Resmi Bertransformasi, UIN AM Sangadji Ambon Jadi Tonggak Baru Pendidikan Islam Moderat di Maluku

Ambon,LensoMerah.com- Menteri Agama Republik Indonesia melaksanakan kunjungan kerja bersejarah di Provinsi Maluku yang dipusatkan di Kampus UIN AM Sangadji Ambon. Kunjungan ini menandai babak baru pengembangan pendidikan Islam di Maluku melalui peresmian alih bentuk IAIN Ambon menjadi universitas negeri berbasis keislaman yang inklusif dan berorientasi masa depan.

Transformasi kelembagaan ini dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat pendidikan Islam moderat, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta berakar kuat pada nilai toleransi dan kebhinekaan yang telah lama hidup di Maluku.

Dalam rangkaian kegiatan pada Jumat (16/1/2026), Menteri Agama meresmikan sejumlah fasilitas dan program penting, antara lain:

Peresmian alih bentuk IAIN Ambon menjadi UIN AM Sangadji Ambon;

Peresmian Gedung Kuliah Terpadu sebagai penunjang sarana belajar mengajar modern;

Peluncuran Program Digitalisasi Arsip IAKN Ambon, sebagai wujud inovasi tata kelola pendidikan;

Atraksi seni musik kolaboratif lintas iman yang melibatkan mahasiswa UIN dan IAKN Ambon, menegaskan kuatnya toleransi dan harmoni antarumat beragama di Maluku.

Kolaborasi lintas iman tersebut menjadi simbol nyata bahwa pendidikan tinggi di Maluku berkembang dalam semangat persaudaraan dan saling menghargai.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Agama menyampaikan Kuliah Umum bertajuk “Ekoteologi dan Kurikulum Cinta”. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya kesadaran ekologis dan relasi etis antara manusia dan alam semesta.

Menurutnya, manusia memang memiliki hak untuk memanfaatkan alam, namun alam juga memiliki hak yang wajib dijaga agar keseimbangan kehidupan tetap terpelihara. Sebagai implementasi nyata nilai ekoteologi tersebut, dilakukan aksi penanaman pohon di lingkungan Kampus UIN AM Sangadji Ambon.

Apresiasi Pemerintah Provinsi Maluku

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Agama yang dinilai membawa inspirasi dan energi baru bagi pengembangan pendidikan keagamaan yang moderat dan inklusif di Maluku.

Ia juga menyampaikan harapan agar ke depan IAKN Ambon dapat mengikuti jejak UIN AM Sangadji untuk bertransformasi menjadi universitas, sebagai simbol konkret harmoni, kesetaraan, dan keberagaman di Maluku yang dikenal sebagai Bumi Raja-Raja.

Kegiatan ini dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Maluku, pimpinan perguruan tinggi, tokoh-tokoh agama, serta sivitas akademika. Peresmian UIN AM Sangadji Ambon diharapkan menjadi pengungkit kemajuan pendidikan tinggi keagamaan sekaligus memperkuat posisi Maluku sebagai contoh hidup toleransi dan perdamaian di Indonesia.(LM01)

Gubernur Maluku Sambut Menteri Agama RI, Perkuat Transformasi Pendidikan dan Kerukunan Umat di Maluku

Ambon,LensoMerah.com — Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyambut kedatangan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam rangka kunjungan kerja di Provinsi Maluku, Jumat (16/1/2026). Menteri Agama RI tiba di Ambon menggunakan pesawat Batik Air pada pukul 06.00 WIT dan disambut langsung oleh Gubernur bersama Forkopimda Maluku di Bandara Pattimura, ditandai dengan pengalungan syal Tenun khas Maluku.

Gubernur Maluku menyampaikan apresiasi atas agenda strategis Menteri Agama yang berfokus pada transformasi pendidikan keagamaan serta penguatan kerukunan umat beragama di Maluku. Salah satu agenda utama kunjungan tersebut adalah peresmian alih bentuk IAIN Ambon menjadi UIN AM Sangadji, sekaligus peresmian Gedung Kuliah Terpadu.

Selain peresmian fisik, rangkaian kegiatan di lingkungan kampus UIN AM Sangadji juga meliputi peluncuran Program Digitalisasi Arsip IAKN Ambon, atraksi seni musik kolaboratif lintas iman yang melibatkan mahasiswa UIN dan IAKN Ambon, Kuliah Umum Ekoteologi dan Kurikulum Cinta, serta aksi lingkungan berupa penanaman pohon di area kampus.

