Shalat Istisqa Bersama Warga Binaan, Lapas Pekanbaru Perkuat Pembinaan Kerohanian dan Kepedulian Lingkungan

rmrbnews.com, Pekanbaru– Di tengah kondisi cuaca yang membutuhkan turunnya hujan, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru menggelar Shalat Istisqa bersama Warga Binaan, Jumat (18/9/2026). Bertempat di lapangan Lapas, kegiatan ini menjadi momentum bagi jajaran petugas dan warga binaan untuk bersama-sama memanjatkan doa memohon hujan kepada Allah SWT sekaligus memperkuat pembinaan kepribadian melalui pendekatan keagamaan.

Sejak pagi, jajaran petugas bersama warga binaan mengikuti rangkaian pelaksanaan Shalat Istisqa dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Suasana khidmat terasa ketika seluruh peserta menundukkan diri dalam ibadah, memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT, serta berharap turunnya hujan yang membawa keberkahan bagi kehidupan dan lingkungan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk ikhtiar spiritual, tetapi juga sarana untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, keikhlasan, dan kebersamaan kepada warga binaan. Melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara bersama-sama, Lapas Pekanbaru terus mendorong warga binaan untuk membangun kesadaran diri serta menumbuhkan sikap positif selama menjalani masa pembinaan.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Eko Ari Wibowo, menyampaikan bahwa pelaksanaan Shalat Istisqa merupakan bagian dari upaya pembinaan kerohanian yang terus diperkuat di lingkungan Lapas.

“Shalat Istisqa ini menjadi ikhtiar dan doa bersama. Semoga Allah SWT menurunkan hujan yang membawa keberkahan, sekaligus memberikan keteguhan iman dan ketakwaan bagi seluruh jajaran serta warga binaan,” ujar Eko.

Lebih lanjut, pelaksanaan kegiatan keagamaan secara rutin diharapkan dapat menjadi ruang bagi warga binaan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki diri, dan membangun karakter yang lebih baik. Nilai-nilai yang diperoleh melalui pembinaan kerohanian diharapkan dapat menjadi bekal penting dalam menjalani proses pemasyarakatan.

Selain aspek spiritual, kegiatan ini turut menumbuhkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan. Doa bersama untuk memohon turunnya hujan menjadi pengingat pentingnya menjaga lingkungan serta membangun kesadaran bersama terhadap kondisi alam di sekitar.

Dengan terselenggaranya Shalat Istisqa ini, Lapas Kelas IIA Pekanbaru berkomitmen untuk terus menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek kepribadian, spiritual, dan sosial warga binaan.**

Ipda Anisko Resmi Jadi Kapolsek Concong, Kapolres Inhil Titip Pesan Integritas dan Pelayanan Humanis

rmrbnews.com, INDRAGIRI HILIR – Ipda Anisko, S.H., M.H. resmi menjabat sebagai Kapolsek Concong Polres Indragiri Hilir, menggantikan Iptu Anton Hilman, S.H., M.H. Pergantian tersebut menjadi bagian dari rangkaian Serah Terima Jabatan (Sertijab) sejumlah pejabat utama dan Kapolsek jajaran Polres Indragiri Hilir, Jumat (18/9/2026) pagi.

Upacara Sertijab digelar di Lapangan Apel Polres Indragiri Hilir dan dipimpin langsung oleh Kapolres Indragiri Hilir AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H.

Sertijab tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Telegram Kapolda Riau Nomor KEP/467/IX/KEP/2026 tanggal 5 September 2026.

Prosesi berlangsung khidmat. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan keputusan, kemudian dilanjutkan penyematan tanda pangkat dan jabatan, pengambilan sumpah jabatan, serta penandatanganan berita acara serah terima, pakta integritas dan berita acara sumpah jabatan.

Dengan prosesi tersebut, Ipda Anisko resmi menerima amanah baru untuk memimpin Polsek Concong. Ia bertanggung jawab memastikan pelaksanaan tugas kepolisian berjalan profesional, sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat dan menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah hukum Polsek Concong.

Kapolres: Pemimpin Harus Berintegritas dan Humanis

Dalam amanatnya, Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto mengatakan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri, khususnya dalam pembinaan karier, regenerasi kepemimpinan dan pengembangan sumber daya manusia.

“Mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri sebagai bagian dari pembinaan karier, regenerasi kepemimpinan, serta upaya meningkatkan kinerja organisasi sesuai kebutuhan dan pengembangan SDM Polri yang Presisi,” ujar Kapolres.

Kapolres meminta para pejabat yang baru segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas serta memahami karakteristik wilayah dan tanggung jawab masing-masing.

“Jadilah pemimpin yang berintegritas, tegas, humanis, mampu membangun kerja sama dan menghadirkan inovasi demi peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu mengendalikan organisasi, tetapi juga harus mampu membimbing, mengarahkan dan membangun komunikasi yang baik dengan seluruh personel.

“Empati, profesionalisme dan kemampuan menyelesaikan permasalahan menjadi kunci keberhasilan dalam pelaksanaan tugas,” tambahnya.

Ipda Anisko Emban Tanggung Jawab di Concong

Sebagai Kapolsek Concong yang baru, Ipda Anisko kini mengemban tanggung jawab untuk memimpin personel sekaligus memastikan pelayanan kepolisian berjalan secara profesional dan humanis.

Pesan Kapolres mengenai integritas, komunikasi, empati dan profesionalisme menjadi bekal penting dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Terlebih, Kapolsek merupakan salah satu ujung tombak institusi Polri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di wilayah hukumnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pejabat lama atas dedikasi, loyalitas serta pengabdian selama bertugas di jajaran Polres Indragiri Hilir.

Sementara kepada pejabat baru, Kapolres mengajak seluruh personel memberikan dukungan, menjaga soliditas, integritas dan sinergitas dalam menjalankan tugas.

Sertijab Dilanjutkan Kenal Pamit

Usai upacara Sertijab di Lapangan Apel Polres Indragiri Hilir, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan acara syukuran dan kenal pamit di Aula Rekonfu Polres Inhil.

Acara tersebut diisi dengan penyampaian kesan dan pesan, sambutan Kapolres, penyerahan cenderamata serta foto bersama. Momentum ini menjadi bagian dari rangkaian pergantian jabatan sekaligus menandai dimulainya tugas Ipda Anisko sebagai Kapolsek Concong.

Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto kembali berpesan agar para pejabat yang baru segera beradaptasi dan memberikan kinerja terbaik.

“Selamat datang dan selamat bertugas kepada pejabat yang baru. Segera beradaptasi dan berikan kinerja terbaik. Kepada pejabat lama, terima kasih atas dedikasi dan pengabdian selama bertugas di Polres Indragiri Hilir,” tutup AKBP Donny.**

Restorative Justice Perkara Yahya Akhirnya Terlaksana di Polresta Pekanbaru

rmrbnews.com, PEKANBARU – Jumat, 18 September 2026 — Perkara yang melibatkan klien kami, Saudara Yahya, yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik karena telah adanya perdamaian antara para pihak namun proses restorative justice (RJ) belum dapat dilaksanakan, akhirnya menemukan titik penyelesaian.

Alhamdulillah, pada Jumat, 18 September 2026, bertempat di Ruang Gelar Polresta Pekanbaru, telah dilaksanakan proses restorative justice yang dihadiri oleh pihak pelapor, klien kami Saudara Yahya selaku tersangka, serta jajaran penyidik Polresta Pekanbaru, di antaranya Kanit Judisiala, Kasubnit, dan penyidik pembantu.

Setelah seluruh persyaratan yang diperlukan untuk proses restorative justice disampaikan dan dipenuhi, proses RJ akhirnya dapat dilaksanakan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Kuasa hukum Saudara Yahya, Mirwansyah, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada Kapolresta Pekanbaru dan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru beserta jajaran yang telah memfasilitasi pertemuan dan penyelesaian perkara antara pelapor dengan klien kami.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Bapak Kapolresta Pekanbaru, Bapak Kasat Reskrim beserta seluruh jajaran yang telah memberikan ruang dan memfasilitasi pelapor bersama klien kami untuk menyelesaikan perkara ini melalui restorative justice.”

Menurut Mirwansyah, restorative justice harus dipandang sebagai bagian dari upaya menghadirkan keadilan yang substantif, khususnya terhadap perkara-perkara yang berdasarkan ketentuan hukum dan kebijakan penegakan hukum memang memenuhi persyaratan untuk diselesaikan melalui mekanisme tersebut.

