Dankodaeral IX Buka Sosialisasi RPL UMI Makassar, Dorong Peningkatan SDM Prajurit TNI AL

Ambon,LensoMerah.com Komandan Komando Daerah Angkatan Laut IX (Kodaeral IX), Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Manggala Loka, Markas Komando Kodaeral IX, Kota Ambon, Maluku, Rabu (14/1/2026).

Sosialisasi ini dihadiri oleh Wakil Komandan Kodaeral IX Laksamana Pertama TNI Dr. Muhammad Risahdi, Irkodaeral IX, para Asisten Dankodaeral IX, para Kepala Satuan Kerja jajaran Kodaeral IX, serta perwakilan Perwira, Bintara, dan Tamtama di lingkungan Kodaeral IX.

Dalam sambutannya, Dankodaeral IX menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Ketua Tim Sosialisasi RPL UMI Makassar, Prof. Dr. La Ode Husein, S.H., M.H., beserta tim, atas kehadiran dan pemaparan yang dinilai sangat bermanfaat dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia prajurit TNI AL.

Menurutnya, pendidikan tinggi diselenggarakan sebagai satu kesatuan sistemik dengan prinsip sistem terbuka dan multi makna, sehingga memberikan peluang yang lebih luas bagi setiap individu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Dengan prinsip tersebut, kesempatan untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan menjadi semakin terbuka, termasuk bagi prajurit yang telah memiliki pengalaman kerja dan pengabdian panjang,” ujar Dankodaeral IX.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 26 Tahun 2016 tentang Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang mengakui capaian pembelajaran seseorang dari jalur pendidikan formal, nonformal, informal, maupun pengalaman kerja.

“Tujuan utama RPL adalah memberikan pengakuan resmi atas kompetensi dan pengalaman yang dimiliki, sehingga dapat mempercepat akses pendidikan tinggi, meningkatkan kualifikasi akademik, mempercepat masa studi agar lebih relevan, serta menghemat waktu dan biaya pendidikan,” jelasnya.

Dankodaeral IX berharap sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman yang komprehensif, khususnya bagi para Perwira dan Bintara Kodaeral IX, terkait jenjang dan peluang pendidikan tinggi melalui skema RPL.

“Saya yakin kegiatan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan, sehingga menjadi modal penting dalam pengembangan karier dan keberhasilan pelaksanaan tugas ke depan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Sosialisasi RPL UMI Makassar, Prof. Dr. La Ode Husein, menjelaskan bahwa program RPL merupakan salah satu instrumen strategis untuk mendukung pembelajaran sepanjang hayat (life long learning) dalam rangka meningkatkan jumlah tenaga kerja terdidik dan berkualitas.

Melalui RPL, lanjutnya, individu yang memiliki pengalaman kerja dapat melanjutkan pendidikan tinggi tanpa batasan usia. Pengalaman dan kompetensi kerja calon mahasiswa akan dinilai dan dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS).

“Dengan skema ini, sisa SKS yang harus ditempuh dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat, sekitar satu hingga dua tahun,” tutupnya.(LM01)

 

Dua KRI Tinggalkan Ambon, Lanjutkan Operasi Trisula Jaya-26 Menuju Papua

Ambon,LensoMerah.com — Dua Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), yakni KRI Banjarmasin-592 dan KRI Teluk Palu-523, kembali bertolak dari Dermaga Tawiri, Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IX, Kota Ambon, Maluku, untuk melanjutkan penugasan Operasi Trisula Jaya-26 menuju wilayah Papua, Jumat (16/1/2026).

Keberangkatan kedua unsur TNI Angkatan Laut tersebut menandai kelanjutan dukungan strategis dalam Operasi Trisula Jaya-26 Angkatan Laut, khususnya untuk mendukung Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas PAMTAS) RI–PNG Mobile Kewilayahan Tahun Anggaran 2026.

KRI Banjarmasin-592 yang dikomandani Kolonel Laut (P) Yohanes Berchmans Cahyono mengangkut sekitar 900 personel Satgas PAMTAS yang berasal dari Yonif 623/XXI/TB dan Yonif 200/II/SWJ. Kapal ini akan melanjutkan pelayaran menuju Papua guna mendukung pengamanan wilayah perbatasan RI–Papua Nugini secara mobile dan terpadu.

