Audiensi LPKSM RMRB dengan Kejati Riau Perkuat Sinergi Perlindungan Konsumen

rmrbnews.com, PEKANBARU – Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) RMRB Pekanbaru menggelar audiensi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau untuk memperkuat sinergi dalam perlindungan hukum, edukasi, dan pendampingan hak konsumen.(23/09/2026).

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LPKSM RMRB Putra Rezeky, S.Pd.I., mengatakan audiensi itu menjadi langkah penting untuk memperkuat peran lembaganya dalam memberikan edukasi, menerima pengaduan, dan mendampingi konsumen sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Kami berharap koordinasi berkelanjutan dengan Kejati Riau dapat menjadi jembatan dalam meningkatkan edukasi hukum, pendampingan konsumen, serta memperjuangkan hak-hak masyarakat sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Kami mengapresiasi keterbukaan dan keramahtamahan Asintel Kejati Riau dalam menerima audiensi ini,” ujar Putra Rezeky.

Keterbukaan Kejati Riau dinilai membuka ruang komunikasi yang lebih baik antara institusi penegak hukum dan masyarakat.

LPKSM RMRB berkomitmen menjalankan fungsi perlindungan konsumen secara profesional dan bertanggung jawab.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif, turut hadir Wakil Sekjend Ade Jumana, Bendahara Umum H. Amir Husin, serta anggota LPKSM RMRB yang disambut hangat pihak Kejati Riau melalui Asisten Intelijen beserta jajaran.

Dalam pertemuan tersebut, Asisten Intelijen Kejati Riau Oktavian Syah Efendi, S.H., M.H., menyambut baik audiensi dan menyampaikan bahwa koordinasi dengan LPKSM RMRB akan ditindaklanjuti bersama Bidang Tindak Pidana Umum (Pidum) serta Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).

“Tentunya selama ini Kejati Riau sangat mendukung program kemasyarakatan, seperti program yang sudah berjalan yang dikenal dengan istilah Pokem, selanjutnya LPKSM ini akan kami arahkan ke bidang terkait perlindungan konsumen, “ucapnya.

Melalui koordinasi yang berkelanjutan, LPKSM RMRB berharap kesadaran masyarakat terhadap hak-haknya sebagai konsumen semakin meningkat.**

DOSPULKAM IPB University 2026 Dorong UMKM Olahan Perikanan Naik Kelas Lewat Branding dan Live Commerce

rmrbnews.com, BOGOR — Transformasi digital menjadi salah satu kunci bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas pasar dan meningkatkan nilai tambah produk. Hal tersebut menjadi perhatian Tim Dosen Pulang Kampung (DOSPULKAM) IPB University 2026 melalui webinar bertema “Transformasi Digital UMKM Hasil Olahan Perikanan: Strategi Branding dan Live Commerce untuk Menembus Pasar Menengah-Atas.”

Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada 14 September 2026 tersebut diikuti oleh pelaku UMKM olahan perikanan, akademisi, peserta umum, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sektor UMKM.

Webinar ini menjadi bagian dari rangkaian Program DOSPULKAM IPB University 2026 yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM hasil olahan perikanan, khususnya di wilayah Pekanbaru.

Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau, yang diwakili Dr. T. Ersti Yulika Sari, S.Pi., M.Si., serta Asia Small Business Federation (ASBF) Regional Riau, yang diwakili Alfa Frisa Septania.

UMKM Tidak Cukup Hanya Mengandalkan Rasa

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Tim DOSPULKAM IPB University 2026, Dr. Nimmi Zulbainarni, S.Pi., M.Si.

Dalam sesi materi, Dr. Suhendi, S.P., M.M. membahas strategi agar UMKM dapat “naik kelas”. Menurutnya, keberhasilan sebuah produk tidak cukup hanya mengandalkan kualitas dan cita rasa.

Pelaku UMKM juga dituntut mampu membangun produk yang mudah ditemukan, dipercaya, dipilih, hingga dibeli kembali oleh konsumen.