Sebelum menuju Ambon, rombongan Menteri Agama terlebih dahulu melaksanakan kunjungan kerja singkat ke Banda menggunakan pesawat Casa TNI AL pada Jumat pagi. Setibanya kembali di Ambon, Menteri Agama melaksanakan Sholat Jumat di Masjid Raya Alfatah, sebelum melanjutkan agenda resmi lainnya.

Pada Jumat malam, Menteri Agama dijadwalkan menghadiri Pertemuan Tokoh Lintas Agama se-Maluku yang berlangsung di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku. Gubernur Maluku berharap kunjungan ini semakin memperkokoh posisi Maluku sebagai laboratorium perdamaian dan contoh nyata kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Menteri Agama RI dijadwalkan bertolak kembali ke Jakarta pada Sabtu (17/1/2026) pukul 06.30 WIT melalui Bandara Pattimura Ambon, menutup rangkaian kunjungan kerja yang sarat makna strategis bagi pengembangan pendidikan dan harmoni sosial di Maluku.(LM01)

Gubernur Maluku Goes to School, Perkuat Wawasan Kebangsaan dan Nilai Pela Gandong di SMA Negeri 1 Ambon

Ambon,LensoMerah.com— Dalam rangka memperkuat wawasan kebangsaan serta menginternalisasi nilai luhur Pela Gandong sebagai fondasi persatuan nasional, Hendrik Lewerissa menghadiri sekaligus memberikan pembekalan kepada para siswa dalam kegiatan Gubernur Maluku Goes to School. Kegiatan ini berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Ambon, Kamis (15/1/2026).

Kehadiran Gubernur Maluku disambut antusias oleh siswa-siswi melalui yel-yel khas sekolah yang menggema di aula, mencerminkan semangat serta kebanggaan atas kunjungan orang nomor satu di Provinsi Maluku tersebut.

Dalam kegiatan ini, Gubernur Maluku didampingi Plt. Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Maluku, Kepala Inspektorat Provinsi Maluku, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku beserta jajaran, serta Kepala SMA Negeri 1 Ambon, dewan guru, dan seluruh siswa-siswi.

Dalam wawancara usai kegiatan, Gubernur Maluku menjelaskan bahwa program Gubernur Goes to School merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk hadir secara langsung di tengah generasi muda, memberikan penguatan nilai kebangsaan di luar pembelajaran formal.

“Saya memahami bahwa di sekolah para siswa telah menerima pelajaran sejarah dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Namun sebagai kepala daerah, saya merasa penting untuk hadir langsung, memberikan penguatan wawasan kebangsaan serta menyampaikan hal-hal mendasar yang perlu dipahami generasi muda,” ujar Gubernur.

Ia menegaskan bahwa generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari bahaya narkoba, seks bebas, pernikahan dini, hingga maraknya praktik judi online yang kian mengancam masa depan anak bangsa.

“Ini adalah persoalan nyata yang sedang kita hadapi bersama. Karena itu, pemerintah harus terus melakukan kampanye dan edukasi secara masif dan berkelanjutan agar generasi muda sadar dan mampu melindungi diri dari berbagai ancaman tersebut,” tegasnya.

Menjelang akhir kegiatan, Gubernur Maluku memberikan motivasi kepada para siswa untuk terus membangun karakter, meningkatkan semangat belajar, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan sejak dini.

“Pemimpin yang baik bukanlah orang-orang yang terlahir istimewa, tetapi orang-orang biasa yang memiliki tekad yang luar biasa,” pesan Gubernur kepada siswa-siswi SMA Negeri 1 Ambon.

Melalui kegiatan Gubernur Maluku Goes to School, Pemerintah Provinsi Maluku berharap nilai-nilai kebangsaan, karakter, dan kepemimpinan dapat tertanam kuat dalam diri generasi muda, sebagai bekal mereka menjadi calon pemimpin masa depan Maluku dan Indonesia.(LM01)

Kodaeral IX Peringati Isra Mi’raj, Perkuat Iman Prajurit Menuju Pengabdian Prima

Ambon, LensoMerah.com — Dalam upaya mempertebal keimanan dan ketakwaan prajurit kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Komando Daerah Angkatan Laut IX menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Nurul Iman, Markas Komando Kodaeral IX, Kota Ambon, Maluku, Jumat malam (16/1/2026).

