Kodaeral IX Peringati Isra Mi’raj, Perkuat Iman Prajurit Menuju Pengabdian Prima

Ambon, LensoMerah.com — Dalam upaya mempertebal keimanan dan ketakwaan prajurit kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Komando Daerah Angkatan Laut IX menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Nurul Iman, Markas Komando Kodaeral IX, Kota Ambon, Maluku, Jumat malam (16/1/2026).

Peringatan keagamaan ini dipimpin langsung oleh Komandan Kodaeral IX, Hanarko Djodi Pamungkas, yang hadir bersama Wakil Komandan Kodaeral IX, Muhammad Risahdi, para pejabat utama, kepala satuan kerja, serta seluruh personel Muslim Kodaeral IX.

Turut hadir Ketua Daerah Kodaeral IX Gabungan Jalasenastri Koarmada RI, Inca Hanarko Djodi Pamungkas, bersama jajaran pengurus daerah Jalasenastri, menambah khidmat suasana peringatan.

Dalam sambutannya, Komandan Kodaeral IX menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj memiliki makna strategis bagi prajurit TNI Angkatan Laut. Selain sebagai sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat moral dan etos pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, kita diingatkan untuk senantiasa meningkatkan kualitas keimanan dalam kehidupan pribadi maupun saat menjalankan tugas. Dengan meneladani akhlak Rasulullah Muhammad SAW, diyakini akan terbentuk karakter prajurit yang prima menuju Indonesia maju,” tegasnya.

Hikmah Isra Mi’raj bagi Prajurit

Ceramah hikmah Isra Mi’raj disampaikan oleh Akhmad Mukhroji, yang menjelaskan bahwa Isra Mi’raj merupakan peristiwa luar biasa yang dialami Nabi Muhammad SAW hanya dalam satu malam, namun sarat dengan makna mendalam.

Ia menekankan bahwa salah satu momen terpenting dalam peristiwa tersebut adalah diterimanya perintah shalat lima waktu secara langsung dari Allah SWT. Selain itu, Rasulullah SAW juga diperlihatkan berbagai peristiwa gaib, bertemu para nabi terdahulu, bahkan memimpin mereka dalam shalat sebagai imam.

“Peristiwa seagung ini mengajarkan banyak hikmah, di antaranya tingginya derajat kehambaan, pentingnya menyampaikan kebenaran walau pahit, keutamaan shalat, serta keyakinan iman Nabi Muhammad SAW yang meningkat dari ilmul yaqin menuju ‘ainul yaqin,” jelasnya.

Menurutnya, nilai-nilai Isra Mi’raj sangat relevan untuk dijadikan pedoman prajurit TNI AL dalam menjalankan tugas, khususnya dalam menjaga integritas, disiplin, dan tanggung jawab sebagai aparat pertahanan negara.

Peringatan Isra Mi’raj di lingkungan Kodaeral IX ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu memperkuat fondasi spiritual prajurit, sehingga tercipta keseimbangan antara profesionalisme militer dan keteguhan iman dalam setiap pengabdian kepada bangsa dan negara.(LM01)

Pertamina Patra Niaga Dorong Pola Asuh Positif Lewat Kelas Parenting Tamasya Darling di Ambon

Ambon,LensoMerah.com— Pertamina Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Pattimura menegaskan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia dengan menggandeng BKKBN Provinsi Maluku dan PAUD Sadar Lingkungan.

Kolaborasi ini diwujudkan melalui Program Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak) dengan kegiatan Kelas Parenting Tamasya Darling, yang berfokus pada penguatan pola pengasuhan psikososial anak.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya pola asuh yang tepat dan berkelanjutan bagi tumbuh kembang anak. Secara luring, kelas ini diikuti 40 wali murid dan tenaga pendidik PAUD Sadar Lingkungan, sementara secara daring melalui YouTube dan Zoom diikuti lebih dari 400 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

AFT Manager AFT Pattimura, Febri Nur Faizin, menyampaikan bahwa program ini merupakan pilar penting pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Kami mengapresiasi dukungan BKKBN Provinsi Maluku, Ibu Psikolog Novi Ernilawati, serta PAUD Sadar Lingkungan. Harapannya, Kelas Parenting Tamasya Darling membawa manfaat nyata bagi orang tua dan masa depan anak-anak,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Mauliwaty Bulo.