Sementara itu, KRI Teluk Palu-523 di bawah komando Letkol Laut (P) Barkah Ardianto juga membawa kurang lebih 900 personel Satgas PAMTAS dari Yonif 744/IX/UDY dan Yonif 136/XIX/TT. Unsur ini memiliki peran vital dalam mendukung pergeseran pasukan dan logistik demi kelancaran operasi pengamanan perbatasan.

Di tempat terpisah, Komandan Kodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., menyampaikan ucapan selamat melanjutkan tugas operasi kepada seluruh prajurit KRI Banjarmasin-592 dan KRI Teluk Palu-523, serta personel Satgas PAMTAS RI–PNG.

Ia menekankan agar seluruh prajurit senantiasa mengedepankan faktor keselamatan personel dan material selama pelaksanaan operasi, tanpa mengurangi profesionalisme dan kewaspadaan dalam menjalankan tugas negara.

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, tetap jaga keselamatan, disiplin, serta soliditas antarunsur demi keberhasilan Operasi Trisula Jaya-26,” pesan Dankodaeral IX.

Prosesi keberangkatan (Merplug) kedua KRI tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan unsur pendukung di lingkungan Kodaeral IX, antara lain Kadisharkan Kodaeral IX Letkol Laut (T) Juni Heri, Kadissyahal Kodaeral IX Letkol Laut (P) Akhmad Effendy, Kaur Riksa Pomal, Paur Hatkum Diskum, Kasi Matkom Satkom, Paur Konstruksi Disfaslan, Paur Silmil Akun, Paur TU Disbek, serta Pleton Merplug.

Keberangkatan dua KRI ini menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut dalam mendukung pengamanan wilayah perbatasan negara, khususnya di kawasan timur Indonesia, sekaligus menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(LM01)

Kodaeral IX dan BNNP Maluku Perkuat Sinergi Cegah dan Berantas Narkoba

Ambon, LensoMerah.com — Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IX dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku menegaskan komitmen bersama dalam penanganan bahaya narkoba melalui penguatan kerja sama dan sinergitas antarinstansi.

Komandan Kodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, menerima Courtesy Call (CC) Kepala BNNP Maluku, Brigadir Jenderal Polisi Prasetyo Rachmat Purboyo, di Ruang Lobby Markas Komando Kodaeral IX, Kota Ambon, Kamis (15/1/2026).

Kunjungan tersebut turut dihadiri Ketua Tim Bidang Rehabilitasi BNNP Maluku, Maruli Leo P. Simatupang, serta Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Maluku, Komisaris Besar Polisi Stevy F. Pattiasina. Rombongan diterima langsung oleh Dankodaeral IX beserta jajaran.

Dalam kesempatan tersebut, Dankodaeral IX didampingi Wakil Komandan Kodaeral IX Laksamana Pertama TNI Dr. Muhammad Risahdi, Kapoksahli Dankodaeral IX Kolonel Laut (PM) Joko Tri Suhartono, Aspers Dankodaeral IX Kolonel Laut (KH) Rojilun, serta Korsmin Dankodaeral IX Kolonel Marinir A. Muhroji.

Kepala BNNP Maluku menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan ajang silaturahmi sekaligus perkenalan dirinya sebagai pejabat baru di lingkungan BNNP Maluku. Selain itu, pertemuan ini juga dimaksudkan untuk memperkuat komitmen kerja sama dengan Kodaeral IX dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di wilayah Maluku.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dan peran aktif Kodaeral IX dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di wilayah Maluku,” ungkap Brigjen Pol. Prasetyo Rachmat Purboyo.

Sementara itu, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas beserta seluruh staf menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Brigjen Pol. Prasetyo Rachmat Purboyo sebagai Kepala BNNP Maluku. Ia berharap, sinergi yang selama ini telah terjalin dengan baik dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan ke depannya.

“Bahaya narkoba merupakan ancaman serius bagi generasi bangsa dan stabilitas nasional. Oleh karena itu, kerja sama lintas sektor seperti ini sangat penting untuk terus diperkuat demi mewujudkan Maluku yang bersih dari narkoba,” tegas Dankodaeral IX.