Karena itu, transformasi pola pikir kewirausahaan menjadi salah satu fondasi penting. Pelaku usaha perlu memahami siapa target pasarnya, apa keunggulan produknya, serta bagaimana membangun value proposition yang kuat.

Penguatan identitas merek, strategi pembuatan konten digital, pemanfaatan marketplace, hingga penggunaan live commerce juga menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran di era digital.

Live commerce, misalnya, tidak sekadar dilakukan dengan menyalakan kamera dan menjual produk. Strategi tersebut perlu dipersiapkan mulai dari tahap pra-live, pelaksanaan live, hingga tindak lanjut setelah kegiatan live agar mampu menghasilkan interaksi dan penjualan yang lebih efektif.

Pangan Biru Punya Potensi Nilai Tambah

Sementara itu, Prof. Dr. Kustiariyah, S.Pi., M.Si. memberikan perspektif dari sisi pengembangan pangan biru.

Menurut materi yang disampaikan, sektor kelautan dan perikanan tidak hanya memiliki peran sebagai sumber protein hewani, tetapi juga menyimpan peluang besar untuk menghasilkan produk bernilai tambah dan pangan fungsional.

Potensi tersebut perlu diikuti dengan penerapan standar mutu dan keamanan pangan yang baik, terutama bagi unit pengolahan hasil perikanan.

Prinsip Good Manufacturing Practices (GMP), Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP), dan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) menjadi bagian penting yang perlu dipahami pelaku usaha agar produk yang dihasilkan aman, berkualitas, serta memiliki daya saing lebih tinggi.

Dengan pemenuhan standar tersebut, produk UMKM olahan perikanan diharapkan tidak hanya mampu bertahan di pasar lokal, tetapi juga memiliki peluang memperluas akses ke pasar yang lebih besar.

Peserta Didorong Memanfaatkan Ekosistem Digital

Webinar tersebut juga menjadi ruang diskusi bagi para pelaku UMKM untuk membahas berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam mengembangkan usaha.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Sejumlah peserta menyampaikan tantangan yang dihadapi, mulai dari persoalan pemasaran, desain dan pengemasan produk, legalitas usaha, hingga bagaimana meningkatkan penjualan melalui kanal digital.

Melalui pembekalan tersebut, peserta didorong untuk melihat digitalisasi bukan sekadar sebagai sarana promosi, tetapi sebagai bagian dari strategi bisnis yang terintegrasi.

Mulai dari membangun identitas merek, meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan marketplace, membuat konten yang relevan, hingga mengembangkan strategi live commerce menjadi rangkaian yang perlu dilakukan secara konsisten.

Lima UMKM Akan Dipilih untuk Pendampingan Intensif

Program DOSPULKAM IPB University 2026 tidak berhenti pada kegiatan webinar.

Pada akhir kegiatan, peserta UMKM yang telah mendaftarkan diri mendapatkan informasi mengenai tahapan seleksi lanjutan untuk mengikuti program pendampingan secara intensif.

Dari proses tersebut, nantinya akan dipilih lima UMKM terbaik untuk mendapatkan pendampingan lebih lanjut, khususnya dalam penguatan branding, optimalisasi pemasaran digital, serta pengembangan strategi live commerce.

Program ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih konkret terhadap pengembangan usaha peserta, sekaligus menjadi ruang bagi UMKM untuk memperkuat posisi produknya di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin digital.

Tim DOSPULKAM IPB University 2026 berharap kegiatan tersebut dapat mendorong pelaku UMKM olahan perikanan, khususnya di Pekanbaru, untuk semakin siap melakukan transformasi digital, meningkatkan nilai tambah produk, dan membuka akses menuju segmen pasar menengah atas.

