pakan mini membantu kelompok memproduksi pakan sendiri dari bahan baku lokal. Peralatan ini diharapkan dapat langsung dimanfaatkan anggota kelompok dalam kegiatan budidaya sehari-hari.

Ketua KUB Mundam Jaya, Sulaiman, menyambut baik kegiatan ini. Ia berharap bantuan dan teknologi yang diperkenalkan dapat menekan biaya produksi dan meningkatkan keuntungan anggota kelompok. “Kami berterima kasih kepada tim Universitas Riau. Dengan pakan buatan sendiri, kami berharap biaya pakan bisa ditekan dan usaha nila kami bisa terus berjalan,” katanya

Melalui program ini, tim pengabdian berharap KUB Mundam Jaya mampu memproduksi pakan secara mandiri dan berkelanjutan. Program ini juga diharapkan menjadi contoh pemanfaatan sumber daya lokal bagi kelompok pembudidaya ikan lainnya di Kota Dumai dan sekitarnya.**

Hujan Tak Surutkan Semangat, Lurah Cup II Pangkalan Kerinci Barat Resmi Bergulir

rmrbnews.com, PELALAWAN — Guyuran hujan mengiringi pembukaan Open Tournament Mini Soccer II Lurah Cup II Pangkalan Kerinci Barat Tahun 2026 di Lapangan Merdeka KM 5, Kelurahan Kerinci Barat, Kamis (1/10/2026).

Turnamen tersebut digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pelalawan ke-27 Tahun 2026. Meski hujan turun, antusiasme para pemain, panitia dan masyarakat tetap terlihat dalam pembukaan kegiatan.

Sebanyak 32 club ikut ambil bagian dalam kompetisi yang mengusung semangat “Junjung Tinggi Sportivitas — Fair Play yang Paling Utama.”

Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk menunjukkan kemampuan terbaik masing-masing club, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan serta mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk aktif dalam kegiatan olahraga.

Turut hadir dalam pembukaan Ketua PSSI Pelalawan Wazir Syah, S.H., Ketua KONI Pelalawan Marjohan, Camat Pangkalan Kerinci Junaidi, S.Pd., M.Si., Lurah Kerinci Barat Yogi Setiawan, S.STP., M.Si., RT/RW, serta sejumlah unsur terkait.

Erwan B., S.Pd. dalam sambutannya secara resmi membuka Open Tournament Mini Soccer II Lurah Cup II Pangkalan Kerinci Barat.

Erwan menyampaikan ucapan selamat bertanding kepada seluruh club yang mengikuti kompetisi tersebut. Ia mengingatkan agar seluruh peserta tetap menjunjung tinggi sportivitas dan fair play selama pertandingan.

“Selamat bertanding kepada seluruh peserta. Jaga sportivitas dan junjung tinggi fair play. Mari kita jadikan turnamen ini sebagai ajang silaturahmi dan kebersamaan,” ujar Erwan.

Menurutnya, pertandingan bukan semata-mata tentang kemenangan, tetapi juga bagaimana seluruh peserta mampu menjaga persaudaraan dan menciptakan kompetisi yang sehat.

Erwan juga berharap momentum turnamen tersebut dapat semakin menyemarakkan peringatan HUT Kabupaten Pelalawan ke-27.

“Kita berharap Kabupaten Pelalawan semakin Menawan. Mari kita isi momentum HUT Kabupaten Pelalawan ke-27 ini dengan kegiatan-kegiatan positif yang dapat membangun semangat kebersamaan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Lurah Kerinci Barat Yogi Setiawan, S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya turnamen.

Ia berharap Lurah Cup II dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat.

“Yang terpenting bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kita membangun kebersamaan melalui olahraga. Menang dan kalah adalah bagian dari pertandingan, tetapi fair play harus tetap kita kedepankan,” ujar Yogi.

Ia juga mengingatkan para pemain untuk menghormati lawan dan keputusan wasit serta menjaga suasana pertandingan agar tetap aman dan kondusif.