Pertemuan tersebut menjadi wujud nyata komitmen bersama antara TNI Angkatan Laut dan BNNP Maluku dalam menjaga ketahanan nasional, khususnya dari ancaman narkotika yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat dan negara.(LM01)

Kodaeral IX Peringati Hari Dharma Samudera 2026, Warisi Semangat Heroik Pertempuran Laut Aru

Ambon,LensoMerah.com— Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IX menggelar upacara peringatan Hari Dharma Samudera Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan tabur bunga di Geladak Heli KRI Kerapu-812, Dermaga Irian, Mako Kodaeral IX, Kota Ambon, Maluku, Kamis (15/1/2026).

Upacara dipimpin langsung oleh Komandan Kodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya mewarisi semangat juang para pahlawan laut dalam peristiwa heroik Pertempuran Laut Aru tahun 1962 serta pertempuran laut lainnya dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hari Dharma Samudera diperingati setiap tahun sebagai momentum refleksi atas pengorbanan prajurit matra laut yang dengan gagah berani mengorbankan jiwa dan raga demi bangsa dan negara. Pada peringatan tahun ini, Kodaeral IX mengusung tema “Kobarkan Semangat Pertempuran Prajurit Jalasena yang Tangguh, Profesional dan Modern”, yang mencerminkan komitmen TNI Angkatan Laut dalam membangun kekuatan pertahanan laut yang adaptif dan berdaya saing.

Pelaksanaan upacara berlangsung khidmat dengan melibatkan seluruh pasukan upacara yang berada di sejumlah unsur KRI Satuan Patroli (Satrol) Kodaeral IX yang sandar di Dermaga Irian. KRI Kerapu-812 diisi oleh Pejabat Utama (PJU), Kepala Satuan Kerja (Kasatker), dan Jalasenastri. Sementara itu, Ton Pamen berada di KRI Gulamah-869, Ton Tamtama di KRI Hampala-880, Ton PNS Kodaeral IX di KRI Posepa-870, serta Ton Satsik di KRI Madidihang-855. Adapun Ton Bintara dan Ton Yonmarhanlan IX mengikuti upacara dari Dermaga Irian Mako Kodaeral IX.

Rangkaian upacara diawali dengan pembacaan sejarah singkat Pertempuran Laut Aru, dilanjutkan mengheningkan cipta untuk mengenang para pahlawan, dan ditutup dengan prosesi pelarungan bunga ke laut oleh Dankodaeral IX yang diikuti oleh seluruh PJU, pengurus Jalasenastri Kodaeral IX, serta para Kasatker.

Dalam amanatnya, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas menegaskan bahwa peringatan Hari Dharma Samudera harus menjadi momentum strategis untuk membangkitkan kembali tekad dan semangat juang prajurit agar tetap tegar, disiplin, dan pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan.

“Peringatan ini diharapkan mampu mewarisi nilai-nilai perjuangan para pendahulu. Seluruh prajurit harus mampu mengaplikasikan semangat patriotisme, kepahlawanan, serta keteladanan yang telah diwariskan demi menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI,” tegasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Komandan Kodaeral IX, Laksamana Pertama TNI Dr. Muhammad Risahdi, Ketua Daerah Kodaeral IX Gabungan Jalasenastri Koarmada RI Ny. Inca Hanarko Djodi Pamungkas beserta jajaran pengurus, para Pejabat Utama Kodaeral IX, serta para Kepala Satuan Kerja di lingkungan Kodaeral IX.

Peringatan Hari Dharma Samudera 2026 ini menegaskan kembali komitmen TNI Angkatan Laut, khususnya Kodaeral IX, untuk terus menjaga dan mengawal wilayah perairan Indonesia dengan semangat juang Jalasena yang profesional, tangguh, dan modern.(LM01)

Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor Halmahera Utara

Ambon,LensoMerah.com Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku bersama Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DPC Maluku Utara menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara,12 Januari 2026

Bantuan tersebut diserahkan secara resmi kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kabupaten Halmahera Utara untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga di lokasi pengungsian dan wilayah terdampak.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah.

“Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Halmahera Utara. Fokus kami saat ini adalah membantu pemenuhan kebutuhan dasar di dapur umum serta meningkatkan kenyamanan para pengungsi di posko melalui pasokan logistik yang kami kirimkan,” ujar Ispiani.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi sembako dan makanan siap saji, perlengkapan tidur seperti sprei dan selimut, serta LPG Bright Gas guna mendukung operasional dapur umum di posko pengungsian.