Menurutnya, kolaborasi multi-pihak menjadi kunci peningkatan kualitas pengasuhan.

“Kualitas interaksi orang tua dan anak berdampak panjang bagi masa depan bangsa. Inisiatif ini tepat karena mengajak orang tua hadir dan terlibat aktif,” jelasnya.

Kelas ini menghadirkan narasumber ahli, Novi Ernilawati, yang menekankan bahwa pertumbuhan anak tidak hanya menyangkut gizi dan fisik, tetapi juga aspek psikososial.

“Setiap usia memiliki fase psikososial yang berbeda. Peran orang tua adalah memfasilitasi agar anak mencapai target pertumbuhan di tiap fase secara optimal,” paparnya di hadapan peserta yang antusias berdiskusi.

Kepala Sekolah PAUD Sadar Lingkungan, Santi Sainyakit, menambahkan bahwa sinergi sekolah dan keluarga sangat menentukan keberhasilan pendidikan anak.

“Guru pertama anak adalah orang tua. Di rumah, anak belajar adab, sopan santun, dan pembentukan kepribadian,” tegasnya.

Melalui Kelas Parenting Tamasya Darling, Pertamina Patra Niaga berharap tercipta wadah edukasi berkelanjutan yang berdampak nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Pendidikan Berkualitas dan Kesejahteraan.(LM01)

Video TikTok Ungkap Arbes Kembali Kotor, DPRD Kota Ambon Tegaskan Kebersihan Tanggung Jawab Bersama

Ambon,LensoMerah.com – Sebuah video berdurasi 33 menit yang diunggah akun TikTok @Tamrinlaode1453 menjadi perhatian publik. Video tersebut memperlihatkan kondisi kawasan Air Besar (Arbes) Ambon, Batu Merah,Kota Ambon yang sebelumnya telah dibersihkan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon, namun kembali dipenuhi sampah akibat ulah oknum masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan.

Dalam video itu, perekam menegaskan bahwa lokasi tersebut sudah bersih karena sampah-sampah telah diangkut oleh petugas. Bahkan, telah dipasang palang serta papan larangan membuang sampah. Namun kenyataannya, masih ditemukan sampah-sampah baru yang dibuang warga.

“Sudah bersih, sudah diangkat semua. Tapi masyarakat masih buang sampah sedikit-sedikit. Padahal sudah ada palang dan tulisan larangan. Memang kalau tidak ada kesadaran, susah juga. Biar sudah dibersihkan, tetap dibuang lagi,” ujar perekam video dalam unggahannya.

Unggahan tersebut menuai beragam komentar dari warganet. Sebagian menilai perlu disediakan lokasi atau tempat pembuangan sampah yang representatif agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Ada pula yang mengusulkan pemasangan CCTV di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi pelaku pembuang sampah.

Komentar lainnya menekankan bahwa persoalan kebersihan tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab Wali Kota, melainkan kewajiban bersama sebagai warga. Warganet juga meminta peran aktif RT/RW setempat untuk mengawasi, serta mendesak pemilik lahan di sekitar lokasi agar segera bertindak.

Menanggapi hal tersebut, DPRD Kota Ambon melalui Komisi III telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi Air Besar pada Jumat (16/1/2026).

Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon, Hary Putra Far-Far, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera memanggil Raja Negeri Batu Merah bersama seluruh RT dan RW di sekitar lokasi untuk membahas solusi konkret atas persoalan tersebut.

“Nanti kita mau panggil Bapak Raja Batu Merah dengan RT/RW yang berada di sekitar lokasi itu. Karena kebersihan ini adalah tanggung jawab bersama,” tegas Hary Putra Far-Far kepada media LensoMerah.com melalui pesan suara WhatsApp, Sabtu (17/1/2026).

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Ambon pada prinsipnya telah menjalankan kewajiban dengan membersihkan dan mengangkut sampah dari lokasi tersebut. Namun, menjaga keberlanjutan kebersihan lingkungan memerlukan kesadaran kolektif masyarakat.

“Pemerintah Kota sudah melaksanakan kewajibannya. Mengawasi dan menjaga kelanjutan kebersihan di lingkungan itu bukan hanya tugas pemerintah, tapi menjadi tanggung jawab kita semua,” pungkasnya.

