rmrbnews.com, ROKAN HILIH – Pertamina Hulu Rokan memberikan penjelasan terkait sistem pengawasan terhadap mitra kerja Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), termasuk PT Global Arrow yang berlokasi di Bangko Balam Rokan Hilir Riau, usai beredar aduan Tokoh Masyarakat terkait pelanggaran yang diduga terjadi, mulai sistem penerimaan tenaga security, sampai kelalaian yang mengakibatkan kerugian aset milik PHR.
Hal disampaikan Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida kepada media pada Selasa (10/2/2026) Pihaknya menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat, termasuk dalam hal ini aspirasi yang disampaikan masyarakat.
PHR melakukan pengawasan melekat terhadap seluruh Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), termasuk PT Global Arrow. Kami menerapkan sistem evaluasi kinerja berlapis melalui instrumen Total Performance Index bulanan, penilaian kinerja F-100 setiap semester, serta audit aspek keselamatan (CHESM) secara berkala untuk memastikan profesionalisme mitra tetap terjaga.
“PHR tidak menoleransi segala bentuk tindak kriminal yang mengganggu obyek vital nasional. Melalui fungsi Security dan mitra kerja, kami telah mengambil langkah proaktif dengan melaporkan pencurian yang terjadi kepada pihak berwajib. Dari laporan kami, kasus telah berhasil diungkap oleh Satreskrim Polres Rokan Hilir sebagaimana disampaikan dalam rilis resmi kepolisian tanggal 12 November 2025.
Lebih lanjut Eviyanti Rofraida menegaskan seluruh proses perekrutan karyawan tunduk dan patuh terhadap Undang undang yang berlaku.
“Kami menegaskan bahwa seluruh proses pemeriksaan kesehatan dijalankan secara ketat sesuai standar peraturan perusahaan dan tunduk pada regulasi kesehatan nasional berdasarkan Undang – Undang Kesehatan & Undang – Undang Praktik Kedokteran.
PHR senantiasa memastikan penyerapan tenaga kerja lokal yang optimal melalui mitra kerja, dengan komposisi didominasi oleh masyarakat daerah tempatan,” tulisnya.
Sebelumnya seorang Tokoh Masyarakat Rokan Hilir yang enggan menyebut namanya mengeluhkan kinerja tenaga pengamanan PT Global Arrow yang diduga tertangkap cctv mencuri di dalam area tank farm tersebut masih tetap di pekerjaan.
Kemudian pengisian BBM yang diduga menyalahi undang – undang, serta perekrutan yang tidak mengutamakan warga empatan, hingga diduga terdapat manipulasi dari hasil medical cek up di RS Mutia Sari sebagai syarat penerimaan karyawan.***


“Tpi perawat RS Selasih Pelalawan yg ngantar pasien ke RSJ Panam ,sampai malam Perawat RSUD ini tidak boleh pulang sama pihak RSJ Panam sampai pihak Dinas Sosial Pelalawan datang untuk memberikan data pendukung,” ucap sumber