Pegadaian Dorong Wartawan Jadi Agen Literasi Keuangan dan Mitra Usaha

Ambon,LensoMerah.com – PT Pegadaian terus memperkuat perannya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, termasuk dengan menggandeng insan pers sebagai mitra strategis. Selain sebagai penyampai informasi edukatif, wartawan juga didorong untuk mengambil peluang ekonomi melalui kemitraan Agen Pegadaian.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bisnis PT Pegadaian Cabang Ambon, Hardsal Rahman, saat menjadi pemateri dalam kegiatan Penguatan Kapasitas Wartawan sebagai Duta Literasi di Sektor Jasa Keuangan, yang digelar di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, Kamis (15/1/2026).

Hardsal menjelaskan, Pegadaian memiliki jaringan layanan yang sangat luas di seluruh Indonesia, dengan 12 kantor wilayah, termasuk Kantor Wilayah Makassar yang membawahi Area Ambon. Area Ambon sendiri menaungi enam cabang, yakni Cabang Ambon, Cabang Syariah Ambon, Cabang Tual, Cabang Nusa Dewa, Cabang Masohi, dan Cabang Namlea.

“Secara nasional, Pegadaian memiliki lebih dari 4.085 outlet. Di Ambon sendiri terdapat 41 outlet, termasuk unit layanan Pegadaian yang beroperasi bersama BRI di sejumlah wilayah,” jelasnya.

Menurut Hardsal, selain mengandalkan kantor fisik, Pegadaian juga membuka ruang kemitraan melalui Agen Pegadaian, yang dapat diikuti oleh berbagai kalangan, termasuk insan media. Skema ini dinilai mampu memperluas jangkauan layanan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi mitra.

“Wartawan tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi literasi keuangan kepada masyarakat, tetapi juga memiliki peluang untuk menjadi agen resmi Pegadaian dan memperoleh manfaat ekonomi secara langsung,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hardsal juga menekankan pentingnya perencanaan keuangan yang sehat. Salah satunya dengan membiasakan diri menyisihkan minimal 10 persen penghasilan untuk investasi di awal, bukan menunggu sisa dari pengeluaran bulanan.

“Kalau menunggu sisa, biasanya tidak akan pernah ada sisa untuk investasi. Karena itu, investasi harus dilakukan lebih dulu,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai tawaran investasi ilegal dan lembaga keuangan yang tidak memiliki legalitas jelas.

“Hadirnya Pegadaian dan OJK di sini bertujuan membangun kesadaran agar masyarakat semakin cerdas, kritis, dan berhati-hati dalam berinteraksi dengan lembaga jasa keuangan,” pungkas Hardsal.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran wartawan sebagai Duta Literasi Keuangan, sekaligus menjadi mitra strategis dalam mendorong terciptanya ekosistem keuangan yang sehat, aman, dan inklusif di Provinsi Maluku.(LM01)

 

BPJS Ketenagakerjaan Ambon Dorong Insan Media Jadi Agen Edukasi Perlindungan Pekerja

Ambon,LensoMerah.com – BPJS Ketenagakerjaan Ambon menegaskan pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi seluruh pekerja, termasuk insan media, dalam kegiatan edukasi yang digelar bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kamis (15/1/2026).

Paparan materi disampaikan oleh Joy Pangeranto Manalu dari BPJS Ketenagakerjaan Ambon, yang menyebutkan bahwa kehadiran BPJS Ketenagakerjaan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari kewajiban negara untuk memberikan informasi dan perlindungan kepada seluruh pekerja Indonesia.

“Kami diundang oleh OJK untuk menyampaikan sosialisasi terkait manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada rekan-rekan media. Media memiliki tingkat aktivitas dan risiko kerja yang tinggi, sehingga perlindungan ini menjadi sangat penting,” ujar Joy.

Ia menjelaskan bahwa masih banyak pekerja, termasuk insan pers, yang belum sepenuhnya memahami manfaat dan cakupan program BPJS Ketenagakerjaan. Oleh karena itu, kegiatan edukasi ini menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman sekaligus memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.

“Tujuan kami bukan hanya agar rekan-rekan media memahami manfaat program ini, tetapi juga agar informasi tersebut dapat diteruskan kepada masyarakat luas melalui pemberitaan dan kanal informasi media,” jelasnya.

Joy menekankan bahwa program BPJS Ketenagakerjaan mencakup berbagai jenis pekerjaan, baik formal maupun informal, sehingga seluruh pekerja memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan perlindungan sosial.