“Bertandinglah dengan semangat dan kemampuan terbaik. Tetapi jangan sampai karena pertandingan kita kehilangan rasa persaudaraan. Kita ingin Lurah Cup ini menjadi ajang olahraga sekaligus silaturahmi,” tambahnya.

32 Club, Satu Semangat

Sebanyak 32 club akan bersaing menunjukkan kemampuan terbaik dalam turnamen tersebut. Kehadiran puluhan tim menjadi gambaran antusiasme masyarakat terhadap olahraga, khususnya mini soccer.

Hujan yang turun saat pembukaan justru memberikan warna tersendiri bagi dimulainya Lurah Cup II. Semangat peserta dan masyarakat tidak surut. Lapangan Merdeka KM 5 menjadi titik awal bergulirnya kompetisi yang diharapkan berlangsung meriah, aman dan sportif.

Selain menjadi ajang olahraga, turnamen ini juga menjadi bagian dari semangat masyarakat Kelurahan Kerinci Barat dalam memeriahkan 27 tahun perjalanan Kabupaten Pelalawan.

Kini, setiap club memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di lapangan.

Bertanding boleh sengit, tetapi persaudaraan tetap dijaga. Mengejar kemenangan boleh, tetapi sportivitas harus menjadi yang utama.

“Junjung Tinggi Sportivitas — Fair Play yang Paling Utama.”**

Bapenda Pelalawan dan BPN Jalin Kerja Sama Pertukaran Data Digital untuk Percepatan Layanan BPHTB

rmrbnews.com, PELALAWAN – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pelalawan bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pelalawan resmi menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam bentuk pertukaran data digital. Kerja sama ini ditandatangani langsung oleh Kepala Bapenda Pelalawan Jahlelawati SE, dan Plt Kepala BPN Pelalawan Suratmin SH MH.

Kerja sama ini merupakan langkah strategis kedua instansi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya terkait administrasi pertanahan dan perpajakan daerah di Kabupaten Pelalawan. Perjanjian ini dilaksanakan (23/9 ) kemarin.

Ruang lingkup Perjanjian Kerja Sama ini cukup luas, meliputi sinkronisasi Nomor Induk Bidang dan Nomor Objek Pajak, integrasi data Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dengan data objek layanan pendaftaran tanah secara *host to host*, pemanfaatan dan pertukaran data bidang tanah yang telah terpetakan dan Zona Nilai Tanah, penyediaan data dan informasi Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), serta pemanfaatan data dan informasi perpajakan daerah.

Selain itu, dalam rangka penyediaan sistem *web service* berbasis REST JSON, apabila diperlukan, para pihak dapat berkoordinasi dengan Pusat Data dan Informasi Pertanahan, Tata Ruang dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pelalawan Jahlelawati SE didampingi Kabid PBB dan BPHTB Bapenda Kabupaten Pelalawan Khairul Sabar kepada Dumaiposnews.com, Kamis (1)/10). Dikatakannya, bahwa kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

” Ya, kita berharap dengan adanya kerja sama ini, pengurusan BPHTB bisa lebih cepat dan akurat,”terangnya.

Jahlelawati menambahkan,bahwa dengan integrasi data digital antara Bapenda dan BPN, proses verifikasi dan validasi data pertanahan serta perpajakan diharapkan menjadi lebih efisien, transparan, dan akuntabel. Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong transformasi digital pelayanan publik.

” Kerja sama ini juga mengatur aspek kerahasiaan data, di mana seluruh data dan informasi yang diperoleh dalam rangka pelaksanaan perjanjian dinyatakan bersifat rahasia dan hanya dapat digunakan untuk maksud dan tujuan perjanjian. Selain itu, biaya yang timbul akibat pelaksanaan kerja sama akan ditanggung oleh para pihak secara proporsional sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,”tutupnya.***

Hujan Deras Sambut Juhendri, Bacalon Kades Sungai Ara Keempat Serahkan Dokumen Pencalonan

rmrbnews.com, PELALAWAN — Hujan deras mengiringi langkah Juhendri alias Joe Kacaw saat mendatangi Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sungai Ara, Rabu (30/9/2026). Kedatangannya untuk menyerahkan dokumen persyaratan pencalonan sebagai bakal calon Kepala Desa Sungai Ara.