Seluruh bantuan telah diterima di posko penampungan korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Halmahera Utara. Melalui aksi kemanusiaan ini, Pertamina Patra Niaga bersama Hiswana Migas DPC Maluku Utara berharap dapat meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus mendukung upaya penanganan darurat yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya.

Ispiani juga menegaskan komitmen Pertamina Patra Niaga untuk terus mengawal proses pemulihan pascabencana, termasuk memastikan keberlanjutan operasional dan distribusi energi di wilayah terdampak.

“Kami akan terus berkoordinasi secara intensif dengan para pemangku kepentingan terkait untuk menyesuaikan kebutuhan bantuan lanjutan, sembari memastikan suplai energi tetap aman dan lancar agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali pulih,” pungkasnya.

Sebagai bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan, Pertamina Patra Niaga terus hadir dan berperan aktif dalam kegiatan kemanusiaan serta penanggulangan bencana di berbagai wilayah Indonesia.(LM01)

 

Wali Kota Ambon: Sumber Air Wainitu Layani 4.000 KK, Pemkot Terus Cari Sumber Baru Demi Akses Air Bersih Merata

Ambon,LensoMerah.com — Pemerintah Kota Ambon terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan akses air bersih yang merata bagi seluruh masyarakat. Kehadiran sumber air Wainitu kini telah memberikan manfaat nyata dengan melayani lebih dari 4.000 kepala keluarga (KK) di Kota Ambon.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, Kamis (15/1/2026), seraya menegaskan bahwa pengembangan sumber air baru menjadi prioritas strategis pemerintah daerah.

“Kita bersyukur bahwa dari sumber air ini, 4.000 lebih KK di Kota Ambon bisa terlayani. Kalau kita punya dua atau tiga sumber air lagi seperti ini, maka akan mampu menjangkau seluruh warga Kota Ambon yang belum terakses air bersih,” ujar Wali Kota.

Bodewin menjelaskan, upaya pencarian dan pengembangan sumber-sumber air baru akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

Ia bahkan telah meminta Direktur Perumda Tirta Yapono untuk meninjau potensi sumber air di kawasan Benteng Kuburan bagian atas, agar dapat dikembangkan seperti sumber air Wainitu, khususnya untuk menjamin suplai air bersih bagi wilayah pegunungan.

Selain itu, Pemkot Ambon juga akan mengoptimalkan sumur-sumur bor milik PDAM, termasuk yang berada di kawasan Halong, sebagai bagian dari strategi pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

“Harapan kita, dari semua upaya ini, program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon nomor satu, yakni akses air bersih bagi masyarakat, dari waktu ke waktu terus menunjukkan perkembangan yang positif,” katanya.

Menurut Wali Kota, ketersediaan air bersih merupakan sumber kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat. Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada Perumda Tirta Yapono atas kinerja dan dedikasi yang dinilai luar biasa dalam melayani kebutuhan air bersih warga Kota Ambon.

Di sisi lain, Wali Kota juga menyoroti krisis air bersih yang terjadi di wilayah konsesi PT DSA, khususnya di kawasan Karang Panjang, Batu Merah, dan Pandan Kasturi.

Ia menegaskan bahwa baik pemerintah maupun pihak swasta yang mengelola layanan air bersih harus bertanggung jawab dan memiliki konsep pelayanan yang berkelanjutan.

“Hari ini terjadi krisis air bersih di Batu Merah. Sudah lebih dari sebulan masyarakat tidak mendapatkan air bersih.

Sebagai Wali Kota, saya meminta PT DSA untuk segera mengambil langkah dan mempercepat proses perbaikan jaringan. Jika tidak, Pemerintah Kota Ambon akan menggugat PT DSA karena tidak melakukan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” tegas Bodewin.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak, Pemkot Ambon saat ini mengoperasikan empat unit mobil tangki air untuk mendistribusikan air bersih secara gratis ke wilayah-wilayah yang mengalami krisis.