Menurutnya, insan media memiliki peran strategis sebagai penghubung informasi karena memiliki jaringan yang luas dan akses langsung kepada publik.

“Kami berharap apa yang kami sampaikan hari ini tidak berhenti di ruang ini saja, tetapi dapat disebarluaskan kepada masyarakat, sehingga mereka paham pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Joy juga menegaskan komitmen BPJS Ketenagakerjaan Ambon untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kepesertaan pekerja di Kota Ambon.

“Kami bekerja sama dengan pemerintah daerah sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri agar setiap pekerja di daerah dapat terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam memberikan perlindungan menyeluruh bagi pekerja,” pungkasnya.(LM01)

 

OJK Maluku Tutup ToT Media Massa, Wartawan Didorong Jadi Duta Literasi Keuangan Indonesia

Ambon,LensoMerah.com  – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku resmi menutup kegiatan Edukasi dan Training of Trainers (ToT) Media Massa sebagai Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia, yang berlangsung di Kantor OJK Provinsi Maluku, Kamis (15/1/2026).

Penutupan kegiatan ditandai dengan sambutan Novian Suhardi, Kepala Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, Keuangan Daerah, dan Layanan Manajemen Strategis (PEPKLMS) OJK Maluku.

Dalam sambutannya, Novian menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh insan pers yang telah mengikuti kegiatan edukasi intensif sejak pagi hingga sore hari.

“Kami menyadari kegiatan ini cukup melelahkan, namun kami berharap seluruh rasa lelah itu terbayar dengan pengetahuan dan informasi yang Bapak-Ibu peroleh selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.

Novian menegaskan bahwa kegiatan ToT ini memiliki makna strategis karena output utamanya adalah menjadikan wartawan sebagai bagian dari OJK Peduli, yakni penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia di daerah.

“Ke depan, bukan hanya OJK yang berbicara saat kegiatan literasi, tetapi Bapak-Ibu wartawan juga akan terlibat langsung menyampaikan edukasi kepada masyarakat tentang perencanaan keuangan, perbankan, asuransi, pembiayaan, hingga pasar modal,” jelasnya.

Ia menambahkan, peran wartawan tidak lagi terbatas sebagai penulis berita, namun juga diharapkan mampu tampil sebagai narasumber dan presenter literasi keuangan di hadapan publik.

Menurut Novian, materi terakhir dalam ToT sengaja dirancang untuk membekali peserta agar memiliki keberanian, kapasitas, dan pemahaman saat menyampaikan edukasi keuangan secara langsung kepada masyarakat.

OJK Maluku juga berencana membentuk grup khusus wartawan OJK Peduli, terpisah dari grup media yang sudah ada, sebagai wadah koordinasi, berbagi materi, dan penguatan kapasitas berkelanjutan.

“Terkait hasil evaluasi, memang ada beberapa peserta yang nilainya belum maksimal. Namun kami melihat semangat dan komitmen yang besar. Kami yakin ke depan pemahaman dan kapasitas literasi keuangan teman-teman wartawan akan terus meningkat,” ungkapnya.

Novian mencontohkan praktik baik yang sebelumnya telah dilakukan OJK Pusat melalui program OJK Peduli Wartawan di sejumlah daerah, yang hasil edukasinya banyak dipublikasikan di media nasional.

“Kami ingin hal serupa juga terwujud di Maluku. Wartawan menjadi mitra strategis OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat,” katanya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan terdapat kekurangan, baik dari sisi fasilitas maupun teknis penyelenggaraan.

“Kami berharap sinergi ini terus berlanjut. Terima kasih atas partisipasi aktif rekan-rekan wartawan, termasuk pemberitaan yang telah dihasilkan selama kegiatan berlangsung. Ini menunjukkan profesionalisme dan komitmen pers dalam mendukung edukasi publik,” tutup Novian.(LM01)

BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja Lewat Empat Program Jaminan Sosial

Ambon,LensoMerah.com – BPJS Ketenagakerjaan menegaskan kehadiran negara dalam melindungi seluruh pekerja, baik formal maupun informal, melalui penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan yang paripurna.

Hal tersebut disampaikan,Joy Pangeranto Manalu,dalam paparan materi BPJS Ketenagakerjaan Ambon pada kegiatan edukasi kepada insan media dan masyarakat,Kamis 15 Januari 2026

Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 Pasal 14, setiap orang, termasuk warga negara asing yang bekerja paling singkat enam bulan di Indonesia, wajib menjadi peserta jaminan sosial.