Peringatan keagamaan ini dipimpin langsung oleh Komandan Kodaeral IX, Hanarko Djodi Pamungkas, yang hadir bersama Wakil Komandan Kodaeral IX, Muhammad Risahdi, para pejabat utama, kepala satuan kerja, serta seluruh personel Muslim Kodaeral IX.

Turut hadir Ketua Daerah Kodaeral IX Gabungan Jalasenastri Koarmada RI, Inca Hanarko Djodi Pamungkas, bersama jajaran pengurus daerah Jalasenastri, menambah khidmat suasana peringatan.

Dalam sambutannya, Komandan Kodaeral IX menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj memiliki makna strategis bagi prajurit TNI Angkatan Laut. Selain sebagai sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat moral dan etos pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, kita diingatkan untuk senantiasa meningkatkan kualitas keimanan dalam kehidupan pribadi maupun saat menjalankan tugas. Dengan meneladani akhlak Rasulullah Muhammad SAW, diyakini akan terbentuk karakter prajurit yang prima menuju Indonesia maju,” tegasnya.

Hikmah Isra Mi’raj bagi Prajurit

Ceramah hikmah Isra Mi’raj disampaikan oleh Akhmad Mukhroji, yang menjelaskan bahwa Isra Mi’raj merupakan peristiwa luar biasa yang dialami Nabi Muhammad SAW hanya dalam satu malam, namun sarat dengan makna mendalam.

Ia menekankan bahwa salah satu momen terpenting dalam peristiwa tersebut adalah diterimanya perintah shalat lima waktu secara langsung dari Allah SWT. Selain itu, Rasulullah SAW juga diperlihatkan berbagai peristiwa gaib, bertemu para nabi terdahulu, bahkan memimpin mereka dalam shalat sebagai imam.

“Peristiwa seagung ini mengajarkan banyak hikmah, di antaranya tingginya derajat kehambaan, pentingnya menyampaikan kebenaran walau pahit, keutamaan shalat, serta keyakinan iman Nabi Muhammad SAW yang meningkat dari ilmul yaqin menuju ‘ainul yaqin,” jelasnya.

Menurutnya, nilai-nilai Isra Mi’raj sangat relevan untuk dijadikan pedoman prajurit TNI AL dalam menjalankan tugas, khususnya dalam menjaga integritas, disiplin, dan tanggung jawab sebagai aparat pertahanan negara.

Peringatan Isra Mi’raj di lingkungan Kodaeral IX ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu memperkuat fondasi spiritual prajurit, sehingga tercipta keseimbangan antara profesionalisme militer dan keteguhan iman dalam setiap pengabdian kepada bangsa dan negara.(LM01)

Pertamina Patra Niaga Dorong Pola Asuh Positif Lewat Kelas Parenting Tamasya Darling di Ambon

Ambon,LensoMerah.com— Pertamina Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Pattimura menegaskan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia dengan menggandeng BKKBN Provinsi Maluku dan PAUD Sadar Lingkungan.

Kolaborasi ini diwujudkan melalui Program Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak) dengan kegiatan Kelas Parenting Tamasya Darling, yang berfokus pada penguatan pola pengasuhan psikososial anak.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya pola asuh yang tepat dan berkelanjutan bagi tumbuh kembang anak. Secara luring, kelas ini diikuti 40 wali murid dan tenaga pendidik PAUD Sadar Lingkungan, sementara secara daring melalui YouTube dan Zoom diikuti lebih dari 400 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

AFT Manager AFT Pattimura, Febri Nur Faizin, menyampaikan bahwa program ini merupakan pilar penting pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Kami mengapresiasi dukungan BKKBN Provinsi Maluku, Ibu Psikolog Novi Ernilawati, serta PAUD Sadar Lingkungan. Harapannya, Kelas Parenting Tamasya Darling membawa manfaat nyata bagi orang tua dan masa depan anak-anak,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Mauliwaty Bulo.

Menurutnya, kolaborasi multi-pihak menjadi kunci peningkatan kualitas pengasuhan.