Dengan kombinasi produk berkualitas, branding yang kuat, standar keamanan pangan, dan strategi pemasaran digital, UMKM olahan perikanan diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memiliki ruang lebih besar untuk tumbuh dan berkembang di pasar yang semakin kompetitif.##

Momen Halal Bi Halal Asian Agri dan Apical Bersama Insan Pers, Terus Kolaborasi Tingkatkan Nilai Sawit

rmrbnews.com, PEKANBARU – 8 April 2026 Momen Idulfitri dan Halal Bihalal menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat sinergi dan semangat pembaruan. Bagi industri kelapa sawit, momentum ini menjadi kesempatan untuk melihat manfaat luas komoditas ini, mulai dari pemenuhan kebutuhan rumah tangga hingga diberbagai sektor industri.

Tema ini menjadi inti dari acara Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Asian Agri bersama Apical di Grand Zuri Pekanbaru, Riau pada 8 April. Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan media ini menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus berbagi pandangan strategis mengenai kontribusi industri kelapa sawit terhadap perekonomian nasional dan ketahanan energi berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Head of Corporate Communications RGE Agri, Prama Yudha Amdan, menekankan bahwa halal bihalal tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga momen refleksi untuk melanjutkan nilai-nilai yang dibawa setelah Ramadan.

“Momentum halal bihalal ini mengingatkan kita untuk terus membawa nilai kebermanfaatan, kebaikan, dan integritas ke dalam keseharian. Hal ini tercermin di sektor hulu, di mana hampir seluruh bagian tanaman dimanfaatkan, mulai dari minyak sebagai bahan pangan dan energi hingga limbah yang diolah kembali menjadi pupuk atau sumber energi. Ini mencerminkan prinsip ekonomi sirkular, di mana setiap bagian memiliki nilai,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, ia menambahkan bahwa potensi besar sawit didukung oleh tata kelola yang baik melalui praktik budidaya berkelanjutan dan penggunaan bibit unggul Topaz. Di Asian Agri, komitmen ini diwujudkan melalui praktik budidaya yang berkelanjutan, peningkatan produktivitas tanpa membuka lahan baru, serta program peremajaan untuk menjaga keberlanjutan. Setiap tahapan dilakukan dengan konsistensi dan tanggung jawab. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberlanjutan tidak dapat dicapai secara sendiri, melainkan melalui kolaborasi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan.

“Petani dan perusahaan perlu berjalan bersama. Melalui kemitraan, kita dapat saling menguatkan dan menciptakan manfaat yang lebih besar. Inilah semangat #BermitraLebihBaik, tumbuh bersama melalui kolaborasi yang saling menguatkan,” tambahnya.

Di hilir, Apical melanjutkan perjalanan sawit melalui rantai pasok yang terintegrasi dan inovasi bernilai tambah. Minyak sawit kini tidak hanya hadir sebagai minyak goreng, tetapi juga dalam bentuk oleokimia, functional fats, hingga energi terbarukan seperti Sustainable Aviation Fuel. Manfaatnya menjangkau luas, dari kebutuhan rumah tangga hingga solusi transisi energi, yang mencerminkan perjalanan sawit #DariDapurSampaiAvtur.

Rangkaian ini menunjukkan bahwa sawit bukan sekadar satu produk, melainkan ekosistem yang terintegrasi—dari kebun, pabrik dan pengolahan, hingga produk yang sampai ke tangan pelanggan secara bertanggung jawab, dengan integritas menjadi kunci keberlanjutan.
Senada dengan hal tersebut, mewakili insan pers Riau, H. Zurfa Irwan, turut menyampaikan pandangannya.

“Saya mengapresiasi Asian Agri dan Apical yang secara konsisten menjalin silaturahmi dengan media. Halal bihalal ini bukan hanya sekadar pertemuan biasa, tetapi menjalin jembatan kepercayaan antara perusahaan dan insan pers. Oleh kareba itu atas nama insan pers Riau, kami menghargai komitmen ini. Kuncinya sederhana: saling percaya dan keterbukaan karena dari situlah hubungan baik dan dukungan akan terus terjaga,” ujarnya.