Saat ini terdapat dua badan penyelenggara jaminan sosial di Indonesia, yakni BPJS Ketenagakerjaan (eks Jamsostek) yang melindungi seluruh pekerja formal dan informal, serta BPJS Kesehatan (eks Askes) yang menjamin layanan kesehatan bagi seluruh penduduk.

Empat Program Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan empat program utama sebagai bentuk perlindungan menyeluruh bagi pekerja, khususnya pekerja penerima upah.
Program pertama adalah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

Kecelakaan kerja didefinisikan sebagai kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja, termasuk dalam perjalanan dari rumah ke tempat kerja atau sebaliknya, serta penyakit akibat lingkungan kerja.

“Selama kecelakaan itu berhubungan dengan pekerjaan, maka masuk kategori kecelakaan kerja,” dijelaskan pemateri,Kamis 15 Januari 2026

Manfaat JKK mencakup layanan medis tanpa batas (unlimited) sesuai kebutuhan medis peserta. Seluruh biaya perawatan, termasuk operasi dengan biaya besar sekalipun, ditanggung penuh oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Selain itu, peserta juga memperoleh penggantian biaya transportasi dari lokasi kejadian ke fasilitas kesehatan. Jika fasilitas kesehatan di daerah tidak mampu menangani, peserta dapat dirujuk ke rumah sakit di luar daerah, termasuk ke Makassar, sesuai kebutuhan medis.

Santunan dan Beasiswa bagi Peserta dan Ahli Waris,Apabila peserta mengalami kecelakaan kerja dan harus menjalani perawatan dalam waktu lama, BPJS Ketenagakerjaan memberikan manfaat Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB) berupa pengganti penghasilan bulanan selama masa pemulihan.

Risiko terberat dalam kecelakaan kerja adalah meninggal dunia. Dalam kondisi tersebut, ahli waris berhak menerima santunan kematian sebesar 48 kali upah yang dilaporkan. Sebagai contoh, jika upah peserta Rp10 juta, maka santunan yang diterima mencapai Rp480 juta.

BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan beasiswa pendidikan bagi maksimal dua anak peserta yang meninggal dunia atau mengalami cacat total tetap akibat kecelakaan kerja. Beasiswa diberikan mulai dari jenjang TK hingga pendidikan tinggi (S1), dengan durasi maksimal hingga 8 tahun atau sampai anak berusia 23 tahun, menikah, atau berkeluarga.
Jaminan Kematian di Luar Kecelakaan Kerja

Program berikutnya adalah Jaminan Kematian (JKM), yang diberikan kepada ahli waris peserta yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja. Dalam program ini, ahli waris berhak menerima santunan sebesar Rp42 juta, serta beasiswa pendidikan bagi anak yang telah terdaftar sesuai ketentuan.

Ahli waris ditetapkan berdasarkan ketentuan perundang-undangan, seperti pasangan sah atau anak. Anak angkat dapat menjadi ahli waris dengan syarat telah disahkan secara hukum.

BPJS Ketenagakerjaan juga menyediakan Jaminan Hari Tua (JHT), yang merupakan tabungan bagi peserta sebagai bekal di masa depan.

Dana JHT berasal dari akumulasi iuran dan hasil pengembangan, dengan tingkat pengembangan di atas rata-rata suku bunga deposito bank milik negara.

Selain itu terdapat Jaminan Pensiun (JP), berupa manfaat berkala atau sekaligus yang dibayarkan kepada peserta saat memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, atau kepada ahli waris jika peserta meninggal dunia. Untuk program JHT dan JP, terdapat kontribusi dari perusahaan atau pemberi kerja.
Manfaat Nyata bagi Kehidupan Peserta

Berdasarkan survei BPJS Ketenagakerjaan, pemanfaatan klaim paling banyak digunakan untuk biaya pendidikan anak (34,21 persen), modal usaha (26,32 persen), pembayaran utang (18,42 persen), serta biaya pemakaman dan kebutuhan lainnya (10,53 persen).