“Ketika suatu perkara memenuhi kualifikasi untuk dapat diselesaikan melalui restorative justice, maka ruang untuk perdamaian dan pemulihan harus diberikan seluas-luasnya kepada para pihak. Tentu dengan tetap memperhatikan persyaratan, kesediaan para pihak, serta kewenangan aparat penegak hukum,” ujar Mirwansyah.

Ia menegaskan, pembahasan mengenai apakah suatu perkara merupakan delik biasa atau delik aduan tidak selalu menjadi satu-satunya ukuran dalam melihat kemungkinan penyelesaian melalui restorative justice. Yang menjadi perhatian adalah apakah perkara tersebut memenuhi kualifikasi dan persyaratan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku untuk ditempuh melalui mekanisme RJ.

“Jadi, bagi kami, persoalannya bukan lagi semata-mata memperdebatkan delik biasa atau delik aduan. Yang harus dilihat adalah apakah tindak pidana tersebut masuk dalam kualifikasi yang memungkinkan dilakukan restorative justice dan apakah seluruh persyaratannya terpenuhi,” katanya.

Mirwansyah juga menilai bahwa paradigma penegakan hukum tidak semestinya selalu berorientasi pada pemidanaan atau pemenjaraan. Dalam perkara tertentu, penyelesaian yang mengedepankan perdamaian, pemulihan, tanggung jawab, dan kepentingan para pihak dapat menjadi bagian dari keadilan.

“Penjara bukanlah satu-satunya jalan untuk menyelesaikan setiap persoalan hukum. Ketika pelapor telah memberikan maaf, para pihak telah berdamai, dan perkara tersebut secara hukum memenuhi kualifikasi untuk dilakukan restorative justice, maka ruang penyelesaian tersebut patut diberikan dengan tetap mengikuti aturan yang berlaku,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan RJ dalam perkara Yahya juga menunjukkan pentingnya kemauan para pihak dan keterbukaan aparat penegak hukum dalam mencari penyelesaian yang sesuai dengan hukum.

“Keadilan pada akhirnya bukan hanya berbicara mengenai seseorang dihukum atau tidak dihukum. Keadilan juga berbicara mengenai apakah para pihak telah mendapatkan penyelesaian yang mereka kehendaki, apakah kerugian atau persoalan telah dipulihkan, dan apakah proses tersebut dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum,” lanjut Mirwansyah.

MS Law Firm berharap penyelesaian perkara Yahya melalui restorative justice dapat menjadi momentum untuk terus memperkuat komunikasi dan kolaborasi profesional antara advokat, kepolisian, kejaksaan, pengadilan, dan masyarakat dalam mencari penyelesaian perkara yang berorientasi pada keadilan dan kepastian hukum.

“Kami percaya aparat penegak hukum, baik polisi, advokat, jaksa maupun hakim, memiliki peran masing-masing dalam memastikan hukum berjalan dengan baik. Ketika hukum memberikan ruang untuk penyelesaian secara restoratif dan para pihak memiliki kesadaran serta kemauan untuk berdamai, maka ruang tersebut harus digunakan secara tepat dan bertanggung jawab,” ujar Mirwansyah.

“KEADILAN BUKAN SEMATA-MATA TENTANG PEMIDANAAN. KETIKA PERDAMAIAN TELAH TERCAPAI DAN HUKUM MEMBERIKAN RUANG UNTUK RESTORATIVE JUSTICE, MAKA KEADILAN HARUS DIBERIKAN RUANG UNTUK MENEMUKAN JALANNYA.”**

Mirwansyah, S.H., M.H.
MS LAW FIRM
Advokat dan Konsultan Hukum

DOSPULKAM IPB University 2026 Dorong UMKM Olahan Perikanan Naik Kelas Lewat Branding dan Live Commerce

rmrbnews.com, BOGOR — Transformasi digital menjadi salah satu kunci bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas pasar dan meningkatkan nilai tambah produk. Hal tersebut menjadi perhatian Tim Dosen Pulang Kampung (DOSPULKAM) IPB University 2026 melalui webinar bertema “Transformasi Digital UMKM Hasil Olahan Perikanan: Strategi Branding dan Live Commerce untuk Menembus Pasar Menengah-Atas.”

Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada 14 September 2026 tersebut diikuti oleh pelaku UMKM olahan perikanan, akademisi, peserta umum, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sektor UMKM.

Webinar ini menjadi bagian dari rangkaian Program DOSPULKAM IPB University 2026 yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM hasil olahan perikanan, khususnya di wilayah Pekanbaru.

Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau, yang diwakili Dr. T. Ersti Yulika Sari, S.Pi., M.Si., serta Asia Small Business Federation (ASBF) Regional Riau, yang diwakili Alfa Frisa Septania.

UMKM Tidak Cukup Hanya Mengandalkan Rasa

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Tim DOSPULKAM IPB University 2026, Dr. Nimmi Zulbainarni, S.Pi., M.Si.

Dalam sesi materi, Dr. Suhendi, S.P., M.M. membahas strategi agar UMKM dapat “naik kelas”. Menurutnya, keberhasilan sebuah produk tidak cukup hanya mengandalkan kualitas dan cita rasa.

Pelaku UMKM juga dituntut mampu membangun produk yang mudah ditemukan, dipercaya, dipilih, hingga dibeli kembali oleh konsumen.

Karena itu, transformasi pola pikir kewirausahaan menjadi salah satu fondasi penting. Pelaku usaha perlu memahami siapa target pasarnya, apa keunggulan produknya, serta bagaimana membangun value proposition yang kuat.

Penguatan identitas merek, strategi pembuatan konten digital, pemanfaatan marketplace, hingga penggunaan live commerce juga menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran di era digital.

Live commerce, misalnya, tidak sekadar dilakukan dengan menyalakan kamera dan menjual produk. Strategi tersebut perlu dipersiapkan mulai dari tahap pra-live, pelaksanaan live, hingga tindak lanjut setelah kegiatan live agar mampu menghasilkan interaksi dan penjualan yang lebih efektif.

Pangan Biru Punya Potensi Nilai Tambah

Sementara itu, Prof. Dr. Kustiariyah, S.Pi., M.Si. memberikan perspektif dari sisi pengembangan pangan biru.

Menurut materi yang disampaikan, sektor kelautan dan perikanan tidak hanya memiliki peran sebagai sumber protein hewani, tetapi juga menyimpan peluang besar untuk menghasilkan produk bernilai tambah dan pangan fungsional.

Potensi tersebut perlu diikuti dengan penerapan standar mutu dan keamanan pangan yang baik, terutama bagi unit pengolahan hasil perikanan.

Prinsip Good Manufacturing Practices (GMP), Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP), dan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) menjadi bagian penting yang perlu dipahami pelaku usaha agar produk yang dihasilkan aman, berkualitas, serta memiliki daya saing lebih tinggi.

Dengan pemenuhan standar tersebut, produk UMKM olahan perikanan diharapkan tidak hanya mampu bertahan di pasar lokal, tetapi juga memiliki peluang memperluas akses ke pasar yang lebih besar.

Peserta Didorong Memanfaatkan Ekosistem Digital

Webinar tersebut juga menjadi ruang diskusi bagi para pelaku UMKM untuk membahas berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam mengembangkan usaha.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Sejumlah peserta menyampaikan tantangan yang dihadapi, mulai dari persoalan pemasaran, desain dan pengemasan produk, legalitas usaha, hingga bagaimana meningkatkan penjualan melalui kanal digital.

Melalui pembekalan tersebut, peserta didorong untuk melihat digitalisasi bukan sekadar sebagai sarana promosi, tetapi sebagai bagian dari strategi bisnis yang terintegrasi.

Mulai dari membangun identitas merek, meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan marketplace, membuat konten yang relevan, hingga mengembangkan strategi live commerce menjadi rangkaian yang perlu dilakukan secara konsisten.

Lima UMKM Akan Dipilih untuk Pendampingan Intensif

Program DOSPULKAM IPB University 2026 tidak berhenti pada kegiatan webinar.

Pada akhir kegiatan, peserta UMKM yang telah mendaftarkan diri mendapatkan informasi mengenai tahapan seleksi lanjutan untuk mengikuti program pendampingan secara intensif.

Dari proses tersebut, nantinya akan dipilih lima UMKM terbaik untuk mendapatkan pendampingan lebih lanjut, khususnya dalam penguatan branding, optimalisasi pemasaran digital, serta pengembangan strategi live commerce.

Program ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih konkret terhadap pengembangan usaha peserta, sekaligus menjadi ruang bagi UMKM untuk memperkuat posisi produknya di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin digital.

Tim DOSPULKAM IPB University 2026 berharap kegiatan tersebut dapat mendorong pelaku UMKM olahan perikanan, khususnya di Pekanbaru, untuk semakin siap melakukan transformasi digital, meningkatkan nilai tambah produk, dan membuka akses menuju segmen pasar menengah atas.