Menutup rangkaian kegiatan, Prama menjelaskan menegaskan bahwa hubungan yang kuat dengan insan pers merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan jangka panjang. Melalui momentum halal bihalal ini, perusahaan juga menggarisbawahi pentingnya komunikasi yang terbuka, jujur, dan saling menghargai.

Komitmen tersebut sejalan dengan filosofi 5C yang dimiliki Asian Agri dan Apical, yaitu good for community, country, climate, customer, dan company, yang menempatkan kebermanfaatan dan tanggung jawab sebagai bagian dari setiap langkah perusahaan. Dengan pendekatan ini, kedua Perusahaan meyakini bahwa pertumbuhan usaha harus berjalan beriringan dengan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
###
Tentang Asian Agri
Didirikan pada tahun 1979, Asian Agri merupakan salah satu Perusahaan kelapa sawit terkemuka di Indonesia, yang telah mengelola lebih dari 100.000 hektar Perkebunan kelapa sawit dan mempekerjakan lebih dari 200.000 orang.

Sebagai pelopor Program Inti Perkebunan Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans) bersama pemerintah Indonesia, Asian Agri telah bermitra dengan 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi, yang secara kolektif mengelola 60.000 hektare Perkebunan kelapa sawit. Perusahaan ini juga menjalin kemitraan dengan petani swadaya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dan mendorong pertumbuhan sosial ekonomi.

Lewat komitmen terhadap praktik berkelanjutan, Asian Agri menjunjung tinggi kebijakan tanpa pembakaran dan menerapkan praktik-praktik terbaik perkebunan untuk membantu petani plasma meningkatkan produktivitas, hasil panen, dan ketertelusuran rantai pasol, serta mendukung perjalanan mereka menuju sertifikasi. Pabrik Asian Agri memanfaatkan teknologi canggih dan energi hijau yang dihasilkan sendiri untuk meminimalkan emisi gas rumah kaca.

Perkebunan Asian Agri serta Perkebunan petani plasma, sepenuhnya bersertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan International Sustainability & Carbon Certification (ISCC), yang menggarisbawahi komitmen Perusahaan terhadap produksi minyak sawit yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Kunjungi situs web Asian Agri dan untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Lidya Veronica
Media Relation Asian Agri
E-mail     : lidya_veronika@asianagri.com
Tentang Apical
Apical adalah pengolah minyak nabati terkemuka dengan jejak global yang berkembang. Proses pengolahan mid-stream yang terintegrasi secara vertikal dan dan pemrosesan hilir dengan nilai tambah menjadikan kami sebagai pemasok integral yang mendukung kebutuhan pangan, pakan ternak, oleokimia dan bahan bakar yang dibutuhkan oleh setiap industri.

Hingga saat ini, dengan aset terintegrasi di lokasi yang strategis mencakup Indonesia, Cina, dan Spanyol, Apical mengoperasikan sejumlah kilang, pabrik oleokimia, pabrik biodiesel, dan pabrik penghancur kernel. Melalui usaha patungan, Apical juga memiliki operasi pemrosesan dan distribusi di Brasil, India, Pakistan, Filipina, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat dan Vietnam.

Pertumbuhan Apical dibangun di atas fondasi keberlanjutan dan transparan, serta dimotivasi oleh keyakinan kuat bahwa kami dapat membuat dampak yang lebih berarti bahkan saat kami terus mengembangkan bisnis kami dan memberikan solusi inovatif kepada pelanggan kami.rmasi lebih lanjut, silakan kunjungi: www.apicalgroup.com.***
Kontak Media :
Corporate Communications, Apical Group
Email: corpcomm@apicalgroup.com

rmrbnews.com, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Sinergisitas di Bidang Penegakan Hukum dan Koordinasi dalam Penanganan Tindak Pidana di Sektor Jasa Keuangan.