BPJS Ketenagakerjaan menegaskan bahwa seluruh program ini merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan sosial bagi pekerja dan keluarganya

“Perlindungan ketenagakerjaan bukan pilihan, tetapi hak setiap pekerja. Pastikan Anda telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” menjadi pesan penutup dalam paparan tersebut.(LM01)

 

BSI Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Kenalkan Produk Investasi Emas dan Tabungan Haji

Ambon,LensoMerah.com– PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat perannya dalam meningkatkan literasi keuangan syariah di daerah.

Hal ini disampaikan oleh Zulfahmi Farma, pemateri dari BSI Kantor Cabang Ambon, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Edukasi dan Training of Trainers (ToT) Media Massa sebagai Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia, Kamis (15/1/2026), di Kantor OJK Provinsi Maluku.

Dalam paparannya, Zulfahmi menjelaskan bahwa BSI hadir bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai sahabat finansial, sahabat spiritual, dan sahabat sosial bagi masyarakat, khususnya di Kota Ambon dan Maluku secara umum.

“BSI secara resmi lahir pada tahun 2021 melalui penggabungan tiga bank syariah besar, yakni Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah.

Penggabungan ini memperkuat fondasi perbankan syariah nasional,” ujarnya.

Zulfahmi mengungkapkan, BSI kini telah memiliki aset lebih dari Rp400 triliun dan menjadi satu-satunya bank syariah yang masuk dalam jajaran 10 besar bank nasional di Indonesia. Bahkan, BSI telah melebarkan sayap internasional dengan membuka cabang di Dubai, Uni Emirat Arab, pada 28 Januari 2022.

Selain fokus pada bisnis, BSI juga menunjukkan komitmen sosial melalui pengelolaan zakat. Tercatat, zakat perusahaan mencapai Rp169 miliar, sementara zakat pegawai sebesar Rp27 miliar, yang disalurkan untuk mendukung kesejahteraan umat.

Dalam sesi mteri, BSI memperkenalkan sejumlah produk unggulan, khususnya di bidang investasi dan perencanaan keuangan syariah. Salah satunya adalah produk investasi emas, yang meliputi Gadai Emas, Cicil Emas, dan Tabungan Emas.

“Emas merupakan instrumen investasi yang berfungsi sebagai pelindung nilai terhadap penurunan daya beli rupiah. Tanpa disadari, emas menjaga nilai kekayaan kita dari waktu ke waktu,” jelas Zulfahmi.

Produk BSI Cicil Emas memungkinkan nasabah membeli emas logam mulia dengan harga saat akad, kemudian dicicil dengan angsuran tetap hingga maksimal 5 tahun, dengan limit pembiayaan mencapai Rp150 juta. Keunggulannya, angsuran tidak terpengaruh oleh fluktuasi harga emas di masa depan.

Sementara itu, BSI Gadai Emas menjadi solusi cepat bagi masyarakat yang membutuhkan dana tunai dengan jaminan emas, baik berupa logam mulia, perhiasan, maupun koin dinar. Layanan ini menawarkan taksiran tinggi, biaya ringan, penyimpanan aman dan diasuransikan, serta dapat diakses secara online maupun offline, termasuk layanan take over dari lembaga gadai lain.

BSI juga menegaskan perannya sebagai bank penerima setoran haji. Melalui Tabungan Haji Indonesia dan Tabungan Haji Muda, masyarakat dapat mempersiapkan ibadah haji sejak dini. Sesuai ketentuan Kementerian Agama, penerimaan setoran haji hanya dilakukan melalui bank syariah.

“Bagi masyarakat yang berniat menunaikan ibadah haji, BSI siap mendampingi sejak tahap perencanaan hingga pendaftaran,” tambahnya.

Untuk mendukung kemudahan layanan, BSI telah menghadirkan aplikasi digital BYOND by BSI, yang memungkinkan nasabah mengakses berbagai produk dan layanan perbankan syariah secara praktis dan aman.

Melalui kegiatan ToT ini, BSI berharap para wartawan dapat menjadi agen literasi keuangan syariah, menyebarkan informasi yang benar, serta mendorong masyarakat semakin cerdas dan bijak dalam mengelola keuangan sesuai prinsip syariah.(LM01)

 

 

Wali Kota Ambon Resmikan Jaringan Air Bersih di Ponegoro Atas, Targetkan 200 KK Terlayani

Ambon,LensoMerah.com – Pemerintah Kota Ambon kembali memperluas akses layanan dasar bagi masyarakat dengan meresmikan jaringan air bersih di kawasan Ponegoro Atas, Kamis (15/1/2026).