Dengan kombinasi produk berkualitas, branding yang kuat, standar keamanan pangan, dan strategi pemasaran digital, UMKM olahan perikanan diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memiliki ruang lebih besar untuk tumbuh dan berkembang di pasar yang semakin kompetitif.##

Peduli Dampak Kabut Asap, Ormas RMRB – PWRI Rohul Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan

RMRBNEWS.COM,ROKAN HULU – Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditunjukkan sejumlah organisasi masyarakat dan wartawan di Kabupaten Rokan Hulu.

Organisasi Masyarakat DPC Rumpun Masyarakat Riau Bersatu (RMRB) Rohul bersama DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Rokan Hulu turun langsung membagikan masker kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan.

Kegiatan sosial tersebut berlangsung Jumat (18/9/2026) di Jalan Jenderal Sudirman, lintas Ujung Batu–Pekanbaru, Kabupaten Rokan Hulu. Masker yang dibagikan merupakan bantuan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu.

Hal senada disampaikan, Kabid Humas DPC RMRB Rohul, Elisman. Ia menjelaskan bahwa masker tersebut merupakan bantuan dari Dinas Kesehatan Rohul yang kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Masker ini merupakan bantuan dari Dinas Kesehatan Rohul. Kami membantu menyalurkannya kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan yang beraktivitas di luar rumah dan terdampak kabut asap,” kata Elisman.

Sekretaris PWRI Rohul, Hasan Basri, mengatakan penyaluran masker tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap.

“Kami membantu menyalurkan masker ini sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan yang harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap,” ujar Hasan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Rohul, dr. Bambang Triono, MM, mengatakan penggunaan masker menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan langsung partikel udara saat kondisi kabut asap.

“Ini bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kondisi udara kurang sehat akibat kabut asap. Masyarakat, terutama yang beraktivitas di luar ruangan, perlu meningkatkan kewaspadaan,” katanya.

Sejumlah pengguna jalan yang menerima masker juga menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka berharap penanganan karhutla dapat dilakukan secara serius dan berkelanjutan sehingga dampak kabut asap terhadap aktivitas dan kesehatan masyarakat dapat segera berakhir.

Sahrul Aidi Dorong DPR Ri Segera Bahas RUU AI, Mulai Mengubah Wajah Jurnalistik

rmbnews.com RIAU – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai membawa perubahan besar dalam dunia media dan jurnalistik. Di tengah perkembangan tersebut, regulasi yang mampu memberikan kepastian hukum sekaligus melindungi profesi jurnalis dinilai semakin penting.

Hal itu menjadi perhatian Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Ustaz Sahrul Aidi Ma’azat. Ia mendorong agar pemahaman insan pers terhadap regulasi digital, media, penyiaran, hingga AI terus diperkuat.

Pernyataan itu disampaikan Sahrul Aidi saat membuka kegiatan webinar yang ditujukan bagi para jurnalis, khususnya insan pers di Riau.

Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut jurnalis tidak hanya meningkatkan kemampuan dalam memproduksi informasi, tetapi juga memahami aturan yang mengiringi perkembangan teknologi tersebut.

“Perlu tentunya pemahaman tentang undang-undang pers yang sedang berjalan terkait teknologi dan media, baik undang-undang yang sudah disahkan maupun undang-undang yang dibutuhkan untuk penguatan, terutama tentang AI yang hubungannya dengan jurnalistik,” kata Sahrul Aidi.

Sahrul Aidi menilai AI bukan lagi sekadar perkembangan teknologi, melainkan isu yang telah menjadi perhatian dunia dan memiliki keterkaitan langsung dengan berbagai sektor, termasuk media, penyiaran dan jurnalistik.

Ia menyebut isu AI juga telah dibahas dalam berbagai forum internasional, termasuk Inter-Parliamentary Union (IPU).

Karena itu, melalui Badan Kerja Sama Antar-Parlemen, pihaknya mendorong agar pembahasan mengenai regulasi AI mendapat perhatian lebih serius di DPR RI.

“Kami merekomendasikan agar undang-undang AI ini dibahas, dijadikan, dibuatkan RUU-nya di DPR RI. Kami sudah surati pimpinan, mudah-mudahan secepatnya,” ujarnya.

Menurut Sahrul Aidi, pembentukan regulasi AI juga membutuhkan masukan dari berbagai pihak, termasuk para jurnalis yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan perkembangan teknologi informasi.