“Mungkin tidak bisa membantu semua, tetapi kami kerahkan empat mobil tangki untuk terus membagi air bersih, dengan harapan dapat meringankan beban masyarakat selama krisis ini,” tambahnya.

Ke depan, Wali Kota berharap pengelolaan akses air bersih di wilayah konsesi tersebut dapat diambil alih oleh Pemerintah Kota Ambon, sehingga pelayanan air bersih dapat berjalan lebih optimal, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Kota Ambon.(LM01)

Pemkot Ambon Apresiasi Dukungan Pemprov Maluku Bangun Kembali Rumah Warga Terdampak Konflik Hunuth–Durian Patah

Ambon,LensoMerah.com  Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Provinsi Maluku dalam membantu pembangunan kembali rumah-rumah warga yang terdampak konflik di Desa Hunuth–Durian Patah, Kecamatan Teluk Ambon.

Apresiasi tersebut disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, usai melakukan peninjauan lapangan bersama Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, ke lokasi rumah warga terdampak konflik, Kamis (15/1/2026).

Wali Kota menjelaskan, sebagian besar rumah warga yang sebelumnya rusak akibat konflik kini telah selesai dibangun kembali. Sementara itu, beberapa unit rumah lainnya yang hanya mengalami kerusakan ringan akan segera diperbaiki dalam waktu dekat.

“Sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Gubernur Maluku, rumah-rumah warga yang terdampak konflik pada prinsipnya telah dibangun kembali. Ada beberapa yang mengalami kerusakan ringan dan akan segera diperbaiki,” ujar Bodewin.

Pemkot Ambon secara khusus menyampaikan terima kasih atas dukungan anggaran sebesar Rp1 miliar dari Pemerintah Provinsi Maluku yang dinilai sangat signifikan dalam mempercepat proses pemulihan dan pembangunan kembali rumah warga.

“Bantuan ini sangat membantu Pemerintah Kota Ambon dan masyarakat. Kami bersyukur atas kerja kolaboratif dan sinergi antara Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon dalam menyelesaikan persoalan ini,” tambahnya.

Selain dukungan dari pemerintah provinsi, Pemkot Ambon juga melibatkan partisipasi berbagai pihak, termasuk pelaku usaha dan unsur masyarakat, guna menutupi kebutuhan pembangunan yang belum sepenuhnya terakomodasi oleh anggaran pemerintah.

Menurut Wali Kota, pembangunan rumah secara permanen ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan, rasa aman, dan keadilan bagi masyarakat yang terdampak konflik sosial.

“Yang kita inginkan adalah rumah-rumah yang telah dibangun secara permanen ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, sehingga kehidupan sosial dapat kembali berjalan normal dan kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.

Sebagai informasi, total rumah warga yang terdampak konflik berjumlah 43 unit, terdiri dari 15 unit rusak berat dan 28 unit rusak ringan. Seluruh proses pemulihan dilakukan dengan pendekatan kolaboratif dan mengedepankan aspek kemanusiaan serta keberlanjutan sosial.

Pemkot Ambon menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama lintas sektor, baik dengan pemerintah provinsi, aparat keamanan, maupun elemen masyarakat, dalam rangka pemulihan pascakonflik dan menjaga stabilitas keamanan serta keharmonisan sosial di Kota Ambon.(LM01)

Swiss-Belhotel Ambon Umumkan Peringkat Media Terbaik Periode IV 2025

Ambon,LensoMerah.com – Swiss-Belhotel Ambon secara resmi mengumumkan peringkat media terbaik Periode IV Oktober–Desember 2025. Pemeringkatan ini merupakan bagian dari evaluasi internal manajemen hotel terhadap kontribusi pemberitaan media sepanjang tahun 2025, khususnya dalam mendukung publikasi kegiatan, layanan, serta citra industri perhotelan di Kota Ambon.

Berdasarkan hasil pemantauan dan rekapitulasi publikasi, Cakra News berhasil menempati peringkat pertama dengan kontribusi pemberitaan sebesar 29 persen. Posisi kedua diraih Taboas Maluku dengan kontribusi 22 persen, disusul Bedah Nusantara di peringkat ketiga dengan capaian 20 persen.

Sementara itu, Koreri dan RRI melengkapi lima besar media dengan kontribusi signifikan, masing-masing mencatat angka 15 persen dan 14 persen selama periode penilaian tersebut.