Peresmian tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, didampingi jajaran Pemerintah Kota dan PDAM Tirta Yapono Kota Ambon sebagai pelaksana teknis.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa penyediaan air bersih merupakan program prioritas utama Pemerintah Kota Ambon di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Ely Toisutta. Hal ini dilatarbelakangi oleh masih adanya warga yang belum menikmati akses air bersih secara layak.

“Kota Ambon sudah berusia 450 tahun, tetapi sampai hari ini masih ada warga yang belum terakses air bersih. Karena itu, dalam lima tahun kepemimpinan kami, fokus utama adalah mengurangi jumlah warga yang belum menikmati layanan air bersih,” tegas Wattimena.

Wattimena menyampaikan rasa syukur karena hingga menjelang satu tahun masa kepemimpinannya, sejumlah titik jaringan air bersih telah berhasil dibuka oleh PDAM Tirta Yapono. Menurutnya, kerja-kerja tersebut mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kalau ini kita lakukan secara konsisten selama lima tahun, saya yakin jumlah masyarakat yang belum terakses air bersih akan berkurang secara signifikan,” ujarnya.

Untuk wilayah Ponegoro Atas, jaringan air bersih yang diresmikan hari ini direncanakan akan melayani sekitar 200 kepala keluarga. Panjang jaringan mencapai kurang lebih 500 meter, dengan sumber air yang ditarik dari lokasi terdekat.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga mengingatkan bahwa setiap layanan publik yang disediakan pemerintah disertai dengan kewajiban masyarakat, termasuk dalam hal pembayaran biaya pemasangan dan retribusi air.

“Pemerintah bertugas menyiapkan jasa, masyarakat membantu dengan membayar pemasangan dan iuran air sesuai pemakaian. Pakai banyak bayar banyak, pakai sedikit bayar sedikit. Ini adil,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemasangan jaringan air bersih merupakan investasi jangka panjang, bahkan untuk kebutuhan seumur hidup. Karena itu, Pemerintah Kota bersama PDAM memberikan kemudahan pembayaran secara cicilan hingga tiga kali bagi masyarakat.

Wattimena juga mendorong keterlibatan anggota DPRD daerah pemilihan setempat untuk ikut membantu masyarakat, khususnya dalam meringankan biaya sambungan air ke rumah-rumah warga.

“Pemerintah sudah bangun jaringannya. DPRD diharapkan membantu masyarakat agar sambungan air bisa masuk ke rumah masing-masing. Ini kerja kolaborasi,” katanya.

Menurutnya, persoalan air bersih tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat.

Di akhir sambutan, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada PDAM Tirta Yapono Kota Ambon yang dinilai konsisten dan bekerja nyata dalam memastikan masyarakat memperoleh akses air bersih, termasuk di wilayah-wilayah dengan kondisi geografis sulit.

Ia mencontohkan proyek penarikan air di wilayah lain yang mencapai 4.100 meter akibat lokasi permukiman berada di daerah pegunungan, sehingga membutuhkan biaya operasional besar.

“Kita punya sumber air, tapi tantangannya adalah menarik air ke wilayah-wilayah yang berada di ketinggian. Karena itu, dukungan masyarakat sangat penting agar pelayanan ini bisa berkelanjutan,” ujarnya.

Wali Kota berharap, dalam waktu dekat akan kembali dibuka titik-titik jaringan air bersih baru di berbagai wilayah Kota Ambon, sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaat langsung dari program tersebut.

“Air bersih adalah hak dasar. Pemerintah Kota Ambon akan terus bekerja agar layanan ini semakin merata dan berkeadilan,” pungkasnya.(LM02)

 

 

Pegadaian Dorong Literasi Keuangan, Media Diminta Jadi Garda Terdepan Edukasi Publik

Ambon,LensoMerah.com – PT Pegadaian terus memperkuat perannya dalam mendorong inklusi dan literasi keuangan masyarakat, khususnya di wilayah Maluku. Hal ini ditegaskan Deputi Bisnis Area Ambon Pegadaian, Hardsal Rahman, saat menjadi pemateri dalam kegiatan Edukasi dan Training of Trainers (ToT) Media Massa sebagai Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia, yang digelar Kamis (15/1/2026) di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku.

Hardsal menjelaskan, Pegadaian saat ini tergabung dalam BRI Group bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Permodalan Nasional Madani (PNM) sebagai bagian dari holding ultra mikro. Kolaborasi ini bertujuan memperluas akses layanan keuangan yang mudah, aman, dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan kelompok yang belum tersentuh lembaga keuangan formal.