Ia meminta insan pers tidak hanya menjadi objek dari perubahan teknologi, tetapi ikut memberikan masukan terhadap arah regulasi yang akan dibentuk.

“Minta masukan kepada teman-teman jurnalis,” katanya.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan AI, Sahrul Aidi menegaskan pentingnya menjaga posisi pers sebagai salah satu pilar demokrasi.

Menurutnya, kemajuan teknologi harus tetap berjalan beriringan dengan profesionalisme dan tanggung jawab jurnalistik.

“Mudah-mudahan profesi jurnalis tetap bisa menjadi profesi yang betul-betul menjadi pilar demokrasi. Salah satu pilar demokrasi itu adalah media, tentunya dalam hal ini adalah para jurnalis,” tegasnya.

Ia berharap webinar tersebut tidak berhenti sebagai forum penyampaian materi semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi jurnalis untuk memperbarui pengetahuan sekaligus menyampaikan berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian dari sisi regulasi.

“Inilah jalan yang bisa diberikan untuk sarana meng-upgrade dan juga menampung aspirasi, meng-upgrade pengetahuan dan menampung aspirasi para jurnalis,” pungkas Sahrul Aidi.

Dengan semakin luasnya penggunaan AI dalam produksi dan distribusi informasi, pembahasan mengenai batas, tanggung jawab, serta perlindungan hukum dalam pemanfaatan teknologi tersebut menjadi salah satu isu yang semakin relevan bagi masa depan dunia jurnalistik.**

Pendaftaran LKTJ PWI Rohul 2026 Tinggal Menghitung Hari, Angkat Tema Jejak CSR Perusahaan Dalam Membangun Negeri

RMRBNEWS.COM,ROKAN HULU — Pendaftaran Lomba Karya Tulis Jurnalistik (LKTJ) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Pendaftaran peserta akan ditutup pada 20 September 2026, sebelum dilanjutkan dengan tahapan pengiriman karya mulai 20 September hingga 8 Oktober 2026.

LKTJ PWI Rohul 2026 digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Rokan Hulu ke-27. Kegiatan ini mengusung tema “Jejak CSR Perusahaan Dalam Membangun Negeri”.

Ketua PWI Rohul, Amin Syukri, S.Kom, mengatakan pelaksanaan LKTJ menjadi salah satu bentuk partisipasi PWI dalam memeriahkan HUT Rohul ke-27 sekaligus mendorong lahirnya karya jurnalistik yang mengangkat berbagai kontribusi perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam pembangunan daerah.

“Lomba ini kita laksanakan dalam rangka memeriahkan HUT Kabupaten Rokan Hulu ke-27. Tema yang kita angkat adalah Jejak CSR Perusahaan Dalam Membangun Negeri,” ujar Amin Syukri.

Ia menjelaskan, LKTJ PWI Rohul 2026 terbagi dalam dua kategori peserta. Kategori pertama diperuntukkan bagi siswa dan mahasiswa, sedangkan kategori kedua terbuka bagi wartawan dan masyarakat umum.

Sementara itu, Ketua Pelaksana LKTJ PWI Rohul 2026, Achiruddin,S.Psi mengajak seluruh calon peserta untuk segera mempersiapkan karya terbaiknya. Menurutnya, masih terdapat kesempatan bagi peserta untuk mendaftarkan diri sebelum batas akhir pendaftaran.

“Pendaftaran tinggal beberapa hari lagi. Kami mengajak siswa, mahasiswa, wartawan dan masyarakat umum yang memiliki ketertarikan dalam dunia jurnalistik untuk segera mendaftarkan diri dan mempersiapkan karya terbaiknya,” kata Achir.

Ia menambahkan, tema yang diangkat dalam LKTJ tahun ini diharapkan dapat mendorong peserta menggali berbagai cerita, fakta dan kontribusi program CSR perusahaan yang telah memberikan dampak bagi masyarakat maupun pembangunan di Kabupaten Rokan Hulu.

“Kami berharap melalui lomba ini akan lahir karya-karya jurnalistik yang berkualitas, sekaligus memberikan gambaran kepada masyarakat tentang berbagai kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan daerah,” tambahnya.

Menurut Achiruddin, LKTJ tersebut bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi peserta untuk menyampaikan informasi dan gagasan melalui karya jurnalistik yang menarik, faktual dan memiliki nilai edukasi bagi masyarakat.