Manajemen Swiss-Belhotel Ambon menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh media yang masuk dalam daftar pemeringkatan, khususnya tiga media teratas yang dinilai konsisten dalam mendukung penyebaran informasi yang positif, akurat, dan berimbang.

Kolaborasi yang terjalin antara Swiss-Belhotel Ambon dan media dinilai memberikan dampak positif, tidak hanya bagi promosi hotel, tetapi juga dalam memperkuat ekosistem pariwisata serta mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Ambon.

Sebagai bentuk penghargaan atas kerja sama yang telah terbangun, Swiss-Belhotel Ambon memberikan kesempatan khusus kepada perwakilan tiga media dengan peringkat tertinggi untuk menikmati fasilitas sarapan (breakfast) di Swiss-Belhotel Ambon. Apresiasi ini menjadi simbol terima kasih sekaligus penguatan hubungan kemitraan antara manajemen hotel dan insan pers.

Pihak manajemen menegaskan bahwa pemeringkatan media ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana evaluasi dan refleksi bersama guna meningkatkan kualitas komunikasi dan pemberitaan ke depan. Media dipandang memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang edukatif dan inspiratif kepada publik, khususnya terkait perkembangan sektor pariwisata dan perhotelan di Maluku.

Ke depan, Swiss-Belhotel Ambon berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan media melalui berbagai kegiatan promosi, event bersama, maupun program kreatif lainnya. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri pariwisata daerah sekaligus memperkuat peran media sebagai mitra strategis dalam pembangunan Kota Ambon dan Provinsi Maluku.(LM01)

Swiss-Belhotel Ambon Hadirkan “Janewary Special Offer”, Menginap Nyaman Mulai Rp699 Ribu

Ambon,LensoMerah.com  – Mengawali tahun 2026, Swiss-Belhotel Ambon menghadirkan program promo menginap bertajuk “Janewary Special Offer” dengan harga spesial mulai dari Rp699.000 net per orang per malam. Promo ini menjadi peluang menarik bagi masyarakat dan wisatawan untuk menikmati pengalaman menginap nyaman di hotel berbintang dengan nilai lebih.

Melalui penawaran tersebut, tamu akan memperoleh berbagai fasilitas unggulan, di antaranya sarapan untuk satu orang, akses gratis ke fitness center, Free SBEC Benefits, serta late check-out gratis hingga pukul 14.00 WIT, sesuai dengan ketersediaan kamar.

Promo “Janewary Special Offer” ini berlaku hingga 31 Januari 2026 dengan kuota terbatas.

Cluster General Manager Swiss-Belhotel Ambon, Yudhi Meidiyanto, mengatakan bahwa program ini dihadirkan sebagai bentuk apresiasi kepada para tamu sekaligus wujud komitmen hotel dalam memberikan pelayanan terbaik di awal tahun.

“Janewary Special Offer kami hadirkan agar para tamu dapat menikmati kenyamanan dan pelayanan khas Swiss-Belhotel Ambon dengan harga yang sangat kompetitif. Promo ini cocok bagi tamu yang berkunjung untuk keperluan bisnis maupun liburan,” ujar Yudhi.

Ia menambahkan, Swiss-Belhotel Ambon terus berupaya menghadirkan layanan berkualitas tinggi serta berbagai penawaran menarik guna mendukung kenyamanan tamu lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Ambon.

“Kami mengajak masyarakat dan wisatawan untuk memanfaatkan promo ini karena berlaku terbatas hingga akhir Januari 2026. Ini merupakan kesempatan menarik yang sayang untuk dilewatkan,” tambahnya.

Dengan lokasi strategis di pusat Kota Ambon serta fasilitas lengkap yang menunjang kenyamanan dan produktivitas tamu, Swiss-Belhotel Ambon menjadi pilihan ideal untuk mengawali tahun dengan pengalaman menginap yang berkesan melalui program Janewary Special Offer.(LM01)

 

Komisi III DPRD Ambon Pastikan Penataan Terminal dan Pelabuhan Enrico Berjalan, Pasar Mardika Disiapkan Jadi Wajah Kota

Ambon,LensoMerah.com – Komisi III DPRD Kota Ambon memastikan proses penataan kawasan Terminal, Pasar, dan Pelabuhan Enrico di Mardika terus berjalan sesuai visi dan misi Wali Kota Ambon. Hal ini ditegaskan anggota Komisi III DPRD Kota Ambon, Hary Putra Far-Far, usai melakukan kunjungan lapangan (on the spot), Rabu (14/1/2026).