“Kualitas interaksi orang tua dan anak berdampak panjang bagi masa depan bangsa. Inisiatif ini tepat karena mengajak orang tua hadir dan terlibat aktif,” jelasnya.

Kelas ini menghadirkan narasumber ahli, Novi Ernilawati, yang menekankan bahwa pertumbuhan anak tidak hanya menyangkut gizi dan fisik, tetapi juga aspek psikososial.

“Setiap usia memiliki fase psikososial yang berbeda. Peran orang tua adalah memfasilitasi agar anak mencapai target pertumbuhan di tiap fase secara optimal,” paparnya di hadapan peserta yang antusias berdiskusi.

Kepala Sekolah PAUD Sadar Lingkungan, Santi Sainyakit, menambahkan bahwa sinergi sekolah dan keluarga sangat menentukan keberhasilan pendidikan anak.

“Guru pertama anak adalah orang tua. Di rumah, anak belajar adab, sopan santun, dan pembentukan kepribadian,” tegasnya.

Melalui Kelas Parenting Tamasya Darling, Pertamina Patra Niaga berharap tercipta wadah edukasi berkelanjutan yang berdampak nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Pendidikan Berkualitas dan Kesejahteraan.(LM01)

Sinergi Pemprov Maluku–Pemkot Ambon Pulihkan Rumah Korban Konflik Hunuth.

Ambon,LensoMerah.com— Pemerintah Provinsi Maluku bersama Pemerintah Kota Ambon menuntaskan perbaikan 15 rumah rusak berat serta puluhan rumah rusak ringan milik warga korban konflik di Negeri Hunuth. Penyelesaian ini memungkinkan masyarakat kembali menempati hunian mereka secara aman dan layak.

Apresiasi tersebut disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat meninjau langsung lokasi bersama Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, Kamis (16/1/2026).

“Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Maluku melalui Bapak Gubernur Hendrik Lewerissa yang telah berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Ambon. Kini warga korban konflik Hunuth dapat kembali menempati rumahnya,” ujar Wali Kota.

Ia menegaskan, kolaborasi lintas pemerintahan merupakan kunci pemulihan pascakonflik yang berkeadilan dan berkelanjutan. Sinergi ini, menurutnya, bukan sekadar membangun fisik rumah, tetapi juga memulihkan rasa aman, martabat, dan kepercayaan warga terhadap negara.

“Inilah sinergi yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat par Maluku pung bae. Beta par Ambon, Ambon par samua,” tegasnya.

Gubernur Maluku dalam kesempatan yang sama menyampaikan komitmen Pemprov untuk terus hadir bagi masyarakat terdampak konflik dan bencana, melalui program rehabilitasi–rekonstruksi yang terukur serta penguatan kohesi sosial.

Ia menekankan pentingnya kerja bersama agar pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran.

Program perbaikan rumah ini mencakup pembenahan struktur utama, atap, dinding, lantai, serta peningkatan kelayakan dasar hunian.

Pemerintah juga memastikan proses pendataan, verifikasi, dan pelaksanaan dilakukan transparan agar bantuan benar-benar diterima warga yang berhak.

Dengan rampungnya perbaikan rumah di Hunuth, Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon menegaskan komitmen keberpihakan pada korban konflik—menghadirkan solusi nyata, memperkuat rekonsiliasi sosial, dan memastikan warga kembali hidup bermartabat di tanahnya sendiri.(LM01)

Video TikTok Ungkap Arbes Kembali Kotor, DPRD Kota Ambon Tegaskan Kebersihan Tanggung Jawab Bersama

Ambon,LensoMerah.com – Sebuah video berdurasi 33 menit yang diunggah akun TikTok @Tamrinlaode1453 menjadi perhatian publik. Video tersebut memperlihatkan kondisi kawasan Air Besar (Arbes) Ambon, Batu Merah,Kota Ambon yang sebelumnya telah dibersihkan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon, namun kembali dipenuhi sampah akibat ulah oknum masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan.

Dalam video itu, perekam menegaskan bahwa lokasi tersebut sudah bersih karena sampah-sampah telah diangkut oleh petugas. Bahkan, telah dipasang palang serta papan larangan membuang sampah. Namun kenyataannya, masih ditemukan sampah-sampah baru yang dibuang warga.