Ketua PWI Rohul, Amin Syukri, kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari kemeriahan HUT Kabupaten Rokan Hulu ke-27.

“Kami mengajak siswa, mahasiswa, insan pers dan masyarakat luas untuk ikut berpartisipasi dalam LKTJ ini. Selain menjadi wadah untuk menuangkan karya dan gagasan, kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya kita bersama memeriahkan HUT Rokan Hulu ke-27,” ujarnya.

Pendaftaran peserta dijadwalkan hingga 20 September 2026, sementara pengiriman karya berlangsung mulai 20 September hingga 8 Oktober 2026.

PWI Rohul berharap LKTJ tahun 2026 mendapat antusiasme luas dari masyarakat dan mampu melahirkan karya-karya jurnalistik yang berkualitas dalam mengangkat “Jejak CSR Perusahaan Dalam Membangun Negeri”.***(rls)

LPKSM RMRB Siapkan 12 Program Prioritas Perlindungan Konsumen di Riau Tahun 2026

rmrbnews.com, PEKANBARU, 15 SEPTEMBER 2026 — Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat Rumpun Masyarakat Riau Bersatu (LPKSM RMRB) menegaskan komitmennya memperkuat perlindungan dan pemberdayaan konsumen di Provinsi Riau melalui 12 program prioritas sepanjang tahun 2026.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya LPKSM RMRB untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hak-hak konsumen sekaligus mendorong terciptanya aktivitas perdagangan dan pelayanan yang lebih aman, transparan serta bertanggung jawab.

Ketua Umum LPKSM RMRB, Putra Rezeky, S.Pd.I, mengatakan perlindungan konsumen membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dan pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan.

“LPKSM RMRB ingin hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika persoalan sudah terjadi. Kami mendorong masyarakat menjadi konsumen yang cerdas, kritis dan memahami hak-haknya,” ujar Putra Rezeky.

Logo Resmi LPKSM RMRB

12 Program Prioritas LPKSM RMRB

Adapun 12 program yang menjadi prioritas LPKSM RMRB Provinsi Riau tahun 2026 meliputi:

Satgas Pengawas MBG

Posko Pengaduan Konsumen Riau

Pengawasan Barang dan Jasa

Perlindungan Konsumen Digital

Pengawasan Pangan dan Produk Konsumsi

Program Konsumen Cerdas Riau

Pengawasan Harga dan Ketersediaan Barang Pokok

Pendampingan UMKM dan Pelaku Usaha

Program TJSL/TJSP dan Kepedulian Perusahaan

Pengawasan Pelayanan Publik dari Perspektif Konsumen

Program Konsumen Sehat dan Aman

Pusat Informasi dan Edukasi Hukum Konsumen

Satgas Pengawas MBG Jadi Salah Satu Fokus

Salah satu program yang mendapat perhatian LPKSM RMRB adalah Satgas Pengawas MBG.

Pengawasan diarahkan pada aspek perlindungan konsumen, terutama pemantauan kualitas, keamanan, kebersihan dan kelayakan makanan serta mendorong pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis agar tepat sasaran.

“Pengawasan bukan untuk mencari kesalahan, tetapi memastikan program yang menyangkut kepentingan masyarakat berjalan dengan baik, transparan dan memberikan manfaat,” tegas Putra.

Selain itu, LPKSM RMRB juga akan memperkuat jaringan organisasi mulai dari tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota hingga Koordinator Kecamatan, serta mengembangkan tim advokasi dan pengaduan konsumen, monitoring dan data analis, kader perlindungan konsumen serta media dan informasi publik.

LPKSM RMRB mengajak masyarakat Riau untuk tidak ragu menyampaikan pengaduan apabila menemukan persoalan terkait barang atau jasa yang berpotensi merugikan konsumen.

IDENTITAS LPKSM RMRB

LEMBAGA PERLINDUNGAN KONSUMEN SWADAYA MASYARAKAT (LPKSM) RUMPUN MASYARAKAT RIAU BERSATU (RMRB)

TDLPK No.:

500.1.2.3/330/DISPERINDAGKOP&UKM/2026

Ketua Umum: Putra Rezeky, S.Pd.I

Kontak Informasi/Pengaduan: 0822-8991-2230

“Bersama Masyarakat, Wujudkan Perlindungan Konsumen untuk Riau yang Lebih Baik dan Sejahtera.”