Meski hujan turun cukup deras, Juhendri tetap datang dan menyerahkan berkas pencalonannya. Suasana tersebut menjadi bagian tersendiri dalam perjalanan dirinya untuk ikut mengambil bagian dalam proses demokrasi di tingkat desa.

Usai menyerahkan dokumen kepada panitia, Juhendri alias Joe Kacaw menyampaikan bahwa keputusannya maju sebagai bakal calon Kepala Desa Sungai Ara bukan semata-mata soal pencalonan, tetapi juga bentuk keinginan untuk ikut berbuat dan mengabdikan diri bagi masyarakat.

“Saya datang bukan karena merasa paling hebat dan bukan pula karena merasa paling mampu. Saya datang karena ingin ikut berbuat untuk kampung halaman. Bagi saya, Sungai Ara adalah tanah tempat saya tumbuh dan bagian dari tanggung jawab kita bersama untuk menjadikannya lebih baik,” ujar Juhendri.

Ia menegaskan, proses Pilkades hendaknya dijalankan dengan suasana kekeluargaan, mengedepankan musyawarah dan menghormati setiap pilihan masyarakat.

“Pilkades ini jangan sampai membuat kita terpecah. Siapa pun yang maju adalah putra-putri Sungai Ara. Kita boleh berbeda pilihan, tetapi persaudaraan harus tetap dijaga. Menang atau kalah dalam kontestasi adalah bagian dari proses, tetapi menjaga marwah dan persatuan kampung adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Menurut Juhendri, hujan yang turun saat dirinya mengantarkan berkas pencalonan justru menjadi sebuah pengalaman yang akan dikenang.

“Hujan hari ini saya anggap sebagai bagian dari perjalanan. Kita tidak pernah tahu seperti apa cuaca di depan, tetapi yang penting kita tetap melangkah. Mudah-mudahan niat baik ini mendapat ridha Allah SWT dan memberikan manfaat bagi masyarakat Sungai Ara,” ucapnya.

Juhendri juga mengajak seluruh masyarakat Sungai Ara untuk bersama-sama menjaga suasana Pilkades agar tetap aman, damai, santun, dan bermartabat.

“Mari kita kedepankan musyawarah dan mufakat. Jangan karena perbedaan pilihan kita menjadi bermusuhan. Apa pun hasilnya nanti, Sungai Ara tetap rumah kita bersama,” tutupnya.**

Industri Sawit Besar di Riau, LPKSM RMRB Dorong Transparansi Alokasi MinyaKita

rmrbnews.com, PEKANBARU – Provinsi Riau merupakan salah satu daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia. Namun, di tengah besarnya industri sawit dan pengolahan minyak goreng di daerah ini, masyarakat masih menghadapi persoalan ketersediaan dan harga MinyaKita.

Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) RMRB menyoroti perlunya transparansi mengenai alokasi Domestic Market Obligation (DMO) dan distribusi MinyaKita, khususnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Riau.

Pasalnya, HET MinyaKita masih ditetapkan Pemerintah Rpovinsi Riau Rp15.700 per liter. Namun, berdasarkan pantauan lapangan, harga MinyaKita di sejumlah pasar, toko dan ritel di Pekanbaru dan Kabupaten Kampar saat ini berada di kisaran Rp19.000 hingga Rp21.000 per liter.

Kondisi tersebut membuat konsumen harus membayar Rp3.300 hingga Rp5.300 lebih mahal dari HET.

LPKSM RMRB menilai kondisi ini perlu ditelusuri dari hulu hingga hilir. Bukan hanya pedagang yang perlu diawasi, tetapi juga alokasi DMO, produsen, distributor D1 dan D2, hingga distribusi ke pengecer.

Beberapa hal yang perlu diverifikasi antara lain:

– Berapa jumlah produsen MinyaKita di Riau?

– Berapa kewajiban DMO masing-masing produsen?

– Berapa volume MinyaKita yang dialokasikan untuk Riau?

– Berapa yang benar-benar disalurkan ke Pekanbaru dan kabupaten/kota lainnya?

– Siapa distributor yang menerima alokasi?