“Pegadaian telah berusia lebih dari 124 tahun dan terus bertransformasi untuk menjawab kebutuhan keuangan masyarakat di berbagai segmen,” ujar Hardsal.

Di wilayah operasional Area Ambon, Pegadaian membawahi enam cabang, termasuk Cabang Ambon dan Cabang Syariah Ambon, serta sejumlah unit pelayanan yang didukung ratusan outlet. Keberadaan jaringan tersebut diharapkan mampu menjangkau masyarakat hingga ke wilayah yang selama ini minim akses layanan keuangan formal.

Menurut Hardsal, penguatan jaringan dan layanan menjadi kunci untuk memastikan inklusi keuangan benar-benar dirasakan masyarakat di daerah kepulauan seperti Maluku.

Konsep “4 Sehat 5 Sempurna” dalam Pengelolaan Keuangan

Dalam pemaparannya, Hardsal menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat melalui konsep “4 Sehat 5 Sempurna”. Konsep ini mencakup pengaturan pos pengeluaran, pemisahan antara kebutuhan dan keinginan, penyediaan dana darurat, serta investasi rutin minimal 10 persen dari penghasilan, yang disempurnakan dengan kecermatan memilih lembaga keuangan yang legal dan diawasi OJK.

“Sering kali investasi dilakukan dari sisa penghasilan. Padahal, jika menunggu sisa, investasi itu tidak akan pernah ada,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap investasi ilegal dan lembaga keuangan yang tidak memiliki kejelasan legalitas. Dalam konteks ini, media massa dinilai memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi yang benar, akurat, dan berimbang kepada publik.

Sebagai solusi keuangan yang adaptif, Pegadaian menawarkan beragam produk, mulai dari gadai emas, elektronik, dan kendaraan, tabungan emas, cicilan emas, hingga layanan titipan emas tanpa pinjaman. Seluruh layanan tersebut kini dapat diakses secara digital melalui aplikasi Pegadaian Digital.

“Melalui aplikasi, masyarakat bisa bertransaksi kapan saja, bahkan melakukan gadai dari rumah. Dana bisa langsung ditransfer ke rekening nasabah,” jelas Hardsal.

Ia juga menyoroti emas sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, tahan terhadap inflasi, mudah dicairkan, serta efektif digunakan sebagai dana darurat.

Menutup pemaparannya, Hardsal mengajak insan pers untuk berperan aktif sebagai Duta Literasi Keuangan, tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar lebih cerdas dan bijak dalam mengelola keuangan.

“Keuangan yang sehat akan melahirkan masyarakat yang kuat. Di sinilah peran media menjadi sangat strategis,” pungkasnya.(LM01)

 

Inflasi Kota Ambon Tertinggi di Indonesia Timur, BPS Tekankan Faktor Musiman dan Transportasi Udara

Ambon,LensoMerah.com– Inflasi Kota Ambon pada tahun kalender 2025 tercatat sebagai yang tertinggi di kawasan Indonesia Timur. Kondisi ini memicu berbagai pertanyaan publik, terutama terkait stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Ambon, Pauline Gaspersz, M.Si., Ph.D, memberikan penjelasan komprehensif dalam wawancara yang berlangsung di Ruang Rapat Command Center (CC) Lantai 4 Gedung A,Kantor Wali Kota Ambon,Kamis 15 Januari 2026

Pauline menjelaskan, tingginya inflasi Ambon perlu dipahami secara proporsional dan berbasis data, bukan semata-mata dimaknai sebagai kondisi ekonomi yang bermasalah.

“Inflasi itu bukan untuk diempaskan, tetapi untuk dikendalikan. Kadang perlu tinggi, kadang perlu rendah. Jika terlalu rendah, ekonomi justru bisa lesu,” jelasnya.

Menurut Pauline, inflasi diukur melalui Indeks Harga Konsumen (IHK) yang disusun berdasarkan Survei Biaya Hidup (SBH). Di Kota Ambon, terdapat 359 komoditas utama yang dipantau setiap bulan, hasil penyaringan dari ribuan jenis barang konsumsi masyarakat.

“Tidak semua barang bisa dimasukkan. Kami pilih komoditas yang paling dominan dikonsumsi masyarakat Ambon, termasuk jenis ikan utama dan kebutuhan pokok lainnya,” ungkapnya.

