rmrbnews.com, BOGOR — Transformasi digital menjadi salah satu kunci bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas pasar dan meningkatkan nilai tambah produk. Hal tersebut menjadi perhatian Tim Dosen Pulang Kampung (DOSPULKAM) IPB University 2026 melalui webinar bertema “Transformasi Digital UMKM Hasil Olahan Perikanan: Strategi Branding dan Live Commerce untuk Menembus Pasar Menengah-Atas.”
Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada 14 September 2026 tersebut diikuti oleh pelaku UMKM olahan perikanan, akademisi, peserta umum, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sektor UMKM.
Webinar ini menjadi bagian dari rangkaian Program DOSPULKAM IPB University 2026 yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM hasil olahan perikanan, khususnya di wilayah Pekanbaru.
Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau, yang diwakili Dr. T. Ersti Yulika Sari, S.Pi., M.Si., serta Asia Small Business Federation (ASBF) Regional Riau, yang diwakili Alfa Frisa Septania.
UMKM Tidak Cukup Hanya Mengandalkan Rasa
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Tim DOSPULKAM IPB University 2026, Dr. Nimmi Zulbainarni, S.Pi., M.Si.
Dalam sesi materi, Dr. Suhendi, S.P., M.M. membahas strategi agar UMKM dapat “naik kelas”. Menurutnya, keberhasilan sebuah produk tidak cukup hanya mengandalkan kualitas dan cita rasa.
Pelaku UMKM juga dituntut mampu membangun produk yang mudah ditemukan, dipercaya, dipilih, hingga dibeli kembali oleh konsumen.
Karena itu, transformasi pola pikir kewirausahaan menjadi salah satu fondasi penting. Pelaku usaha perlu memahami siapa target pasarnya, apa keunggulan produknya, serta bagaimana membangun value proposition yang kuat.
Penguatan identitas merek, strategi pembuatan konten digital, pemanfaatan marketplace, hingga penggunaan live commerce juga menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran di era digital.
Live commerce, misalnya, tidak sekadar dilakukan dengan menyalakan kamera dan menjual produk. Strategi tersebut perlu dipersiapkan mulai dari tahap pra-live, pelaksanaan live, hingga tindak lanjut setelah kegiatan live agar mampu menghasilkan interaksi dan penjualan yang lebih efektif.
Pangan Biru Punya Potensi Nilai Tambah
Sementara itu, Prof. Dr. Kustiariyah, S.Pi., M.Si. memberikan perspektif dari sisi pengembangan pangan biru.
Menurut materi yang disampaikan, sektor kelautan dan perikanan tidak hanya memiliki peran sebagai sumber protein hewani, tetapi juga menyimpan peluang besar untuk menghasilkan produk bernilai tambah dan pangan fungsional.
Potensi tersebut perlu diikuti dengan penerapan standar mutu dan keamanan pangan yang baik, terutama bagi unit pengolahan hasil perikanan.
Prinsip Good Manufacturing Practices (GMP), Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP), dan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) menjadi bagian penting yang perlu dipahami pelaku usaha agar produk yang dihasilkan aman, berkualitas, serta memiliki daya saing lebih tinggi.
Dengan pemenuhan standar tersebut, produk UMKM olahan perikanan diharapkan tidak hanya mampu bertahan di pasar lokal, tetapi juga memiliki peluang memperluas akses ke pasar yang lebih besar.
Peserta Didorong Memanfaatkan Ekosistem Digital
Webinar tersebut juga menjadi ruang diskusi bagi para pelaku UMKM untuk membahas berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam mengembangkan usaha.
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Sejumlah peserta menyampaikan tantangan yang dihadapi, mulai dari persoalan pemasaran, desain dan pengemasan produk, legalitas usaha, hingga bagaimana meningkatkan penjualan melalui kanal digital.
Melalui pembekalan tersebut, peserta didorong untuk melihat digitalisasi bukan sekadar sebagai sarana promosi, tetapi sebagai bagian dari strategi bisnis yang terintegrasi.
Mulai dari membangun identitas merek, meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan marketplace, membuat konten yang relevan, hingga mengembangkan strategi live commerce menjadi rangkaian yang perlu dilakukan secara konsisten.
Lima UMKM Akan Dipilih untuk Pendampingan Intensif
Program DOSPULKAM IPB University 2026 tidak berhenti pada kegiatan webinar.
Pada akhir kegiatan, peserta UMKM yang telah mendaftarkan diri mendapatkan informasi mengenai tahapan seleksi lanjutan untuk mengikuti program pendampingan secara intensif.
Dari proses tersebut, nantinya akan dipilih lima UMKM terbaik untuk mendapatkan pendampingan lebih lanjut, khususnya dalam penguatan branding, optimalisasi pemasaran digital, serta pengembangan strategi live commerce.
Program ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih konkret terhadap pengembangan usaha peserta, sekaligus menjadi ruang bagi UMKM untuk memperkuat posisi produknya di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin digital.
Tim DOSPULKAM IPB University 2026 berharap kegiatan tersebut dapat mendorong pelaku UMKM olahan perikanan, khususnya di Pekanbaru, untuk semakin siap melakukan transformasi digital, meningkatkan nilai tambah produk, dan membuka akses menuju segmen pasar menengah atas.
Dengan kombinasi produk berkualitas, branding yang kuat, standar keamanan pangan, dan strategi pemasaran digital, UMKM olahan perikanan diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memiliki ruang lebih besar untuk tumbuh dan berkembang di pasar yang semakin kompetitif.##