– Apakah ada alokasi dari Riau yang didistribusikan ke luar daerah?

– Mengapa harga di tingkat konsumen bisa mencapai Rp19.000-Rp21.000 ketika HET Rp15.700?

“Yang perlu dibuka bukan hanya data produksi, tetapi juga alokasi dan distribusinya. Masyarakat Riau harus mendapatkan kepastian MinyaKita tersedia dengan harga sesuai ketentuan,” demikian sikap LPKSM RMRB.

LPKSM RMRB mendorong pemerintah dan pihak terkait melakukan pengawasan menyeluruh terhadap rantai distribusi MinyaKita. Riau sebagai daerah penghasil sawit jangan sampai mengalami kesulitan mendapatkan minyak goreng rakyat.**

Heboh Lahan 58 Hektare, Kades Kemang Dilaporkan Masyarakat ke Kejari Pelalawan

rmrbnews.com, PANGKALAN KERINCI – Polemik pengelolaan lahan di Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, kembali mencuat. Sejumlah masyarakat Desa Kemang resmi melaporkan Kepala Desa Kemang berinisial LH ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan, Senin (28/9/2026).

Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dan penerimaan pemberian berupa lahan serta tanaman kelapa sawit seluas sekitar 58 hektare, yang menurut pelapor diduga diterima oleh oknum kepala desa dari pihak perusahaan.

Laporan masyarakat itu juga mempertanyakan transparansi terkait lahan seluas sekitar 100 hektare yang sebelumnya disebut diperoleh masyarakat Desa Kemang dan dikelola melalui Koperasi Produsen Kemang Maju Bersama.

Usai menyerahkan laporan, salah seorang warga Desa Kemang, Sasmawati, didampingi pengurus Koperasi Produsen Kemang Maju Bersama, menyampaikan keterangan kepada awak media dalam konferensi pers di halaman Kantor Kejari Pelalawan.

Sasmawati menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima masyarakat, lahan yang sebelumnya dikelola PT Langgam Inti Hibrindo (LIH) kini disebut berada dalam pengelolaan PT Permata Hijau Indonesia (PHI).

Menurutnya, terdapat areal perkebunan kelapa sawit yang diduga berada di luar IUP maupun HGU perusahaan dengan luas sekitar 595 hektare, yang terdiri dari sekitar 300 hektare di wilayah Desa Kemang dan sekitar 295 hektare di Desa Palas.

“Dalam proses memperjuangkan lahan tersebut, Kepala Desa Kemang ikut mewakili masyarakat untuk memperjuangkan tanah sekitar 300 hektare yang menjadi hak masyarakat Desa Kemang,” ujar Sasmawati berdasarkan keterangan dalam laporan yang disampaikan kepada Kejari Pelalawan.

Dari proses perjuangan tersebut, lanjutnya, masyarakat Desa Kemang kemudian memperoleh lahan sekitar 100 hektare yang selanjutnya dikelola oleh Koperasi Produsen Kemang Maju Bersama.

Namun, masyarakat kemudian memperoleh informasi yang mempertanyakan adanya dugaan pemberian lahan dan tanaman kelapa sawit sekitar 58 hektare kepada oknum kepala desa.

Pelapor menduga lahan tersebut berkaitan dengan proses perjuangan mendapatkan lahan masyarakat Desa Kemang.

“Akibat dugaan pemberian tersebut, masyarakat menilai terdapat hak yang seharusnya dapat diperoleh masyarakat Desa Kemang,” demikian inti laporan yang disampaikan kepada Kejari Pelalawan.

Dalam laporan tersebut, masyarakat juga menghitung potensi kerugian sekitar Rp20,3 miliar. Perhitungan itu didasarkan pada luas lahan sekitar 58 hektare dengan asumsi harga sekitar Rp350 juta per kapling seluas dua hektare.

Pelapor menegaskan, nilai tersebut belum termasuk dugaan kerugian atau persoalan terhadap lahan lainnya yang disebut mencapai lebih dari 100 hektare.