Tim Mabes TNI Gencar Sosialisasikan Pencegahan Karhutla dan Perkuat Kearifan Lokal

rmrbnews.com, PELALAWAN — Tim Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) terus menggencarkan sosialisasi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah kecamatan se-Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat kearifan lokal sebagai bagian penting dalam pencegahan Karhutla.

Ketua Tim Mabes TNI, Brigjen Dedi Zulkifli, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (15/9/2026), mengatakan bahwa kehadiran Tim Mabes TNI di Kabupaten Pelalawan merupakan salah satu bentuk dukungan sekaligus memberikan semangat kepada masyarakat untuk terus peduli terhadap lingkungan di sekitarnya.

“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami ingin mendorong masyarakat agar semakin peduli terhadap lingkungan serta bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Menurutnya, upaya pencegahan Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Kearifan lokal yang telah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat dinilai dapat menjadi kekuatan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Tim Mabes TNI juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan dalam membuka maupun mengelola lahan. Masyarakat diharapkan segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api atau aktivitas yang berpotensi menyebabkan Karhutla.

“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan kepedulian dan sinergi antara masyarakat, pemerintah serta aparat, kita dapat mencegah Karhutla dan menjaga lingkungan tetap aman dan lestari,” tambahnya.

Ditambahkan Brigjen TNI Dedi Zulkifli ” kita menghimbau kepada masyarakat supaya paham bahwa upaya ini tidak berhenti saat api padam akan tetapi kehadiran kami tetap terus memberikan semangat kepada masyarakat.

Pemerintah pusat terus memikirkan yang terjadi saat sekarang ini, daerah tidak pernah di tinggalkan oleh pusat dan pusat terus memikirkan daerah untuk mencari jalan keluarnya. Terangnya Ketua Tim Sosialisasi Mabes TNI Brigjen TNI Dedi Zulkifli

Sosialisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Kabupaten Pelalawan untuk mengedepankan cara-cara yang aman dan ramah lingkungan dalam mengelola lahan, sekaligus menjaga kearifan lokal sebagai bagian dari upaya bersama mencegah Karhutla. **

Polsek Tandun Tanam Jagung Kuartal III, Perkuat Swasembada Pangan

RMRBNEWS.COM,ROKAN HULU – Upaya memperkuat ketahanan pangan terus digalakkan di Kabupaten Rokan Hulu. Salah satunya melalui penanaman jagung Kuartal III Tahun 2026 yang dilaksanakan Polsek Tandun bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, penyuluh pertanian dan masyarakat.

Kegiatan penanaman berlangsung di Dusun Langgak Rambahan II, RT 008/RW 004, Desa Koto Tandun, Kecamatan Tandun, Senin (14/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, lahan mineral seluas sekitar 1 hektare atau 10.000 meter persegi dimanfaatkan untuk budidaya jagung pipil. Penanaman juga didukung penggunaan pupuk organik sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan produktivitas lahan.

Kapolsek Tandun AKP P. Simatupang, S.H., hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Turut hadir Camat Tandun Feriadi, S.IP., M.Si., Pj Kepala Desa Koto Tandun Aly Yusuf, S.Sos., M.IP., penyuluh pertanian, pendamping desa, perangkat desa serta masyarakat.

Kehadiran jajaran Polsek Tandun dalam kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan kepolisian terhadap program ketahanan pangan nasional. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar lahan produktif di tingkat desa dapat dikelola secara maksimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Jagung menjadi salah satu komoditas yang dikembangkan karena selain mendukung ketersediaan pangan, hasil produksinya juga diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

AKP P. Simatupang menegaskan, keberhasilan program tersebut tidak hanya ditentukan oleh proses penanaman. Perawatan dan pengawasan tanaman hingga masa panen juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.

“Penanaman ini baru langkah awal. Yang lebih penting adalah memastikan tanaman tumbuh optimal hingga panen, sehingga lahan produktif yang dikelola masyarakat benar-benar menghasilkan,” ujar AKP P. Simatupang.

Ia berharap pengelolaan lahan tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjadi salah satu upaya mendukung pencapaian target swasembada pangan nasional Tahun 2026.

Polsek Tandun bersama unsur pemerintah dan pertanian juga akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan tanaman serta mendorong pengelolaannya hingga memasuki masa panen.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 10.30 WIB tersebut berlangsung aman, lancar dan kondusif.***(rls)