Perubahan harga dari ratusan komoditas inilah yang kemudian membentuk angka inflasi atau deflasi dari waktu ke waktu.

Pauline menegaskan, inflasi memiliki sisi positif dan negatif. Di satu sisi, inflasi dapat mendorong pergerakan ekonomi, kenaikan pendapatan, serta mempermudah penyesuaian nilai utang. Namun di sisi lain, inflasi yang tidak terkendali dapat menimbulkan ketidakpastian ekonomi dan memperlebar kesenjangan sosial.

Karena itu, pemerintah menetapkan sasaran inflasi nasional melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 31 Tahun 2024, dengan target inflasi tahun 2025–2027 sebesar 2,5 persen ±1 persen.

BPS mencatat, inflasi Desember 2025 Kota Ambon sebesar 0,85 persen, dengan angkutan udara menyumbang andil terbesar yakni 0,27 persen. Selain itu, bensin dan emas perhiasan juga masuk dalam sepuluh besar komoditas pemicu inflasi.

Tingginya inflasi pada akhir tahun dipengaruhi oleh lonjakan mobilitas masyarakat selama Natal dan Tahun Baru, diskon tarif transportasi yang bersifat terbatas, serta kenaikan BBM non-subsidi.

“Peak season Desember 2025 jauh lebih tinggi dibanding Desember 2024. Data penumpang Bandara Pattimura menunjukkan peningkatan signifikan,” jelas Pauline.

Pauline menambahkan, dari 14 kabupaten/kota di Indonesia Timur, sebanyak 8 daerah juga mencatat inflasi tinggi yang dipicu angkutan udara. Artinya, apa yang terjadi di Ambon merupakan bagian dari dinamika regional, meski dengan besaran yang berbeda.

Angkutan udara sendiri tergolong administered price, yaitu harga yang diatur pemerintah dalam rentang batas atas dan bawah. Saat musim puncak, berbagai faktor seperti cuaca ekstrem dan biaya operasional maskapai turut mendorong kenaikan harga tiket, meski masih berada dalam koridor regulasi.

Inflasi Year-to-Date Ambon Capai 4,23 Persen,Secara kumulatif (year-to-date), inflasi Kota Ambon tahun 2025 mencapai 4,23 persen. Dua komoditas utama penyumbang terbesar adalah:

Emas perhiasan: 0,79 persen

Angkutan udara: 0,42 persen

Kedua komoditas tersebut menyumbang 1,21 persen dari total inflasi. Pauline menegaskan, tanpa kontribusi dua faktor ini, inflasi Ambon sejatinya masih berada dalam rentang sasaran nasional.

Di sisi lain, BPS mencatat adanya perbaikan pada komoditas pangan strategis. Inflasi beras pada tahun 2025 tercatat 0,26 persen, lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 0,44 persen.

“Ini menunjukkan pemerintah daerah dan pusat berhasil menjaga ketersediaan dan distribusi beras di Ambon sepanjang 2025,” pungkas Pauline.

Melalui pemaparan bertajuk “Apa Kabar Inflasi Kota Ambon Tahun 2025”, BPS berharap masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai inflasi, sekaligus mendorong diskursus publik yang berbasis data.

“Angka inflasi harus dibaca secara utuh, agar tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan, tetapi justru menjadi dasar kebijakan yang tepat,” tutupnya.(LM02)

OJK Maluku Perkuat Peran Wartawan sebagai Duta Literasi Keuangan

Ambon,LensoMerah.com– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku menggelar kegiatan Edukasi dan Training of Trainers (ToT) Media Massa sebagai Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia, Kamis (15/1/2026), bertempat di Kantor OJK Provinsi Maluku.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala OJK Provinsi Maluku, Andi Muhammad Yusuf, dengan mengusung tema “Penguatan Kapasitas Wartawan sebagai Duta Literasi di Sektor Jasa Keuangan”.

Dalam sambutannya, Andi Muhammad Yusuf menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta, khususnya para wartawan yang dinilai memiliki peran strategis dalam menyampaikan edukasi keuangan kepada masyarakat secara luas, terutama di daerah-daerah.

“Alhamdulillah, kita dapat bertemu dan bersama-sama meningkatkan kapasitas, agar media dapat berhubungan langsung dengan masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah daerah. Media menjadi mitra penting dalam menyampaikan informasi keuangan yang benar dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi nasional OJK dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan, yang pelaksanaannya dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Kerja sama dengan media, menurutnya, akan terus diperluas dan dilaksanakan secara konsisten.