PKS tersebut ditandatangani Pejabat Sementara Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi dan Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia Komisaris Jenderal Polisi Syahardiantono, di Jakarta, Selasa (3/3).

Melalui PKS ini, OJK dan Bareskrim Polri berkomitmen untuk memperkuat langkah preventif dan represif dalam menangani berbagai bentuk tindak pidana di sektor jasa keuangan, termasuk yang memiliki kompleksitas tinggi dan berdampak luas terhadap masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kerja sama ini juga diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan perkara, mempercepat proses koordinasi antaraparat penegak hukum, serta memberikan efek jera bagi pelaku tindak pidana di sektor jasa keuangan.**

 

 

SiaranpersOJk

 

PTPN IV Regional III Salurkan Bantuan CSR untuk Intervensi Stunting di Ujung Batu

rmrbnews.com, ROKANHULU – Dalam rangka mendukung program pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting, PTPN IV Regional III menyalurkan bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) / Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada masyarakat di wilayah kerjanya.

Kegiatan penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, dan dihadiri langsung oleh Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso, Business Support Head Achmedi Akbar, Camat Ujung Batu Sigit Pranjoro, SSTP, Ketua TP PKK Kecamatan Ujung Batu Ny. Rimba Shafitri, S.Pd., GR, Kepala Puskesmas Ujung Batu Hj. Desi Marlina, MKM, Kepala Puskesmas Pagaran Tapah Hj. Kholidah Hosni, SST., MKM, serta Kepala Puskesmas Kunto Darussalam Rika Fitri Yanti, S.Kep., MKM.

Penyaluran bantuan CSR ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen PTPN IV Regional III dalam mendukung upaya pemerintah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya dalam penanganan stunting melalui pemenuhan gizi bagi balita dan ibu hamil.

Camat Ujung Batu, Sigit Pranjoro, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kontribusi yang diberikan oleh PTPN IV Regional III kepada masyarakat di wilayahnya.

“Kami Pemerintah Kecamatan Ujung Batu bersama seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PTPN IV Regional III atas kepeduliannya melalui program CSR/TJSL untuk intervensi stunting di wilayah kami. Bantuan ini merupakan bentuk nyata dukungan perusahaan dalam membantu pemerintah mempercepat penurunan angka stunting, khususnya dalam pemenuhan nutrisi bagi balita dan ibu hamil,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan dari dunia usaha sangat penting dalam memperkuat program pemerintah, terutama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.

Pemerintah Kecamatan Ujung Batu juga berharap sinergi antara perusahaan dan pemerintah daerah dapat terus terjalin dengan baik, sehingga berbagai program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Melalui program CSR ini, PTPN IV Regional III diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah kerjanya.***

Serikat Buruh Riau Gelar Rapat Guna Rumuskan Langkah Strategis Sejahterakan Pekerja 

rmrbnews.com, DURI – Serikat Buruh Provinsi Riau menggelar Rapat sekaligus diskusi bertempat di Duri, Kabupaten Bengkalis, bersama para buruh dari berbagai sektor membahas berbagai persoalan ketenagakerjaan yang ada di Provinsi Riau,(30/01/2026)

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian dan komitmen Serikat Buruh Provinsi Riau dalam memperjuangkan hak-hak serta kesejahteraan para pekerja dan buruh di wilayah Provinsi Riau.

Rapat ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Serikat Buruh Provinsi Riau, Joni Karlos, S.H., serta Wakil Ketua Umum, Rozi Ervan, dan turut dihadiri oleh jajaran struktur kepengurusan lainnya, termasuk sekretaris, bendahara, koordinator bidang, serta perwakilan anggota serikat buruh dari berbagai sektor ketenagakerjaan.

Acara rapat dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Joni Karlos, S.H. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Riau saat ini menghadapi berbagai tantangan, di antaranya persoalan upah yang belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan, status hubungan kerja yang tidak jelas, serta masih ditemukannya pelanggaran terhadap hak-hak normatif buruh.