DPRD Kota Ambon berharap adanya sinergi antara pemerintah negeri, RT/RW, pemilik lahan, dan masyarakat sekitar agar persoalan sampah di kawasan Air Besar tidak terus berulang dan lingkungan tetap terjaga bersih serta sehat.(LM01)

 

PELNI Ambon Klarifikasi Insiden di Pelabuhan Yos Sudarso, Tegaskan Keselamatan Tetap Prioritas Utama

Ambon,LensoMerah.com  PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Persero Cabang Ambon memberikan klarifikasi resmi terkait insiden kericuhan yang terjadi di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon saat proses keberangkatan KM Ciremai, Senin (12/1/2026).

Kepala Cabang PELNI Ambon, Marthin Heriyanto, menegaskan bahwa peristiwa tersebut dipicu oleh lonjakan penumpang pada hari terakhir arus balik, bukan akibat kelalaian maupun adanya instruksi berbahaya dari pihak PELNI.

Menurut Marthin, pada hari tersebut terjadi peningkatan signifikan jumlah calon penumpang KM Ciremai. Sejumlah orang yang tidak memiliki tiket diketahui memaksa masuk ke area kapal, sehingga menimbulkan ketegangan di kawasan pelabuhan.

“PT PELNI mengakui adanya lonjakan penumpang KM Ciremai karena hari ini merupakan hari terakhir arus balik di Pelabuhan Ambon. Terdapat sejumlah calon penumpang yang tidak memiliki tiket dan memaksa untuk naik ke kapal,” ujar Marthin dalam standby statement kepada wartawan.

Ia menegaskan bahwa PELNI tetap berkomitmen mengutamakan keselamatan penumpang dan awak kapal dengan mematuhi ketentuan kapasitas sesuai regulasi Kementerian Perhubungan serta otoritas pelabuhan.

Menanggapi isu yang beredar di masyarakat terkait adanya instruksi “terjun bebas” dari Kepala Cabang PELNI Ambon kepada buruh pelabuhan, Marthin secara tegas membantah kabar tersebut.

“Tidak benar adanya instruksi ‘terjun bebas’. Yang terjadi adalah miskomunikasi antara buruh pelabuhan, pihak kapal, dan pihak cabang,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa saat itu suling kapal telah dibunyikan sebanyak tiga kali sebagai tanda kapal akan segera diberangkatkan. Namun, masih terdapat dua buruh yang berada di atas kapal untuk mengangkut barang bawaan penumpang. Ketika tangga kapal dinaikkan, kedua buruh tersebut turun dari kapal atas inisiatif masing-masing.

“PELNI Cabang Ambon menegaskan tidak pernah memberikan perintah kepada buruh untuk terjun dari kapal. Keselamatan merupakan prioritas utama kami,” jelas Marthin.

Selain itu, Marthin juga membantah informasi yang menyebutkan adanya pemukulan atau pengeroyokan terhadap dirinya oleh buruh pelabuhan.

“Tidak terdapat kejadian pemukulan maupun pengeroyokan. Memang sempat terjadi ketegangan akibat kondisi lapangan yang padat, namun situasi dapat segera dikendalikan melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait di pelabuhan,” ujarnya.

Ia memastikan bahwa kondisi Pelabuhan Yos Sudarso Ambon kini telah kembali kondusif dan seluruh operasional PELNI berjalan normal.

Sebagai informasi, KM Ciremai melayani rute Tanjung Priok – Surabaya – Makassar – Baubau – Ambon – Sorong – Manokwari – Serui – Jayapura (PP). Pada keberangkatan dari Pelabuhan Ambon, tercatat sebanyak 619 penumpang naik, dengan total penumpang on board KM Ciremai mencapai 1.946 orang.

PELNI mengimbau masyarakat agar selalu membeli tiket resmi, menggunakan identitas yang sesuai, serta mematuhi seluruh ketentuan keberangkatan demi keselamatan bersama dan kelancaran operasional transportasi laut nasional.(LM01)

 

Pelni Ambon Tegaskan Insiden Penumpang Bermasalah Bukan Tanggung Jawab Operator Semata

Ambon,LensoMerah.com- Kepala PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Ambon, Marthin Heriyanto, menegaskan bahwa insiden penumpang bermasalah di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pihak operator kapal.