“Sudah bersih, sudah diangkat semua. Tapi masyarakat masih buang sampah sedikit-sedikit. Padahal sudah ada palang dan tulisan larangan. Memang kalau tidak ada kesadaran, susah juga. Biar sudah dibersihkan, tetap dibuang lagi,” ujar perekam video dalam unggahannya.

Unggahan tersebut menuai beragam komentar dari warganet. Sebagian menilai perlu disediakan lokasi atau tempat pembuangan sampah yang representatif agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Ada pula yang mengusulkan pemasangan CCTV di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi pelaku pembuang sampah.

Komentar lainnya menekankan bahwa persoalan kebersihan tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab Wali Kota, melainkan kewajiban bersama sebagai warga. Warganet juga meminta peran aktif RT/RW setempat untuk mengawasi, serta mendesak pemilik lahan di sekitar lokasi agar segera bertindak.

Menanggapi hal tersebut, DPRD Kota Ambon melalui Komisi III telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi Air Besar pada Jumat (16/1/2026).

Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon, Hary Putra Far-Far, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera memanggil Raja Negeri Batu Merah bersama seluruh RT dan RW di sekitar lokasi untuk membahas solusi konkret atas persoalan tersebut.

“Nanti kita mau panggil Bapak Raja Batu Merah dengan RT/RW yang berada di sekitar lokasi itu. Karena kebersihan ini adalah tanggung jawab bersama,” tegas Hary Putra Far-Far kepada media LensoMerah.com melalui pesan suara WhatsApp, Sabtu (17/1/2026).

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Ambon pada prinsipnya telah menjalankan kewajiban dengan membersihkan dan mengangkut sampah dari lokasi tersebut. Namun, menjaga keberlanjutan kebersihan lingkungan memerlukan kesadaran kolektif masyarakat.

“Pemerintah Kota sudah melaksanakan kewajibannya. Mengawasi dan menjaga kelanjutan kebersihan di lingkungan itu bukan hanya tugas pemerintah, tapi menjadi tanggung jawab kita semua,” pungkasnya.

DPRD Kota Ambon berharap adanya sinergi antara pemerintah negeri, RT/RW, pemilik lahan, dan masyarakat sekitar agar persoalan sampah di kawasan Air Besar tidak terus berulang dan lingkungan tetap terjaga bersih serta sehat.(LM01)

 

PELNI Ambon Klarifikasi Insiden di Pelabuhan Yos Sudarso, Tegaskan Keselamatan Tetap Prioritas Utama

Ambon,LensoMerah.com  PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Persero Cabang Ambon memberikan klarifikasi resmi terkait insiden kericuhan yang terjadi di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon saat proses keberangkatan KM Ciremai, Senin (12/1/2026).

Kepala Cabang PELNI Ambon, Marthin Heriyanto, menegaskan bahwa peristiwa tersebut dipicu oleh lonjakan penumpang pada hari terakhir arus balik, bukan akibat kelalaian maupun adanya instruksi berbahaya dari pihak PELNI.

Menurut Marthin, pada hari tersebut terjadi peningkatan signifikan jumlah calon penumpang KM Ciremai. Sejumlah orang yang tidak memiliki tiket diketahui memaksa masuk ke area kapal, sehingga menimbulkan ketegangan di kawasan pelabuhan.

“PT PELNI mengakui adanya lonjakan penumpang KM Ciremai karena hari ini merupakan hari terakhir arus balik di Pelabuhan Ambon. Terdapat sejumlah calon penumpang yang tidak memiliki tiket dan memaksa untuk naik ke kapal,” ujar Marthin dalam standby statement kepada wartawan.

Ia menegaskan bahwa PELNI tetap berkomitmen mengutamakan keselamatan penumpang dan awak kapal dengan mematuhi ketentuan kapasitas sesuai regulasi Kementerian Perhubungan serta otoritas pelabuhan.

Menanggapi isu yang beredar di masyarakat terkait adanya instruksi “terjun bebas” dari Kepala Cabang PELNI Ambon kepada buruh pelabuhan, Marthin secara tegas membantah kabar tersebut.