“Oleh karena itu, rapat diskusi ini dianggap penting sebagai wadah untuk menyerap aspirasi, menyatukan pandangan, serta merumuskan langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh Serikat Buruh Provinsi Riau ke depan,”ucapnya.

Selanjutnya, Wakil Ketua Umum Rozi Ervan menyampaikan pemaparan mengenai kondisi aktual ketenagakerjaan di beberapa wilayah di Provinsi Riau, termasuk Kabupaten Bengkalis.

“Pentingnya penguatan organisasi, solidaritas antarburuh, serta peningkatan komunikasi dengan pihak perusahaan dan pemerintah daerah guna menciptakan hubungan industrial yang harmonis, adil, dan berkeadilan,” pungkasnya.

Dalam sesi diskusi, para peserta rapat secara aktif menyampaikan pendapat, masukan, serta laporan terkait permasalahan ketenagakerjaan yang mereka hadapi di lapangan. Beberapa isu utama yang dibahas antara lain pemutusan hubungan kerja (PHK), jaminan sosial ketenagakerjaan, keselamatan dan kesehatan kerja, serta perlindungan hukum bagi buruh. Seluruh masukan tersebut dicatat sebagai bahan evaluasi dan dasar penyusunan program kerja organisasi.

Rapat diskusi berlangsung dengan tertib, demokratis, dan penuh semangat kebersamaan. Sebagai hasil rapat, disepakati bahwa Serikat Buruh Provinsi Riau akan terus memperkuat advokasi ketenagakerjaan, meningkatkan koordinasi internal organisasi, serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak terkait demi meningkatkan kesejahteraan buruh di Provinsi Riau.***

Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor Halmahera Utara

Ambon,LensoMerah.com Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku bersama Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DPC Maluku Utara menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara,12 Januari 2026

Bantuan tersebut diserahkan secara resmi kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kabupaten Halmahera Utara untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga di lokasi pengungsian dan wilayah terdampak.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah.

“Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Halmahera Utara. Fokus kami saat ini adalah membantu pemenuhan kebutuhan dasar di dapur umum serta meningkatkan kenyamanan para pengungsi di posko melalui pasokan logistik yang kami kirimkan,” ujar Ispiani.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi sembako dan makanan siap saji, perlengkapan tidur seperti sprei dan selimut, serta LPG Bright Gas guna mendukung operasional dapur umum di posko pengungsian.

Seluruh bantuan telah diterima di posko penampungan korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Halmahera Utara. Melalui aksi kemanusiaan ini, Pertamina Patra Niaga bersama Hiswana Migas DPC Maluku Utara berharap dapat meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus mendukung upaya penanganan darurat yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya.

Ispiani juga menegaskan komitmen Pertamina Patra Niaga untuk terus mengawal proses pemulihan pascabencana, termasuk memastikan keberlanjutan operasional dan distribusi energi di wilayah terdampak.

“Kami akan terus berkoordinasi secara intensif dengan para pemangku kepentingan terkait untuk menyesuaikan kebutuhan bantuan lanjutan, sembari memastikan suplai energi tetap aman dan lancar agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali pulih,” pungkasnya.

Sebagai bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan, Pertamina Patra Niaga terus hadir dan berperan aktif dalam kegiatan kemanusiaan serta penanggulangan bencana di berbagai wilayah Indonesia.(LM01)

 

BRI Ambon: Industri Jasa Keuangan Berperan Strategis Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Ambon,LensoMerah.com – Industri jasa keuangan memiliki peran strategis dalam menopang dan mendorong pertumbuhan perekonomian nasional, khususnya sebagai penghubung antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan pembiayaan, baik untuk kegiatan usaha maupun konsumsi.

Hal tersebut disampaikan Manajer Funding dan Transaksional Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Ambon, Ali Said Ambar, saat menyampaikan materi Pengenalan Industri Jasa Keuangan dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi literasi keuangan kepada masyarakat, yang berlangsung di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, Kamis (15/1/2026).