Penegasan tersebut disampaikan Marthin saat diwawancarai di Kantor PT Pelni Cabang Ambon, Senin (12/1/2026), menyusul adanya sejumlah penumpang yang gagal berangkat meskipun mengaku telah memiliki tiket.

Menurut Marthin, hasil pemeriksaan terakhir menemukan sekitar 30 penumpang yang secara fisik memegang tiket, namun tidak dapat menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang sesuai dengan nama pada tiket tersebut.

“Kalau tiketnya sesuai tapi tidak bisa menunjukkan KTP, itu artinya patut diduga menggunakan tiket milik orang lain. Apalagi kalau penumpang sudah berada di atas kapal dan baru ditemukan seperti ini, tentu kami berada dalam posisi serba sulit,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tiket penumpang bersifat personal dan melekat pada identitas pemiliknya. Tanpa kecocokan data antara tiket dan identitas, penumpang tidak dapat dinyatakan sah untuk melakukan pelayaran. Hal ini berkaitan langsung dengan aspek keselamatan serta perlindungan asuransi jiwa penumpang.

Lebih lanjut, Marthin menjelaskan bahwa di kawasan pelabuhan terdapat pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas antara berbagai pihak, mulai dari operator kapal, pengelola pelabuhan, hingga aparat keamanan.

“Pelabuhan itu ibarat sebuah rumah. Harus jelas siapa pemilik rumah dan siapa yang bertanggung jawab atas keamanannya. Tidak mungkin semua orang bebas keluar-masuk tanpa pengawasan,” tegasnya.

Menurut Marthin, Pelni sebagai operator bertanggung jawab mengoperasikan kapal sesuai aturan dan standar keselamatan, sementara pengamanan area pelabuhan serta pengendalian orang yang tidak berkepentingan di area steril merupakan kewenangan pihak lain.

“Kalau ada orang yang tidak berkepentingan masuk ke area steril, tentu harus dicegah. Ini adalah kerja bersama, bukan hanya tanggung jawab operator kapal,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa aturan keselamatan pelayaran tidak dapat ditawar, meskipun dihadapkan pada tekanan dari penumpang.

“Penumpang yang naik kapal harus jelas identitas dan tiketnya. Aturan ini dibuat bukan untuk menyulitkan, tetapi untuk melindungi semua pihak,” jelas Marthin.

Di akhir keterangannya, Marthin berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bersama, baik bagi masyarakat maupun seluruh pemangku kepentingan di pelabuhan, agar ke depan pelayanan pelayaran dapat berjalan lebih tertib, aman, dan nyaman.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kalau semua pihak menjalankan perannya dengan baik, kejadian seperti ini tidak perlu terulang,” pungkasnya.(LM01)

 

Pelni Ambon Klarifikasi Gagal Naik KM Ciremai: Bukan Kesalahan Kapal, Tiket Penumpang Tidak Sesuai

Ambon,LensoMerah.com – Kepala Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Ambon, Marthin Heriyanto, memberikan klarifikasi resmi terkait insiden di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Senin (12/1/2026), di mana puluhan penumpang tujuan Sorong dan Jayapura gagal naik KM Ciremai meskipun mengaku telah memiliki tiket.

Marthin menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan disebabkan oleh kesalahan operasional kapal, melainkan akibat ketidaksesuaian data tiket dengan identitas penumpang, serta ditemukannya praktik penggunaan tiket bekas dan tiket kapal lain.

“Sekitar 30 orang tidak dapat naik karena tiket yang digunakan tidak sesuai. Ada yang memakai tiket bekas, bahkan ada yang menggunakan tiket kapal lain seperti KM Dorolonda. Ini jelas tidak bisa dibenarkan,” tegas Marthin kepada awak media.

Ia menjelaskan, kebiasaan sebagian masyarakat yang hanya membeli tiket sekali jalan turut memicu persoalan, terutama pada masa liburan dan saat arus penumpang meningkat. Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk memaksakan diri naik kapal meski tiket telah habis.

“Ketika kapal terakhir tiba, banyak penumpang dari kapal sebelumnya yang tidak tertampung kemudian beralih ke kapal ini. Karena tiket sudah habis, ada yang mencoba naik dengan cara-cara yang melanggar aturan,” ujarnya.