“Tidak benar adanya instruksi ‘terjun bebas’. Yang terjadi adalah miskomunikasi antara buruh pelabuhan, pihak kapal, dan pihak cabang,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa saat itu suling kapal telah dibunyikan sebanyak tiga kali sebagai tanda kapal akan segera diberangkatkan. Namun, masih terdapat dua buruh yang berada di atas kapal untuk mengangkut barang bawaan penumpang. Ketika tangga kapal dinaikkan, kedua buruh tersebut turun dari kapal atas inisiatif masing-masing.

“PELNI Cabang Ambon menegaskan tidak pernah memberikan perintah kepada buruh untuk terjun dari kapal. Keselamatan merupakan prioritas utama kami,” jelas Marthin.

Selain itu, Marthin juga membantah informasi yang menyebutkan adanya pemukulan atau pengeroyokan terhadap dirinya oleh buruh pelabuhan.

“Tidak terdapat kejadian pemukulan maupun pengeroyokan. Memang sempat terjadi ketegangan akibat kondisi lapangan yang padat, namun situasi dapat segera dikendalikan melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait di pelabuhan,” ujarnya.

Ia memastikan bahwa kondisi Pelabuhan Yos Sudarso Ambon kini telah kembali kondusif dan seluruh operasional PELNI berjalan normal.

Sebagai informasi, KM Ciremai melayani rute Tanjung Priok – Surabaya – Makassar – Baubau – Ambon – Sorong – Manokwari – Serui – Jayapura (PP). Pada keberangkatan dari Pelabuhan Ambon, tercatat sebanyak 619 penumpang naik, dengan total penumpang on board KM Ciremai mencapai 1.946 orang.

PELNI mengimbau masyarakat agar selalu membeli tiket resmi, menggunakan identitas yang sesuai, serta mematuhi seluruh ketentuan keberangkatan demi keselamatan bersama dan kelancaran operasional transportasi laut nasional.(LM01)

 

Pelni Ambon Tegaskan Insiden Penumpang Bermasalah Bukan Tanggung Jawab Operator Semata

Ambon,LensoMerah.com- Kepala PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Ambon, Marthin Heriyanto, menegaskan bahwa insiden penumpang bermasalah di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pihak operator kapal.

Penegasan tersebut disampaikan Marthin saat diwawancarai di Kantor PT Pelni Cabang Ambon, Senin (12/1/2026), menyusul adanya sejumlah penumpang yang gagal berangkat meskipun mengaku telah memiliki tiket.

Menurut Marthin, hasil pemeriksaan terakhir menemukan sekitar 30 penumpang yang secara fisik memegang tiket, namun tidak dapat menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang sesuai dengan nama pada tiket tersebut.

“Kalau tiketnya sesuai tapi tidak bisa menunjukkan KTP, itu artinya patut diduga menggunakan tiket milik orang lain. Apalagi kalau penumpang sudah berada di atas kapal dan baru ditemukan seperti ini, tentu kami berada dalam posisi serba sulit,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tiket penumpang bersifat personal dan melekat pada identitas pemiliknya. Tanpa kecocokan data antara tiket dan identitas, penumpang tidak dapat dinyatakan sah untuk melakukan pelayaran. Hal ini berkaitan langsung dengan aspek keselamatan serta perlindungan asuransi jiwa penumpang.

Lebih lanjut, Marthin menjelaskan bahwa di kawasan pelabuhan terdapat pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas antara berbagai pihak, mulai dari operator kapal, pengelola pelabuhan, hingga aparat keamanan.

“Pelabuhan itu ibarat sebuah rumah. Harus jelas siapa pemilik rumah dan siapa yang bertanggung jawab atas keamanannya. Tidak mungkin semua orang bebas keluar-masuk tanpa pengawasan,” tegasnya.

Menurut Marthin, Pelni sebagai operator bertanggung jawab mengoperasikan kapal sesuai aturan dan standar keselamatan, sementara pengamanan area pelabuhan serta pengendalian orang yang tidak berkepentingan di area steril merupakan kewenangan pihak lain.

“Kalau ada orang yang tidak berkepentingan masuk ke area steril, tentu harus dicegah. Ini adalah kerja bersama, bukan hanya tanggung jawab operator kapal,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa aturan keselamatan pelayaran tidak dapat ditawar, meskipun dihadapkan pada tekanan dari penumpang.