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat kerja Komisi III DPRD Kota Ambon bersama Dinas Perhubungan yang digelar pada pukul 11.00 WIT. Setelah rapat, komisi langsung turun ke lapangan untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan sebagaimana mestinya.

“Tujuan utama kami adalah memastikan terminal difungsikan sesuai peruntukannya. Ini sejalan dengan komitmen DPRD dan visi misi Pak Wali Kota. Dari hasil kunjungan, kami melihat sudah ada progres yang cukup baik,” ujar Hary.

Menurutnya, kawasan Mardika ke depan harus menjadi wajah Kota Ambon, sehingga penataan harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Terminal yang bersih, tertib, dan teratur menjadi barometer utama dalam mewujudkan kawasan tersebut sebagai pusat aktivitas kota yang nyaman.

“Kawasan ini akan dikembangkan menjadi area terintegrasi. Parkir harus ditata dengan baik, pedagang juga harus diatur dengan baik. Tujuan akhirnya adalah menciptakan rasa nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas di terminal dan pasar,” jelasnya.

Selain terminal, Komisi III DPRD juga menyoroti kondisi Pelabuhan Enrico. Hary menegaskan bahwa pelabuhan tersebut merupakan pelabuhan rakyat yang harus mengutamakan pelayanan kepada masyarakat, bukan semata-mata mengejar pendapatan daerah.

“Pelabuhan Enrico ini pada prinsipnya untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat. Tidak boleh ada pungutan atau biaya lain di luar ketentuan yang sudah diatur. Pelayanan kepada pengguna pelabuhan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, DPRD juga menerima masukan dari bidang kelautan terkait perlunya penjabaran regulasi mengenai tarif retribusi tambat. Selama ini, retribusi tersebut kerap menjadi keluhan masyarakat karena belum adanya klasifikasi yang jelas.

“Ini menjadi catatan penting. Kita perlu melihat apakah secara regulasi memungkinkan adanya klasifikasi tarif agar tidak memberatkan masyarakat,” kata Hary.

Ia menambahkan, meskipun dari aktivitas pelabuhan terdapat potensi pendapatan asli daerah (PAD), namun hal tersebut tidak boleh menggeser fungsi utama pelabuhan sebagai fasilitas pelayanan publik. Ke depan, DPRD bersama Pemerintah Kota Ambon akan mendorong pemenuhan infrastruktur yang masih kurang serta penambahan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat.

Hary mengakui, penataan kawasan Mardika bukan pekerjaan mudah karena melibatkan banyak aktivitas dan kepentingan, mulai dari pedagang, sopir angkot, tukang ojek, hingga pengunjung pasar.

“Penanganan kawasan ini tidak bisa instan. Tapi yang penting, setiap bulan harus ada progres. Pemerintah Kota sudah melaksanakan kewajibannya, dan kami di DPRD akan terus mengawasi,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung upaya penataan dengan menaati aturan yang telah ditetapkan, khususnya pedagang dan pengunjung pasar.

“Kami minta pedagang tidak lagi berjualan di tempat yang tidak diperbolehkan. Pengunjung juga harus parkir di area yang sudah disediakan. Kalau ini dilakukan bersama-sama, maka terminal bayangan dan parkir liar bisa dihilangkan, kemacetan berkurang, dan aktivitas masyarakat menjadi lebih lancar,” imbaunya.

Komisi III DPRD Kota Ambon memastikan kunjungan lapangan ke kawasan Mardika akan terus dilakukan secara rutin sebagai bentuk dukungan terhadap program Wali Kota Ambon. Selain Mardika, DPRD juga melakukan kunjungan ke Pasar Arumbai untuk memastikan penataan pasar berjalan seiring dengan upaya pembenahan kawasan strategis kota.

“Target utama kami jelas, Mardika harus menjadi wajah Kota Ambon yang tertib, bersih, dan nyaman bagi semua,” pungkas Hary.(LM01)