Marthin menekankan bahwa tiket kapal bukan sekadar bukti perjalanan, tetapi juga jaminan perlindungan asuransi jiwa penumpang. Oleh karena itu, setiap penumpang wajib menggunakan tiket resmi yang sesuai dengan nama dan identitas pada KTP.

“Kalau terjadi sesuatu di laut, siapa yang bertanggung jawab jika nama di tiket tidak sesuai? Tiket itu untuk meng-cover keselamatan penumpang. Ini yang masih belum disadari oleh sebagian masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Pelni sebagai operator pelayaran nasional wajib mematuhi Undang-Undang Pelayaran, termasuk ketentuan kapasitas kapal demi keselamatan.

“Kapal tidak bisa dipaksakan melebihi kapasitas, meskipun secara fisik masih memungkinkan. Ibarat mobil berkapasitas delapan orang, memang bisa diisi lebih, tapi apakah aman dan nyaman? Aturan keselamatan tidak bisa ditawar,” kata Marthin.

Lebih lanjut dijelaskan, KM Ciremai merupakan kapal multiport yang tidak hanya mengangkut penumpang dari Ambon, tetapi juga dari pelabuhan-pelabuhan berikutnya. Selain itu, kapasitas kapal juga berkurang karena sebagian ruang kendaraan telah dimodifikasi untuk kebutuhan operasional tertentu.

Terkait jadwal keberangkatan, Marthin menegaskan bahwa kapal harus berangkat tepat waktu. Keterlambatan satu jam saja dapat berdampak panjang terhadap seluruh jadwal pelayaran hingga dua minggu ke depan.

“Kalau kapal terlambat, efeknya berantai. Jadwal di pelabuhan lain terganggu dan kinerja operasional Pelni secara nasional ikut terdampak,” ujarnya.

Di akhir keterangannya, Marthin mengimbau masyarakat agar membeli tiket secara resmi, sesuai identitas, dan dilakukan jauh hari sebelumnya, termasuk tiket pulang-pergi, guna menghindari masalah serupa di masa mendatang.

“Ini menyangkut keselamatan dan kenyamanan bersama. Kalau kita datang ke rumah orang, tentu harus mengikuti aturan rumah tersebut,” pungkasnya.(LM01)

 

Asintel Dankodaeral IX Sambut Kunjungan Kerja Menteri Agama RI di Bandara Pattimura Ambon

Ambon,LensoMerah.com – Asisten Intelijen Komandan Komando Daerah Angkatan Laut IX (Asintel Dankodaeral IX), Kolonel Laut (KH) Nur Ikhsan Hidayat, mewakili Komandan Kodaeral IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., menyambut kedatangan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, dalam rangka kunjungan kerja di Provinsi Maluku. Penyambutan berlangsung di Bandara Pattimura Ambon, Maluku, Jumat (16/1/2026).

Menteri Agama RI tiba di Bandara Pattimura bersama rombongan dari Jakarta menggunakan pesawat Batik Air ID-6170 dengan rute Jakarta (CGK) – Ambon (AMQ). Setibanya di Ambon, Menteri Agama RI melanjutkan perjalanan menuju Banda Neira dengan menggunakan pesawat militer TNI AL Casa NC-212/U-6206 yang dipiloti Mayor Laut (P) Wisnu Akbar, dengan rute Ambon (AMQ) – Banda Neira (NDA) – Ambon (AMQ).

Kunjungan kerja tersebut dilakukan dalam rangka melaksanakan sejumlah agenda strategis Kementerian Agama RI di wilayah Provinsi Maluku.

Dalam rombongan Menteri Agama RI turut hadir Wakil Ketua DPD RI Letjen TNI (Mar) (Purn.) Nono Sampono, Tenaga Ahli Menteri Agama RI Prof. Dr. Andi Salman Maggalatung, Sekretaris Menteri Agama RI Akmal Salim Ruhana, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Dr. H. Yamin, Rektor UBN Dr. Muhammad Farid, Sekretaris Daerah Kabupaten Maluku Tengah Dr. Rakib Sahubawa, serta Rektor IAKN Ambon Prof. Dr. Yance Z. Rumahuru.