Masyarakat Desa Kemang berharap Kejari Pelalawan dapat melakukan pemeriksaan dan penelusuran secara menyeluruh terhadap seluruh rangkaian persoalan tersebut, termasuk status lahan, proses penyerahan lahan, pihak-pihak yang terlibat, serta penggunaan dan pengelolaan lahan yang dipersoalkan.

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Pelalawan Pajri Aef Sanusi, S.H., melalui Kepala Subseksi Ekonomi, Keuangan dan Pengamanan Pembangunan Strategis Intelijen Kejari Pelalawan, Teguh Utama Setiadi, S.H., membenarkan pihaknya telah menerima laporan masyarakat Desa Kemang.

“Kami menyambut baik laporan dari masyarakat Desa Kemang. Tentunya atas laporan tersebut kami terima dan akan kami proses sesuai aturan,” ujar Teguh.

Dengan diterimanya laporan tersebut, masyarakat kini menunggu tindak lanjut aparat penegak hukum untuk mengklarifikasi berbagai informasi dan dugaan yang disampaikan dalam laporan.**

Asian Agri Perkuat Patroli dan Respons Lapangan Hadapi Karhutla di Riau

rmrbnews.com, Pekanbaru, 28 September 2026 – Asian Agri memperkuat patroli dan pemantauan area rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. Kesiapan personel dan peralatan juga ditingkatkan agar tim dapat bergerak cepat ketika ditemukan kebakaran, baik di dalam area operasional maupun di wilayah sekitar yang membutuhkan dukungan penanganan.

Di sejumlah wilayah operasionalnya, Asian Agri meningkatkan frekuensi patroli rutin dan pemantauan titik panas atau hotspot, serta memastikan kesiapan sumber air dan peralatan pemadam. Setiap indikasi titik panas yang terpantau ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan untuk memastikan kondisi aktual dan menentukan respons yang diperlukan.

Ketika hasil pengecekan menunjukkan adanya potensi kebakaran, tim Asian Agri bergerak membantu proses pemadaman bersama masyarakat dan pihak terkait. Dukungan tidak terbatas pada area perusahaan, tetapi juga diberikan untuk membantu penanganan kebakaran di sekitar wilayah operasional guna mengendalikan api dan mencegahnya meluas.
Putu Grhyate Yonata Aksa, Senior Manager Sustainability Operations & CSR Asian Agri, mengatakan pencegahan tetap menjadi prioritas utama, sementara kesiapan untuk merespons kondisi di lapangan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya tersebut.

“Patroli dan pemantauan terus kami tingkatkan agar potensi kebakaran dapat diketahui sedini mungkin. Ketika ditemukan kebakaran, tim kami juga siap bergerak bersama masyarakat dan pihak terkait untuk membantu melakukan penanganan, termasuk apabila lokasi kebakaran berada di luar area perusahaan,” ujar Putu.

Selain membantu proses pemadaman, Asian Agri juga memberikan dukungan kepada masyarakat di sekitar area terdampak, termasuk melalui pembagian masker untuk membantu mengurangi paparan asap di sejumlah lokasi. Dukungan tersebut dilakukan bersamaan dengan koordinasi di lapangan untuk menyesuaikan respons dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Respons terhadap kebakaran berjalan beriringan dengan upaya pencegahan jangka panjang yang dilakukan Asian Agri bersama masyarakat. Sejak 2016, perusahaan menjalankan Program Desa Bebas Api (DBA) untuk memperkuat kemampuan masyarakat dan Masyarakat Peduli Api (MPA) dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons potensi kebakaran sejak dini.

Melalui program tersebut, Asian Agri mendorong edukasi mengenai bahaya karhutla, patroli dan pemantauan, pelaporan dini, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, serta praktik pembukaan lahan tanpa bakar. Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam pencegahan karena berada paling dekat dengan wilayahnya dan dapat berperan dalam mendeteksi risiko sejak awal.

Pendekatan tersebut sejalan dengan arahan pemerintah di tingkat nasional yang menekankan perlunya peningkatan pendekatan pencegahan presisi berbasis desa, termasuk melalui penguatan peran masyarakat dalam mendeteksi dan merespons potensi kebakaran sejak dini, salah satunya melalui MPA.

“Kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian penting dalam pencegahan karhutla. Oleh karena itu, kami terus memperkuat kemampuan masyarakat untuk mengenali risiko, melakukan pemantauan, dan merespons sejak awal agar potensi kebakaran dapat ditangani sebelum semakin meluas,” tambah Putu.

Asian Agri terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni, TNI, Polri, dan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla di Riau. Perusahaan juga telah menerapkan kebijakan tanpa membakar di seluruh area operasionalnya sejak 1994.

Tentang Asian Agri
Didirikan pada tahun 1979, Asian Agri merupakan perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Indonesia dan mengelola lebih dari 100.000 hektare perkebunan kelapa sawit.
Sebagai pelopor Program Inti Perkebunan Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans) bersama pemerintah Indonesia, Asian Agri telah bermitra dengan 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi, yang secara kolektif mengelola 60.000 hektare perkebunan kelapa sawit. Perusahaan ini juga menjalin kemitraan dengan petani swadaya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dan mendorong pertumbuhan sosial ekonomi.

Lewat komitmen terhadap praktik berkelanjutan, Asian Agri menjunjung tinggi kebijakan tanpa bakar dan menerapkan praktik-praktik terbaik perkebunan untuk membantu petani plasma meningkatkan produktivitas, hasil panen, dan ketertelusuran rantai pasok, serta mendukung perjalanan mereka menuju sertifikasi. Pabrik Asian Agri memanfaatkan teknologi canggih dan energi hijau yang dihasilkan sendiri untuk meminimalkan emisi gas rumah kaca.

Perkebunan Asian Agri serta perkebunan petani plasma sepenuhnya bersertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan International Sustainability & Carbon Certification (ISCC), yang menggarisbawahi komitmen perusahaan terhadap produksi minyak sawit yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.**

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs web Asian Agri atau hubungi:
Lidya Veronica
Media Relation Asian Agri
E-mail: lidya_veronika@asianagri.com

MS LAW FIRM Dampingi Pengusaha Riau, Laporan Dugaan Penipuan dan Penggelapan Resmi Naik ke Tahap Penyidikan di Polda Riau

rmrbnews.com, Pekanbaru, 25 September 2026 Kantor hukum MS Law Firm secara resmi mendampingi Saudara Robi Wahyudi, seorang pengusaha asal Kabupaten Kampar, Riau, terkait dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang telah dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Riau.

Pendampingan hukum ini dilakukan sejak awal proses penanganan perkara. Setelah upaya persuasif melalui penyampaian somasi kepada pihak terlapor tidak mendapatkan itikad penyelesaian yang baik, MS Law Firm mengambil langkah hukum secara cepat dan terukur dengan melaporkan perkara tersebut ke Polda Riau demi memperoleh kepastian hukum dan perlindungan terhadap hak-hak klien.

Managing Partner MS Law Firm, Mirwansyah, S.H., M.H., menyampaikan bahwa langkah hukum tersebut merupakan bentuk komitmen kantor hukum MS Law Firm dalam memberikan pendampingan profesional kepada masyarakat yang membutuhkan keadilan.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa setiap warga negara mendapatkan pendampingan hukum yang profesional, berintegritas, dan berkeadilan. Ketika upaya penyelesaian secara kekeluargaan tidak menemukan titik temu, maka jalur hukum menjadi langkah yang harus ditempuh untuk mendapatkan kepastian dan perlindungan hukum,” ujar Mirwansyah, S.H., M.H.

Dalam proses penanganan perkara tersebut, MS Law Firm menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Riau, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Riau Kombes Pol Hasyim, beserta jajaran penyidik khususnya Subdit I Ditreskrimum Polda Riau yang telah menerima, memproses, serta menangani laporan tersebut sesuai dengan mekanisme dan ketentuan hukum yang berlaku.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan gelar perkara yang telah dilakukan oleh pihak kepolisian, perkara tersebut saat ini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan.

MS Law Firm menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik Polda Riau untuk melakukan pendalaman, pemeriksaan alat bukti, serta menentukan langkah hukum berikutnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Kami percaya kepada profesionalitas aparat penegak hukum Polda Riau. Setelah masuk tahap penyidikan, kami berharap proses hukum dapat berjalan secara objektif, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak,” tambah Mirwansyah.