Dalam pemaparannya, Ali menjelaskan bahwa industri jasa keuangan berfungsi sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi, melalui penyediaan layanan pengelolaan keuangan yang efektif, aman, dan terpercaya bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

“Fungsi utama industri jasa keuangan adalah intermediasi, yaitu menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada pihak yang membutuhkan. Fungsi ini memungkinkan alokasi sumber daya keuangan secara efisien sehingga mendorong pertumbuhan usaha dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Ali.

Ia menguraikan bahwa secara umum terdapat tiga kelompok utama lembaga jasa keuangan di Indonesia, yakni sektor perbankan, industri keuangan non-bank seperti asuransi, pegadaian, dan lembaga pembiayaan, serta pasar modal dan inovasi keuangan digital.

Namun demikian, Ali menekankan peran sektor perbankan sebagai mediator utama dalam sistem keuangan nasional. Menurutnya, bank memiliki sejumlah fungsi penting, antara lain menghimpun dana masyarakat dalam bentuk tabungan, giro, dan deposito, menyalurkan dana dalam bentuk kredit kepada individu maupun pelaku usaha, serta mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pembiayaan sektor produktif.

“Bank juga berperan menjaga stabilitas keuangan dengan pengelolaan dana yang prudent dan sesuai regulasi,” ujarnya.

Selain fungsi pembiayaan, perbankan juga menjadi penyedia utama jasa sistem pembayaran, mulai dari transfer dana, layanan digital banking, hingga transaksi non-tunai yang aman dan efisien, seiring dengan perkembangan teknologi keuangan.

Ali menegaskan bahwa seluruh aktivitas perbankan di Indonesia berada di bawah pengawasan dan pengaturan OJK, guna menjamin keamanan operasional perbankan serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan.

Dalam konteks peningkatan literasi keuangan, BRI juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai sarana, seperti sosialisasi, seminar, distribusi brosur, hingga pemanfaatan media digital. Literasi keuangan dinilai penting agar masyarakat mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak, mengelola keuangan pribadi dengan baik, menghindari utang berlebihan, serta mewaspadai berbagai modus penipuan keuangan digital.

“Nasabah harus selalu menjaga kerahasiaan data perbankan seperti PIN dan OTP, serta tidak pernah memberikannya kepada siapa pun,” tegas Ali.

Melalui kegiatan ini, BRI bersama OJK berharap dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi keuangan, sehingga tercipta sistem keuangan yang sehat, aman, dan inklusif di Provinsi Maluku.(LM01)

Pegadaian Dorong Wartawan Jadi Agen Literasi Keuangan dan Mitra Usaha

Ambon,LensoMerah.com – PT Pegadaian terus memperkuat perannya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, termasuk dengan menggandeng insan pers sebagai mitra strategis. Selain sebagai penyampai informasi edukatif, wartawan juga didorong untuk mengambil peluang ekonomi melalui kemitraan Agen Pegadaian.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bisnis PT Pegadaian Cabang Ambon, Hardsal Rahman, saat menjadi pemateri dalam kegiatan Penguatan Kapasitas Wartawan sebagai Duta Literasi di Sektor Jasa Keuangan, yang digelar di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, Kamis (15/1/2026).

Hardsal menjelaskan, Pegadaian memiliki jaringan layanan yang sangat luas di seluruh Indonesia, dengan 12 kantor wilayah, termasuk Kantor Wilayah Makassar yang membawahi Area Ambon. Area Ambon sendiri menaungi enam cabang, yakni Cabang Ambon, Cabang Syariah Ambon, Cabang Tual, Cabang Nusa Dewa, Cabang Masohi, dan Cabang Namlea.