Sementara itu, sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda Maluku turut hadir menyambut kedatangan Menteri Agama RI, di antaranya Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, Asintel Dankodaeral IX Kolonel Laut (KH) Nur Ikhsan Hidayat, Wali Kota Ambon Drs. Bodewin Melkias Wattimena, Komandan Lanud Pattimura Kolonel Pnb Sugeng Sugiharto, Kepala Dinas Kesehatan Kodaeral IX Letkol Laut (P) Akhmad Effendy Kurniansyah, serta pejabat terkait lainnya.

Kehadiran Menteri Agama RI di Maluku diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam penguatan kehidupan keagamaan yang moderat, harmonis, serta mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter di wilayah kepulauan Maluku.(LM01)

 

Pererat Sinergi dengan Insan Pers, Dankodaeral IX Gelar Fun Shooting Media Gathering di Ambon

Ambon,LensoMerah.com – Dalam upaya mempererat sinergitas dan silaturahmi dengan insan pers sebagai pilar keempat demokrasi, Komandan Komando Daerah Angkatan Laut IX (Kodaeral IX), Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., menggelar kegiatan Fun Shooting Media Gathering bersama para wartawan di Kota Ambon, Selasa (13/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Tembak Markas Komando Kodaeral IX, Kota Ambon, Maluku, ini bertujuan untuk memperkuat tali silaturahmi, meningkatkan sinergi, kolaborasi, serta komunikasi antara Kodaeral IX dan insan pers sebagai jembatan informasi yang kredibel kepada masyarakat.

Selain menjadi ajang kebersamaan, Fun Shooting Media Gathering juga menghadirkan ruang dialog yang segar dan santai antara jajaran Kodaeral IX dan insan media. Pada kesempatan tersebut, para wartawan diberikan kesempatan mengikuti latihan menembak pistol eksekutif dengan pendampingan langsung dari instruktur profesional Kodaeral IX.

Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan latihan, mulai dari pengenalan prosedur keselamatan hingga praktik menembak secara langsung, dengan bimbingan pelatih yang berpengalaman.

Dalam sambutannya, Dankodaeral IX menegaskan bahwa insan pers, khususnya di Kota Ambon, merupakan mitra strategis Kodaeral IX dalam membangun citra positif institusi, menyebarkan informasi yang akurat dan berimbang, menangkal hoaks, menjalankan fungsi kontrol sosial, mengedukasi publik, serta mendukung program-program pemerintah demi terwujudnya Maluku yang aman dan sejahtera.

“Saya meyakini, dengan sinergi dan silaturahmi yang terus dibangun dan diperkuat, kita dapat menciptakan pemahaman publik yang lebih baik mengenai tugas dan peran Kodaeral IX dalam menjaga keamanan serta menciptakan wilayah Maluku yang aman, nyaman, dan kondusif,” tegasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain Guru Besar dan Praktisi Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI), dosen tetap UMI, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku, Kepala Bagian Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kota Ambon, para Pejabat Utama dan Kepala Satuan Kerja Kodaeral IX, Kepala TVRI Maluku, Kepala LPP RRI Ambon, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Maluku, Kepala LKBN Antara Maluku, serta rekan-rekan media di Kota Ambon.

Pada sesi penilaian fun shooting, peserta dari media Tribun Ambon atas nama Jenderal berhasil meraih nilai tertinggi dengan skor 165 poin. Posisi kedua diraih Ahmad dari TVRI Ambon dengan nilai 71 poin, disusul Budi Nugroho dari RRI Ambon di peringkat ketiga dengan nilai 55 poin.

Kegiatan Fun Shooting Media Gathering ini diharapkan dapat semakin memperkuat kemitraan strategis antara Kodaeral IX dan insan pers dalam mendukung keterbukaan informasi publik serta menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah Maluku.(LM01)

 

KRI Teluk Palu-523 Sandar di Ambon, Dukung Operasi Trisula Jaya-26 Pengamanan Perbatasan RI–PNG

Ambon,LensoMerah.com – Satu unsur Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) kembali merapat di Dermaga Ksatriaan Tawiri, Komando Daerah Angkatan Laut IX (Kodaeral IX), Kota Ambon, Maluku. Kali ini, KRI Teluk Palu-523 sandar pada Rabu pagi (14/1/2026), setelah sebelumnya KRI Banjarmasin-592 lebih dahulu tiba.