“OJK mendorong agar kerja sama edukasi keuangan dengan media dapat dilakukan sebanyak mungkin dan berkelanjutan, sehingga literasi keuangan masyarakat semakin meningkat,” katanya.

Lebih lanjut, Andi Muhammad Yusuf menjelaskan bahwa inklusi keuangan tidak hanya soal akses, tetapi juga menyangkut kualitas pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan. Meski tingkat inklusi keuangan nasional telah meningkat signifikan, literasi keuangan masih perlu diperkuat agar masyarakat tidak rentan terhadap risiko keuangan.

“Literasi keuangan menjadi aset penting untuk memperkuat inklusi keuangan. Masyarakat tidak cukup hanya memiliki akses, tetapi juga harus memahami risiko dan terlindungi dari praktik-praktik keuangan yang merugikan, seperti investasi ilegal,” tegasnya.

Ia juga menyoroti berkembangnya paradigma baru dalam sektor keuangan, di mana kemandirian finansial tidak hanya diukur dari kepemilikan produk keuangan, tetapi juga dari kesehatan keuangan (financial health). Hal ini mencakup kemampuan mengelola utang, memahami risiko, serta memiliki perlindungan keuangan jangka panjang melalui asuransi dan dana pensiun.

Melalui kegiatan ToT ini, para wartawan diharapkan dapat memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai sektor jasa keuangan, perlindungan konsumen, serta mekanisme pengaduan dan layanan informasi OJK, termasuk pemanfaatan kanal komunikasi resmi yang dapat diakses masyarakat.

“Kami berharap rekan-rekan media dapat menjadi edukator yang kredibel, membantu masyarakat agar tidak terjerat tawaran investasi yang merugikan, serta menyampaikan informasi keuangan secara objektif dan mudah dipahami,” ujarnya.

Ke depan, OJK Maluku berencana melanjutkan agenda edukasi keuangan ke berbagai daerah di Provinsi Maluku, dengan target menjangkau seluruh kabupaten dan kota, melalui kolaborasi bersama media dan pelaku usaha jasa keuangan.

“Semoga kegiatan hari ini berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata. Dalam jangka pendek, edukasi ini diharapkan dapat langsung diterapkan di lapangan bersama OJK dan para pemangku kepentingan,” tutup Andi Muhammad Yusuf.(LM01)

 

Disparbud Kota Ambon Gelar Rapat Perdana 2026, Awali Program Kerja dengan Doa Bersama

Ambon,LensoMerah.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Ambon menggelar rapat perdana yang dirangkaikan dengan doa bersama sebagai penanda dimulainya pelaksanaan program kerja tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruangan Vlissingen Lantia II, Kantor Wali Kota Ambon, Jumat (9/1/2026).

Rapat bersama ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon, Cristian Tukloy, dan dihadiri oleh seluruh jajaran staf. Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat, tertib, serta penuh semangat kebersamaan, dan berjalan aman serta lancar.

Dalam pertemuan tersebut, pimpinan dan staf melakukan refleksi awal sekaligus penyelarasan semangat kerja guna menghadapi berbagai tantangan serta target pembangunan sektor pariwisata dan kebudayaan di tahun 2026.

Melalui unggahan resmi di media sosial Facebook Dinas Pariwisata Kota Ambon, Cristian Tukloy—yang juga merupakan mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP)—menyampaikan harapan agar seluruh program dan pelayanan yang dijalankan pada tahun ini dapat terlaksana dengan lebih baik.

“Kiranya tahun 2026 menjadi tahun yang lebih baik lagi, dalam pertolongan Tuhan,” tulis Cristian Tukloy dalam unggahan tersebut.

Ia menegaskan bahwa doa bersama yang dilakukan bukan hanya sebagai ungkapan rasa syukur, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen aparatur dalam meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik. Selain itu, doa bersama tersebut menjadi pijakan moral dalam mendorong pengembangan sektor pariwisata dan kebudayaan sebagai salah satu pilar strategis pembangunan Kota Ambon.

Disparbud Kota Ambon berharap, melalui sinergi dan kerja kolektif seluruh jajaran, berbagai program strategis yang dirancang pada tahun 2026 dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Program-program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat citra Ambon sebagai kota pariwisata dan budaya yang berdaya saing.(LM01)