Sebagai kantor hukum yang berkomitmen pada penegakan hukum, MS Law Firm terus berupaya memberikan pelayanan hukum terbaik melalui pendampingan yang profesional, strategi hukum yang terukur, serta keberanian dalam memperjuangkan hak-hak klien.

MS Law Firm hadir dengan prinsip bahwa hukum harus ditegakkan secara adil dan setiap masyarakat berhak mendapatkan pembelaan serta perlindungan hukum yang layak.

“Kami tidak akan berhenti memperjuangkan keadilan. Tidak ada ruang untuk kompromi terhadap tindakan yang merugikan hak masyarakat. Selama proses hukum dilakukan sesuai aturan, MS Law Firm akan terus berdiri mendampingi klien dan memperjuangkan kepastian hukum,” tegas Mirwansyah.

MS Law Firm — Profesional, Berintegritas, dan Berkomitmen Mengawal Keadilan.***

 

Kontak Media:

MS Law Firm

Advokat & Konsultan Hukum

Pekanbaru – Riau

Kado HUT ke-27 Pelalawan: Bupati Zukri Umumkan Tuntasnya Validasi 3.076 Calon Penerima Jargas Gratis

rmrbnews.com, PELALAWAN —– Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Pelalawan, Bupati Pelalawan H Zukri SM MM mengumumkan kabar menggembirakan bagi masyarakat. Proses verifikasi dan validasi untuk 3.076 calon pelanggan jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga tahap II telah resmi tuntas.

Demikian disampaikan Bupati Pelalawan H Zukri SM MM kepada  Jumat (25/9). Dikatakannya, bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras tim jargas kabupaten bersama Kementerian ESDM RI dan PT Noorell. Program strategis nasional yang bersumber dari APBN ini dijadwalkan menjadi kado spesial bagi warga di tiga kelurahan Kecamatan Pangkalan Kerinci, yakni Kerinci Barat, Kerinci Kota, dan Kerinci Timur.

” Ya alhamdulillah, ini adalah kado terindah di ulang tahun kabupaten kita yang ke-27. Insya Allah, 3.076 masyarakat di tiga lokasi tersebut akan segera menikmati pemasangan gas rumah tangga secara gratis, termasuk mendapatkan kompor,”terangnya.

Zukri juga mengatakan,bahwa program ini merupakan wujud nyata upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan manfaat dari potensi sumber daya gas bumi lokal untuk kesejahteraan rakyat. Keunggulan utama jargas rumah tangga adalah ketersediaannya selama 24 jam, serta karakteristiknya yang murah, mudah, nyaman, dan aman digunakan.

” Saya merasa bangga, karena pada tahun 2026 ini, Kabupaten Pelalawan menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Riau, dan salah satu dari hanya tiga wilayah di seluruh Pulau Sumatera—bersama Kota Jambi dan Tanjung Jabung Barat (Jambi) yang diprioritaskan menerima program jargas rumah tangga oleh Kementerian ESDM RI.

Saya memastikan kelancaran program, dimana saya telah menginstruksikan OPD teknis melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs Fakhrizal MSi untuk terus berkoordinasi dengan pusat,”ujarnya
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Pelalawan Drs Fakhrizal MSi menambahkan, bahwa dirinya mengimbau masyarakat penerima manfaat agar menjaga fasilitas negara dengan bijak dan segera melaporkan kendala kepada PT PGN atau lurah setempat.

” Kami juga memohon doa dan dukungan masyarakat agar pada tahun 2027/2028, Kabupaten Pelalawan kembali diberikan kuota jargas untuk masyarakat yang masih membutuhkan, demi terus mengurangi kemiskinan di daerah kita,” pungkasnya.

Dengan tuntasnya validasi tahap II ini, Pemkab Pelalawan kini memasuki fase finalisasi pemasangan ke rumah-rumah warga, memperluas akses energi bersih bagi masyarakat di daerah yang kaya akan potensi gas bumi tersebut.***