KRI Teluk Palu-523 berada di bawah jajaran pembinaan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) dan dikomandani oleh Letnan Kolonel Laut (P) Barkah Ardianto. Kapal tersebut tengah melaksanakan tugas dalam Operasi Trisula Jaya-26 sebagai unsur angkutan laut pendukung Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–Papua Nugini (PNG) Mobile Kewilayahan Tahun Anggaran 2026.

Dalam pelayaran tersebut, KRI Teluk Palu-523 mengangkut sebanyak 900 personel Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Kewilayahan TA 2026 yang terdiri dari prajurit Batalyon Infanteri 744/IX/Udayana dan Batalyon Infanteri 136/XIX/Tuah Sakti.

Di tempat terpisah, Komandan Kodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh prajurit KRI Teluk Palu-523 dan personel Satgas Pamtas di “Ambon Bumi Para Raja”.

Dalam pesannya, Dankodaeral IX menekankan pentingnya mengedepankan faktor keselamatan personel maupun material selama pelaksanaan operasi, mengingat tugas pengamanan perbatasan merupakan amanah strategis negara yang menuntut kesiapsiagaan dan profesionalisme tinggi.

Proses sandar dan penerimaan kapal (merplug) berlangsung dengan tertib dan aman. Sejumlah pejabat Kodaeral IX turut hadir, di antaranya Komandan Satuan Patroli Kodaeral IX Kolonel Laut (P) Hapsoro A. Purbaningtiyas, Kepala Dinas Kesehatan Kodaeral IX Letkol Laut (P) Akhmad Effendy Kurniansyah, Kasubbag Kesla Rumkit, Paur Silmil Akun, serta Pleton Merplug Kodaeral IX.

Kehadiran KRI Teluk Palu-523 di Ambon menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran Operasi Trisula Jaya-26 sekaligus menegaskan peran strategis TNI AL dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(LM01)

 

Ketua Daerah Jalasenastri Kodaeral IX Beri Kejutan Bingkisan pada Peringatan HUT ke-79 Yayasan Hang Tuah

Ambon,LensoMerah.com- Ketua Daerah Komando Daerah Angkatan Laut IX (Kodaeral IX) Gabungan Jalasenastri Koarmada RI, Ny. Inca Hanarko Djodi Pamungkas, memberikan kejutan berupa bingkisan kepada para siswa dan guru dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Yayasan Hang Tuah Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Upacara SMP Hang Tuah, Markas Komando Kodaeral IX, Kota Ambon, Rabu (14/1/2026).

Peringatan HUT Yayasan Hang Tuah yang diperingati setiap tanggal 14 Januari ini mengusung tema “Dengan Semangat Jiwa Bahari, Yayasan Hang Tuah Siap Mewujudkan Generasi Emas untuk Menuju Nusantara Baru, Indonesia Maju.” Tema tersebut menegaskan komitmen yayasan dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, unggul, dan berjiwa kebaharian.

Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Daerah Kodaeral IX Gabungan Jalasenastri Koarmada RI, didampingi Wakil Ketua Daerah Kodaeral IX Gabungan Jalasenastri Koarmada RI, serta seluruh jajaran Pengurus Daerah Kodaeral IX Gabungan Jalasenastri Koarmada RI.

Rangkaian kegiatan diawali dengan berkumpulnya seluruh pengurus dan peserta upacara di lapangan untuk memberikan penghargaan atas dedikasi Yayasan Hang Tuah dalam kontribusinya terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam membina dan mendidik generasi penerus bangsa di lingkungan TNI AL.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Daerah Kodaeral IX Gabungan Jalasenastri Koarmada RI menyampaikan harapannya agar peringatan HUT ke-79 ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat rasa syukur, kebersamaan, serta soliditas antar pengurus cabang dan pusat.

“Melalui peringatan ini, kita berharap seluruh elemen Yayasan Hang Tuah semakin solid dalam mendukung visi dan misi yayasan, khususnya dalam mencetak generasi emas bangsa yang siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Peringatan HUT ke-79 Yayasan Hang Tuah tahun ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan semangat kebersamaan, sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian Jalasenastri terhadap dunia pendidikan dan kesejahteraan peserta didik.(LM01)