“Penumpang yang naik kapal harus jelas identitas dan tiketnya. Aturan ini dibuat bukan untuk menyulitkan, tetapi untuk melindungi semua pihak,” jelas Marthin.

Di akhir keterangannya, Marthin berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bersama, baik bagi masyarakat maupun seluruh pemangku kepentingan di pelabuhan, agar ke depan pelayanan pelayaran dapat berjalan lebih tertib, aman, dan nyaman.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kalau semua pihak menjalankan perannya dengan baik, kejadian seperti ini tidak perlu terulang,” pungkasnya.(LM01)

 

Pelni Ambon Klarifikasi Gagal Naik KM Ciremai: Bukan Kesalahan Kapal, Tiket Penumpang Tidak Sesuai

Ambon,LensoMerah.com – Kepala Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Ambon, Marthin Heriyanto, memberikan klarifikasi resmi terkait insiden di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Senin (12/1/2026), di mana puluhan penumpang tujuan Sorong dan Jayapura gagal naik KM Ciremai meskipun mengaku telah memiliki tiket.

Marthin menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan disebabkan oleh kesalahan operasional kapal, melainkan akibat ketidaksesuaian data tiket dengan identitas penumpang, serta ditemukannya praktik penggunaan tiket bekas dan tiket kapal lain.

“Sekitar 30 orang tidak dapat naik karena tiket yang digunakan tidak sesuai. Ada yang memakai tiket bekas, bahkan ada yang menggunakan tiket kapal lain seperti KM Dorolonda. Ini jelas tidak bisa dibenarkan,” tegas Marthin kepada awak media.

Ia menjelaskan, kebiasaan sebagian masyarakat yang hanya membeli tiket sekali jalan turut memicu persoalan, terutama pada masa liburan dan saat arus penumpang meningkat. Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk memaksakan diri naik kapal meski tiket telah habis.

“Ketika kapal terakhir tiba, banyak penumpang dari kapal sebelumnya yang tidak tertampung kemudian beralih ke kapal ini. Karena tiket sudah habis, ada yang mencoba naik dengan cara-cara yang melanggar aturan,” ujarnya.

Marthin menekankan bahwa tiket kapal bukan sekadar bukti perjalanan, tetapi juga jaminan perlindungan asuransi jiwa penumpang. Oleh karena itu, setiap penumpang wajib menggunakan tiket resmi yang sesuai dengan nama dan identitas pada KTP.

“Kalau terjadi sesuatu di laut, siapa yang bertanggung jawab jika nama di tiket tidak sesuai? Tiket itu untuk meng-cover keselamatan penumpang. Ini yang masih belum disadari oleh sebagian masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Pelni sebagai operator pelayaran nasional wajib mematuhi Undang-Undang Pelayaran, termasuk ketentuan kapasitas kapal demi keselamatan.

“Kapal tidak bisa dipaksakan melebihi kapasitas, meskipun secara fisik masih memungkinkan. Ibarat mobil berkapasitas delapan orang, memang bisa diisi lebih, tapi apakah aman dan nyaman? Aturan keselamatan tidak bisa ditawar,” kata Marthin.

Lebih lanjut dijelaskan, KM Ciremai merupakan kapal multiport yang tidak hanya mengangkut penumpang dari Ambon, tetapi juga dari pelabuhan-pelabuhan berikutnya. Selain itu, kapasitas kapal juga berkurang karena sebagian ruang kendaraan telah dimodifikasi untuk kebutuhan operasional tertentu.

Terkait jadwal keberangkatan, Marthin menegaskan bahwa kapal harus berangkat tepat waktu. Keterlambatan satu jam saja dapat berdampak panjang terhadap seluruh jadwal pelayaran hingga dua minggu ke depan.

“Kalau kapal terlambat, efeknya berantai. Jadwal di pelabuhan lain terganggu dan kinerja operasional Pelni secara nasional ikut terdampak,” ujarnya.

Di akhir keterangannya, Marthin mengimbau masyarakat agar membeli tiket secara resmi, sesuai identitas, dan dilakukan jauh hari sebelumnya, termasuk tiket pulang-pergi, guna menghindari masalah serupa di masa mendatang.

“Ini menyangkut keselamatan dan kenyamanan bersama. Kalau kita datang ke rumah orang, tentu harus mengikuti aturan rumah tersebut,” pungkasnya.(LM01)