“Secara nasional, Pegadaian memiliki lebih dari 4.085 outlet. Di Ambon sendiri terdapat 41 outlet, termasuk unit layanan Pegadaian yang beroperasi bersama BRI di sejumlah wilayah,” jelasnya.

Menurut Hardsal, selain mengandalkan kantor fisik, Pegadaian juga membuka ruang kemitraan melalui Agen Pegadaian, yang dapat diikuti oleh berbagai kalangan, termasuk insan media. Skema ini dinilai mampu memperluas jangkauan layanan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi mitra.

“Wartawan tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi literasi keuangan kepada masyarakat, tetapi juga memiliki peluang untuk menjadi agen resmi Pegadaian dan memperoleh manfaat ekonomi secara langsung,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hardsal juga menekankan pentingnya perencanaan keuangan yang sehat. Salah satunya dengan membiasakan diri menyisihkan minimal 10 persen penghasilan untuk investasi di awal, bukan menunggu sisa dari pengeluaran bulanan.

“Kalau menunggu sisa, biasanya tidak akan pernah ada sisa untuk investasi. Karena itu, investasi harus dilakukan lebih dulu,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai tawaran investasi ilegal dan lembaga keuangan yang tidak memiliki legalitas jelas.

“Hadirnya Pegadaian dan OJK di sini bertujuan membangun kesadaran agar masyarakat semakin cerdas, kritis, dan berhati-hati dalam berinteraksi dengan lembaga jasa keuangan,” pungkas Hardsal.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran wartawan sebagai Duta Literasi Keuangan, sekaligus menjadi mitra strategis dalam mendorong terciptanya ekosistem keuangan yang sehat, aman, dan inklusif di Provinsi Maluku.(LM01)

 

BPJS Ketenagakerjaan Ambon Dorong Insan Media Jadi Agen Edukasi Perlindungan Pekerja

Ambon,LensoMerah.com – BPJS Ketenagakerjaan Ambon menegaskan pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi seluruh pekerja, termasuk insan media, dalam kegiatan edukasi yang digelar bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kamis (15/1/2026).

Paparan materi disampaikan oleh Joy Pangeranto Manalu dari BPJS Ketenagakerjaan Ambon, yang menyebutkan bahwa kehadiran BPJS Ketenagakerjaan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari kewajiban negara untuk memberikan informasi dan perlindungan kepada seluruh pekerja Indonesia.

“Kami diundang oleh OJK untuk menyampaikan sosialisasi terkait manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada rekan-rekan media. Media memiliki tingkat aktivitas dan risiko kerja yang tinggi, sehingga perlindungan ini menjadi sangat penting,” ujar Joy.

Ia menjelaskan bahwa masih banyak pekerja, termasuk insan pers, yang belum sepenuhnya memahami manfaat dan cakupan program BPJS Ketenagakerjaan. Oleh karena itu, kegiatan edukasi ini menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman sekaligus memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.

“Tujuan kami bukan hanya agar rekan-rekan media memahami manfaat program ini, tetapi juga agar informasi tersebut dapat diteruskan kepada masyarakat luas melalui pemberitaan dan kanal informasi media,” jelasnya.

Joy menekankan bahwa program BPJS Ketenagakerjaan mencakup berbagai jenis pekerjaan, baik formal maupun informal, sehingga seluruh pekerja memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan perlindungan sosial.

Menurutnya, insan media memiliki peran strategis sebagai penghubung informasi karena memiliki jaringan yang luas dan akses langsung kepada publik.

“Kami berharap apa yang kami sampaikan hari ini tidak berhenti di ruang ini saja, tetapi dapat disebarluaskan kepada masyarakat, sehingga mereka paham pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Joy juga menegaskan komitmen BPJS Ketenagakerjaan Ambon untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kepesertaan pekerja di Kota Ambon.

“Kami bekerja sama dengan pemerintah daerah sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri agar setiap pekerja di daerah dapat terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam memberikan perlindungan menyeluruh bagi pekerja,” pungkasnya.(LM01)